Monday, 19 June 2017

5 Sekawan PPT, Sahabat Seru Ngabuburit

Bismillahirrahmanirrahim,
Mendapatkan tema #ArisanBlogGandjelRel dari Mba Agustina dan Mba Nurul tentang Sahabat rasanya jadi melow dan tiba-tiba baper keingat sahabat seperjuangan di kampus dulu. Jika dikatakan sahabat adalah orang yang paling dekat dan mengerti kita, rasanya saya hanya punya segelintir sejak saya sekolah SD. Bukan apa-apa, tapi kadang merasa lebih nyaman untuk bercerita banyak hal kepada Allah dan diary.
Sahabat adalah dia yang bisa memahami kita, dan kita pun memahaminya. Dia yang menyimpan rasa kecewanya dengan kita karena menyadari bahwa setiap orang tak ada yang sempurna. Dia yang dengan tegas menegur saat kita melakukan kesalahan. Dia yang menasihati baik-baik, tidak menggunjing di belakang, mendukung saat terpuruk dan mengapresiasi apa yang kita capai. Dia yang tulus berteman, mendoakan dan merangkul. Juga dia yang mengajak untuk menjadi lebih baik dan terus lebih baik.

Saat kuliah, di tengah kebingungan karena merasa salah jurusan dan terpontang-panting mengikuti mata kuliah, saya menemukan seorang sahabat yang sangat peduli dan selalu menyemangati. Sejak pertama bertemu, langsung jatuh hati dengan senyum dan penerimaannya yang tulus serta gaya-nya yang sederhana namun elegan.
Ngomongin seputar sahabat saat bulan ramadhan, tentu nggak jauh-jauh dari nuansa ngabuburit dan buka bersama alias bukber. Seru banget kan menghabiskan waktu di sore hari sampai setelah berbuka bersama mereka, apalagi anak kos yang jauh dari keluarga. Menemukan sahabat rasanya seperti bertemu keluarga di tanah rantau.
Selain sahabatku yang ini, ada tiga orang lagi yang selalu saling mendukung. Kami dipertemukan dalam organisasi yang berlanjut ke forum-forum ilmu atau sekadar jalan santai sepulang kuliah. Lama kelamaan kami menjadi akrab dan kerap bersama.
Awalnya diantara 5 orang dari kami, saya hanyalah pupuk bawang. Seorang anak ndeso yang masih gagap tingga di kota. Gagap organisasi juga gagap mengejar materi kuliah, sementara yang lain adalah bintangnya sekolah dan telah mengikuti berbagai kegiatan sejak dulu.
Beruntung, perbedaan sifat kami justru melengkapi hari canda tawa haru biru. Ada si koleris yang tegas, si sangunis yang selalu meramaikan dan menceriakan setiap pertemuan, juga si melankolis dan si plegmatis diam, sabar dan sesekali berkomentar  menjadi pelengkapnya.   
Persahabatan tanpa konflik? Nonsense! Sesekali pastilah ada friksi, ada beda pendapat, ada kecewa, ada sakit hati, ada diam, dan banyak lainnya. tapi kami mencoba memahami bahwa bersahabat dalam islam itu artinya bersaudara, dan mendahulukan berbaik sangka serta memaafkan lebih utama daripada mengedepankan ego. Aaah... mendadak kangen dengan mereka nih, yang dulu selalu seru dan kata adik-adik kelas kami selalu kompak. Hihi. Alhamdulillah...
Nah, saat Ramadhan tiba, biasanya ada bukber dan ngabuburit, kami pun tak ketinggalan. Yah, anggaplah anak kos itu PPT alias Para Pencari Takjil (wkwkwkw) meskipun di sekitar kos kami jarang ada masjid yang menyediakan menu makan besar untuk berbuka puasa.
Biasanya ngabuburit kami padat dengan agenda kajian di kampus, mulai dari yang diadakan oleh bidang kemuslimahan, syiar, kaderisasi, dan juga forum-forum rapat. Tentu saja paling semangat jika Rohis Undip mengadakan acara kajian berlanjut dengan pembagian 1000 nasi kotak. Hihi. Pasti deh semangat banget buat dapetin kupon-nya, apalagi pembicaranya juga biasanya motivator dan ustadz yang sudah terkenal. Jika tidak, kami cukup puas berbuka dengan es blewah buatan teman-teman panitia kajian dan gorengan yang dimakan rebutan. Aih, tentu saja tangan-tangan yang berebut menandaskan piring berisi gorengan itu yang jadi kenangan.
Menjelang libur ramadhan, biasanya ada tarling (tarawih keliling) ke rumah dosen. Kesempatan ini juga tak kami sia-siakan. Kalau yang ini sih bukan soal makan-makannya, tapi tentang berakrab ria dengan dosen di luar perkuliahan. Senang lho rasanya bisa mengenal dosen dan keluarganya lalu sharing banyak hal dan mendapat motivasi.
Oia, ada satu lagi yang dicari PPT seperti kami, yaitu jadwal tarawih keliling/tarling rektor dan dosen di auditorium Imam Bardjo Undip Pleburan. Saat ada jadwal tarling di kampus bawah, biasanya info cepat menyebar dan kami pun bersiap untuk datang. Ba’da maghrib kami menuju auditorium untuk melaksanakan shalat isya dan tarawih berjamaah. Tak ketinggalan ada kultum dan shalat witir juga. Namanya acara yang diadakan oleh dosen, snack yang dibagikan pun levelnya berbeda dengan acara mahasiswa. Hahaha. Biasanya setelah tarling di audit (sebutan akrab ‘auditorium undip’) kami melanjutkan i’tikaf di Masjid Baiturrahman Simpang Lima. Snack yang kami dapatkan bisa untuk makan sahur. Ckckckck! Maklum yes, anak kos ga pernah dapat te ha er. Sesekali kami ngabuburit dan bukber dengan merogoh kocek sendiri sih, meski jarang-jarang.
Tapi ada satu hal yang membuatku sedih jika mengingat masa lalu bersama sahabat. Suatu saat kami shalat tarawih di Masjid At-Taqwa RS Roemani, masjid terdekat dengan kos. Saat itu karena tidak ada sandal yang bisa dipakai, saya pun meminjam sandal baru milik sahabatku yang baru dibelinya siang itu. Awalnya sih nggak enak mau pinjam itu, tapi gara-gara nggak ada sandal lain dan si Sahabat memberi izin, akhirnya kupakai juga sandalnya. Saat masuk masjid, firasat tak enak muncul tapi berhasil kuabaikan. Tarawih berjalan lancar, tapi begitu kultum dan witir usai dan kami bersiap pulang sandal baru itu telah raib, berganti dengan sandal jepit swallow biru. Huwaaaa....!! bayangkan saja rasanya... terlebih saat itu kiriman dari orang tua sedang seret.
Saya tahu dia kecewa dengan sandal barunya yang hilang itu, tapi dia hanya diam dan mengatakan ‘Nggak apa-apa, belum rejeki. Nggak usah repot-repot buat gantiin juga ya’. Duh, rasanya makin pengen nangis saat dia mengatakan begitu. Dia tahu, saya sedang tidak ada uang karena sebelumnya pernah curhat belum bisa bayar SPP untuk semester depan yang tinggal beberapa pekan lagi. Hiks.
Sekarang hanya bisa berdoa untuknya yang nun jauh di sana, semoga kesabarannya, ‘kebawelan’ nya mengingatkan dan menyemangatiku, dan segala yang dilakukannya mendapat balasan terbaik dari Allah. Aamiin...
Beruntung sekali mendapatkan sahabat seperti mereka, yang rajin berinteraksi dengan Al-Qur’an (salah satu dari mereka sudah hafidzah sekarang, seorang lagi sedang proses menghafalkan Al-Qur’an, dan yang lain insyaAllah terus berproses juga. Aamiin..)
Oia, kalau milih tempat ngabuburit, buat kami yang penting adalah:
  • Di masjid atau dekat dengan masjid/ akses mudah untuk shalat maghrib
  • Bersama dengan sahabat
  • Jika di warung makan, harganya ramah dengan kantong
  • Mudah dijangkau dengan angkutan umum (anak kos nggak punya kendaraan pribadi)

Hm.. yang paling penting beberapa hal itu sih untuk menentukan ngabuburit, palingan jika ada selera individu yang disepakati oleh semuanya, ya hayuk lanjut aja.
Kalau kalian, suka ngabuburit bareng sahabat kemana, Temans?

14 comments:

  1. Persahabatan tanpa konflik? Nonsense! >> kusuka inih hahaha pasti ada beda pendapatnya yah mbaa

    ReplyDelete
  2. Suka sama: "sahabat harus mendahulukan berbaik sangka" *catet*

    ReplyDelete
  3. insyaallah jadi sahabat dunia akherat ya Rin

    ReplyDelete
  4. Duhh miris..sandal melayang..ngabuburitku sekarang di rumah hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang pun sama Mba.. Ngabuburit ga kemana2

      Delete
  5. MasyaAllah persahabatannya mb rin..seperti nya aku tau ni siapa aja ehehe..smg tetap terjaga yaa mb sampai surgaNya..Aamiin

    ReplyDelete
  6. Mohon maaf lahir batin ya mbak Arin, baru bisa BW nih :)

    Persahabatan yang pasti tidak pernah terlupakan ya mbak, semoga akan terjalin selamanya aamiin..

    Saya bisa ngerasain deh mbak waktu pinjam sandal baru kemudian tertukar (atau sengaja ditukar?), pasti sangat jengkel, marah tapi pasrah ya. Masih mending kalau punya sendiri, hehe.. untung sahabat tsb baik ya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba.. Maaf aku malah blm kunbal 🙈
      Iya rasanya ga enak sampai ke ubun2

      Delete
  7. Berkumpul dengan sahabat-sahabat yang gemar menghafal alQuran itu barokallah.
    Energi positifnya ikutan ke kitanya juga. Temen kampusku juga ada beberapa penghafal alQuran mba, akunya jadi keikutan nambah ilmunya. karena semangat mereka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kita jg bs menjadi ahlul quran ya Mba.. Aamiin..

      Delete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam