Wednesday, 23 August 2017

Az-zakiyyah, Karya Muslimah Muda yang Berinovasi Mengawinkan Abaya dengan Batik Semarangan


Assalamu’alaikum, Temans.
Kali ini saya ingin bercerita tentang 4 anak muda yang berani untuk keluar dari zona nyaman dan merintis usaha bersama. Mereka adalah Fani Musto, Bella Lestari, Wida Wijayanti, dan Siti Saifa  yang sedang berinovasi untuk membuat brand muslimah fashion, Az-Zakiyyah. Mereka adalah muslimah sebaya yang bekerja pada lembaga yang sama. Kebersamaan itulah yang membuat mereka memiliki kedekatan personal yang lebih hingga akhirnya ingin menelurkan karya atas nama mereka berempat.
Senang banget lho melihat semangat mereka merintis usahanya. Mulai dari membuat desain bersama – sama, memilih bahan dan menentukan budget, mencari penjahit, QC (quality control), sampai memasarkan produknya. Buat yang pernah bersentuhan dengan usaha fashion pasti paham kan kerempongannya.

Setelah lolos QC masih harus melakukan sesi foto produk dan membuat konten iklan yang menarik. Dan ini tidak mudah lho...! untungnya ada salah satu personil Az-Zakiyyah yang jago fotografi dan bisa diberdayakan untuk membuat foto produk yang prefesional. Selain itu, juga dibantu oleh teman – teman lain yang  memiliki hobi di bidang fotografi dan desain grafis untuk membuat logo dan beberapa keperluan lain.  
Nama Az-Zakiyyah diambil dari Bahasa Arab yang artinya tumbuh. Mereka berharap dengan nama ini usaha fashion muslimah yang mereka geluti bisa tumbuh dan berkembang terus menerus sesuai namanya. Aamiin... semoga afirmasi-nya berhasil sehingga Az-Zakiyyah terus berkembang dan bermanfaat untuk banyak orang.
Bunga Dandelion disematkan dalam logo Az-Zakiyyah berpadu apik dengan nuansa warna biru muda yang ceria dan warna putih bersih. Mereka mengambil filosofi bunga Dandelion karena berharap Az-Zakiyyah bisa bertahan dalam segala kondisi seperti bunga Dandelion yang mudah tumbuh dimana saja dan bertahan hidup dalam berbagai terpaan cuaca. Cantik dan tangguh, gitu loh!
Awalnya tercetus untuk membuat usaha mandiri adalah karena mereka berempat merasa sedang dilanda masalah yang sama, sehingga ingin memecahkan dan menemukan solusi untuk bersama juga. selain itu juga berharap usaha ini akan terus berkembang sehingga kelak saat usia semakin menua, ada pegangan dan simpanan yang bisa mereka gunakan untuk terus berkarya.
“Iya, kan nggak ingin terus – terusan jadi pegawai, ingin mengelola dan mengembangkan bisnis sendiri,” ujar salah satu dari mereka.

Founder AzZakiyyah: Wida, Fani, Bella, Saifa
Usaha muslimah fashion dipilih karena pasarnya yang selalu ramai dan akan terus berkembang mengikuti perkembangan mode. Mereka juga memilih abaya karena meski mode terus berkembang, abaya akan terus dipakai oleh muslimah di manapun, tak hanya di Indonesia.
Keunggulan Az-Zakiyyah adalah menggunakan bahan berkualitas dan model yang unik dengan ciri khas perpaduan batik Semarangan. Mereka memilih batik Semarangan sekaligus untuk mengembangkan budaya khas Semarang.


Kata “Batik” berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: “amba”, yang bermakna “menulis” dan “titik” yang bermakna “titik”. Batik merupakan kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama.
Motif dan corak batik setiap daerah berbeda, seperti Kota Semarang yang dikenal dengan sebutan kota atlas, yaitu sebagai pusat kota dan ibu kota Jawa Tengah. Tak banyak yang tahu, jika di kota ini juga menghasilkan kerajinan batik. Batik Semarang biasa disebut dengan Batik Semarangan.
Batik Semarangan adalah batik yang diproduksi oleh orang atau warga kota semarang dengan motif atau ragam hias yang berhubungan dengan ikon-ikon Semarang. Misalnya pohon Asam, Tugu Muda, Lawang Sewu, Burung Blekok, serta legenda – legenda yang ada di kota Semarang. Selain itu, warna batik Semarangan punya ciri yang khas yaitu  tidak semeriah batik Pekalongan namun tidak sekalem warna batik Solo atau Yogya. Batik Semarangan sedikit banyak diwarnai oleh budaya Tionghoa yang sejak zaman penjajahan Belanda telah mendiami wilayah yang saat ini menjadi sentra batik Semarang.
Karena keunikan itulah, Az-Zakiyyah mempersembahkan dan memproduksi Abaya Syari dipadukan dengan Batik Semarang yang dapat digunakan kapan saja dan di mana saja.
Alasan lain mereka mengusung batik Semarangan adalah agar turut serta memajukan usaha batik yang terpusat di Kampung Batik Semarang. Saat ini, batik Semarangan masih dipakai oleh kalangan terbatas, belum populer di kalangan masyarakat terlebih anak muda. Karena itu lah Az-Zakiyyah hadir mengusung budaya lokal Semarang ini agar makin banyak dikenal oleh masyarakat luas.
“Kami juga berharap jika Az-Zakiyyah berkembang pesat dan terus melejit, kami bisa membantu para pengrajin batik di kampung batik Semarang menjadi mitra yang menggunakan produk mereka sebagai bahan baku,” ujar Bella.   

Abaya Fathimah Series dan Asiyah Series

Saat ini Az-Zakiyyah memiliki 2 model abaya yaitu Fathimah series dan Asiyah Series. Yang digunakan untuk membuat 2 series abaya ini adalah bahan wollpeach grade A dengan kombinasi batik Semarangan.
Untuk Fathimah Series, mereka mengambil basic abaya warna hitam karena konon Fathimah putri Rasulullah Muhammad SAW sangat menyukai warna hitam. Kombinasi batik Semarangan pada lengan dan bagian depan abaya. Fathimah series terlihat sederhana namun elegan, tak berlebihan dalam model maupun kombinasinya.
Untuk Asiyah series, dipilih warna – warna yang cerah, mengambil dari sosok Asiyah istri Fir’aun yang tangguh dan berani. Abaya Asiyah Series memadukan pahan polos dengan warna cerah dan batik Semarangan pada bagian depan dan bagian bawah abaya. Cutting-nya dibuat mirip dengan kimono agar tetap anggun saat digunakan sebagai outer. Asiyah Series bisa juga dikenakan seperti kimono yang chic, sebagai abaya biasa dan sebagai outer. Harganya tentu sedikit lebih mahal dengan Fathimah Series.
Asiyah series by Azzakiyyah yang bisa dipakai dalam 3 model:
abaya, abaya kimono dan outer

Bagaimana dengan harganya? Masih reasonable, Temans! sekitar Rp. 250.000 – 270.000/pc. Mengingat yang digunakan adalah batik cap Semarangan yang harganya lebih mahal dibandingkan batik printing yang beredar di masyarakat. Jika Teman – teman ingin request yang menggunakan bahan batik tulis Semarangan bisa dibuatkan juga. Harganya menyesuaikan yes! Tahu sendiri kan berapa kisaran harga batik tulisnya. Hehe.
Bahan wollpeach-nya juga cukup nyaman dipakai, flowy, tidak menerawang dan yang penting tidak mudah kusut. Hihi. Kalau bahan batik cap Semarangan sih standar menggunakan bahan katun. Jahitannya sudah lumayan, cocok lah untuk harga pakaian under 300K.
Oia, mereka baru me-launching dan menerima pesanan produk mereka sejak bulan Mei 2017. Maka dari itu produk yang dikeluarkan baru 2 series. Selanjutnya, Az-Zakiyyah akan terus berinovasi mengembangkan berbagai model dan corak abaya khususnya yang mengusung kearifan lokal Semarang.
Sssttt! Ada bocoran lagi nih, katanya mereka mau memproduksi abaya palestina series juga yang keuntungannya akan disumbangkan untuk Palestina. Mantabs deh! Beli pakaian sekaligus berinfaq untuk saudara kita di negeri yang sedang berduka itu. Tunggu launching-nya, ya! Dan jangan lupa pesan jika suka dengan modelnya. Kalaupun nggak suka, bisa loh membeli untuk hadiah. Atau mau dilempar ke saya juga siap banget nerima ko!.  Sekian dan terima transferan *eh
Semoga bermanfaat,
Salam,

ABAYA AZZAKIYAH on Social Media:
Instagram: @az.zakiyyah
Facebook Fanpage: @Az.ZakiyyahAbaya
line@ : @kkv1643j

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

4 comments:

  1. Keren..! Salut sama anak muda yang punya semangat untuk maju seperti ini.
    Bagus lagi idenya, sudah mengangkat budaya lokal pun ada misi sosialnya:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba, mohon doanya semoga usahanya lancar :)

      Delete
  2. Kalau istriku lihat baju itu, kayaknya bakalan naksir deh. :) *bagus banget. Kreatif

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuk Pak, beli untuk hadiah special istri :)

      Delete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam