Thursday, 22 June 2017

3 Tempat Makan Recommended untuk Bukber di Semarang

Assalamu’alaikum, Temans.
Belum mudik? Masih ada waktu beberapa hari ya.. saya sih insyaAllah mudik H-1, doakan semoga lancar jaya tanpa kendala.
Buat Teman-teman yang di Semarang, masih ada agenda buka bersama alias bukber bersama keluarga atau kolega dan sahabat? Bingung milih tempatnya dimana? Ada beberapa tempat yang menurut saya recommended nih untuk ngadain bukber.
Oia, sebelum bahas tempatnya lebih lanjut, bagi saya untuk menentukan tempat bukber itu harus punya beberapa kriteria, diantaranya:

1. Dekat dengan Masjid atau Mushalanya Representatif
Ini penting banget, karena waktu maghrib _dimana waktunya kita berbuka puasa dan melaksanakan shalat maghrib_ dengan isya dan tarawih jaraknya sangat pendek. Jika kita berleha-leha untuk menikmati makanan tanpa mempertimbangkan adanya masjid atau mushala yang representatif, bisa-bisa jadi bolong shalat maghribnya. Sayang kan? Niatnya mau silaturrahim malah jadi sumber dosa.
Banyak tempat makan/resto yang menyediakan mushala hanya sebuah ruang kecil di pojokan dengan 1 kamar mandi dan 1-2 pancuran untuk berwudlu. Jika selain ramadhan pun harus antri untuk menggunakan mushala, bagaimana saat ramadhan? Mulai dari antri wudlu sampai antri shalatnya pasti menghabiskan waktu lama. So, memilih tempat yang dekat dengan masjid atau mushala dan tempat wudlu-nya representatif adalah hal yang paling utama.
Jika dekat dengan masjid, kita bisa berkumpul dan memesan makanan sebelum maghrib. Saat waktu berbuka tiba, masing-masing membatalkan puasa lalu bisa bergantian shalat di masjid dan setelah itu ada waktu sebentar untuk bercengkerama lagi sebelum melanjutkan shalat isya dan tarawih di masjid yang sama. Bukber dapat, ibadah juga nggak keteteran. Asyik kan?

2. Harga Menu yang Reasonable
Kemampuan tiap orang untuk membeli makanan di luar tentu berbeda. Bagi saya saat ini, mengeluarkan uang Rp. 50.000 untuk bukber di luar pun harus dengan pertimbangan masak-masak karena ada banyak kebutuhan lain yang harus diprioritaskan. Terlebih jika membawa anggota keluarga dalam jumlah 3 atau lebih. Anggaran bulanan bisa jebol nih! (emak-emak mode on).
Kalau saya lebih suka memilih warung makan yang menyediakan beragam menu dan beragam harga sehingga bisa memilih sendiri menu yang sesuai dengan budget. Namun tak ada salahnya jika harga pun disamakan setiap anggota, Rp. 50.000 atau lebih sesuai kesepakatan bersama.
Lebih nyaman lagi memang mengadakan bukber di rumah salah satu anggota dengan membawa potluck. Namun pertimbangannya bisa saja hal ini merepotkan tuan rumah. Hehe.

3. Lokasi yang Mudah Dijangkau
Menjelang idul fitri, berita mengenai perampokan dan begal makin santer terdengar. Untuk itu, jika memilih tempat bukber pastikan yang dekat dengan jalan raya dan tidak di tempat yang sepi atau rawan terjadi kejahatan.
Memang, kejahatan tidak bisa kita hindarkan bahkan di tempat ramai sekalipun, namun kita juga harus melakukan tindakan preventif agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.

4. Menu yang ‘Ramah’ untuk Keluarga
Mengadakan bukber di retso yang mengusung konsep makanan pedas berlevel sedangkan pesertanya adalah keluarga yang juga membawa anak-anak, saya pikir bukan pilihan yang tepat. Meskipun resto-nya menyediakan menu dengan level pedas 0, akan lebih aman jika memilih resto yang ramah keluarga.
Ada yang mau menambahkan lagi?
Kalau sudah, yuk ah lanjut ke tempat recommended untuk mengadakan bukber di Semarang.

1. Warung Si Boy Pleburan
Warung lesehan ini ada di pusat Kota Semarang, tak jauh dari Simpang Lima. Tepatnya di daerah Kampus Undip Pleburan, di Jalan Kusumawardhani. Di seputaran Warung si Boy, berjejer penjual makanan kaki lima. Di sebelahnya pun ada warung kopi yang tak kalah luas.


Menu yang disediakan beragam, mulai dari nasi goreng sampai aneka menu dengan sambal dan lalapan. Hampir mirip warung penyet sih, bedanya lebih lengkap variasi makanan dan minumannya. Ada ikan gurami untuk si pecinta Ikan, ada ayam kampung, bebek, juga menu standar tempe/tahu dan telur. Mau bakar/goreng silakan yes, sesuai selera.
Yang menarik dari warung ini adalah nama makananya yang dibuat unik. Ada Nasi Gorila, Nasmoko, Nasi pelangi, Natasya, Nasmko, Nasi bapak sam, Nasi bego, Nasi telkomsel, RAPBN, Nasi lele gombel. Nama menu minumannya pun tak kalah unik. Ada Tenis, Jerman, Susu temenmu, Sugandi, Bledeg, Ganja, Daramanis, Susu fani, Kopasus, Nagablepotan, Susu raja seram, dll. Ada yang bisa menebak kira-kira menu apakah itu? Kalau belum bisa menebak, dilakan ke Warung Si Boy saja ((haha. Bukan promosi lho,  Cuma nyaranin daridapa penasaran)).
Kalau makan di sini sebaiknya datang lebih awal karena saat ramadhan pasti pengunjung membludak. Datang lebihawal untuk antisipasi keterlambatan datangnya makanan juga sih, maklum lah karena di sana pengunjung selalu ramai, seringkali pesanan datangnya agak lama.  
Harganya cukup reasonable, mulai Rp. 10.000 untuk paket nasi, lauk, lalapan dan sambal. Kalau makan berdua masih nambah sayur dan camilan, biasanya sekitar Rp. 50.000 cukup. Pasti tergantung menu yang dipilih juga ya Temans.
Warung si Boy hanya berjarak sekitar 15 meter dari Masjid Istiqomah, sehingga jika mengadakan bukber di sana, bisa bergantian shalat di masjid Istiqomah dan melanjutkan lagi acara di warung. Jika ingin sekaligus shalat tarawih agar tak ketinggalan jama’ah pun pasti bisa. Selain di Masjid Istiqomah, pilihan untuk shalat tarawih bisa di Masjid Raya Baiturahman Simpang Lima.

2. Waroeng Steak & Shake Kampung Kali
Siapa sih yang nggak kenal dengan WS?_sebutan akrab Waroeng Steak & Shake_ di Semarang dan beberapa kota lainnya, warung makan ini selalu ramai dikunjungi setiap harinya. Buka pukul 10.00 hingga 22.00 hampir selalu dipadati pengunjung terlebih di akhir pekan. Saat ramadhan buka mulai pukul 14.00.


Selain menu-nya yang cocok untuk berbuka puasa, mushala di Waroeng Steak Kampung Kali juga sangat nyaman. Mushala cukup luas apalagi untuk ukuran tempat makan seukuran Waroeng Steak itu (ehm, warungnya juga luas sih, maksudnya dibandingkan tempat makan lain yang biasanya hanya menyediakan space seuprit untuk tempat shalat). Mushalanya dilengkapi dengan AC dan pengharum ruangan. Jika ingin membaca AL-Qur’an dan tidak membawa pun tersedia di sana. Mukena, sarung dan sajadah juga tersedia.

3. Ayam Geprek di Majapahit
Menu Ayam Geprek sedang ngehits akhir-akhir ini ya Temans? Banyak warung penyet yang menawarkan menu ini sebagai tambahan atau variasi menu baru. Ada juga warung-warung ayam geprek baru yang bermunculan.
Ciri khas Ayam Geprek adalah ayam yang digoreng dengan tepung krispi lalu digeprek dengan sambal di atas cobek. Sambalnya biasanya sambal kosek, yaitu sambal yang terbuat dari cabe pedas (biasanya dikenal dengan Cabe setan) dengan bumbu bawang putih, garam dan penyedap rasa yang disiram minyak panas atau digoreng sekejap. Setelah sambal diuleg di atas cobek, ayam yang telah digoreng tepung diplenyet diatasnya sehingga bagian-bagian ayam terbaluri sambal hingga merata. Nah! Jangan bayangin, nanti kemecer bin ngiler!
Saya tahu warung Ayam Geprek di Jl. Majapahit ini dari teman satu ‘lingkaran’ yang beberapa waktu lalu mengajak untuk bukber di sana. Tempatnya tepat berada di pinggir jalan raya Majapahit , arah Semarang-Purwodadi. Tepat di seberang BLK Semarang. Cocok nih untuk Teman-teman yang rumahnya seputaran Pedurungan, Pucanggading, Penggaron, Purwodadi dan sekitarnya.
Area parkirnya cukup luas, dan begitu masuk pengunjung akan disambut dengan dapur di sebelah kiri dan mushala di sebelah kanannya. Area yang disediakan cukup luas dan tersedia lesehan serta meja/kursi biasa. Menariknya saat memasuki warung juga disambut dengan tulisan selamat datang dan ‘Ingin kuliner sambil sedekah? Di sini tempatnya’ ini yang membuat saya salut disamping ada logo Halal MUI yang terpampang besar di dekat pintu. Menarik kan?
Waktu acara buka bersama itu, kami berkumpul ba’da ashar menjelang pukul 16.00. oia saat ramadhan warung mulai menerima pesanan sejak pukul 14.30. Sambil menunggu teman-teman selingkaran lain datang, kami bercengkerema dan memilih tempat lesehan di depan yang berdekatan dengan mushala. Sayup-sayup dari mushala terdengar jama’ah shalat ashar yang dilanjutkan dengan tilawah AL-Qur’an dan semacam briefing atau motivasi. Katanya sih jika saat ramadhan diadakan shalat ashar berjama’ah, di hari biasa kegiatan karyawan di warung Ayam Geprek dimulai dengan shalat dhuha dan tilawah bersama. Keren ya!
Warung Ayam Geprek selain menyediakan menu ayam geprek, juga tersedia ayam biasa/kampung goreng/bakar, ikan bandeng segar cabut duri, gurame, juga menu ringan seperti mendoan dan tahu bakso. Harga-nya masih ramah di kantong bagi saya, ada paket yang ditawarkan mulai Rp. 12.000.





Pelayanannya cukup memuaskan, pegawainya ramah dan makanan datangnya tepat waktu. Saat itu kami memilih menu ayam bakar, tumis kangkung, mendoan dan tahu bakso. Begitu masuk maghrib dan berbuka puasa, kami bisa langsung bergantian shalat di mushala dan kembali lagi ke tempat makan untuk makan dan berfoto. Alhamdulillah, seru dan menyenagkan!
Nah, mau pilih yang mana tinggal sesuaikan dengan selera dan kondisi masing-masing ya Temans. Yang penting dan inti-nya bukber kan silaturrahim dengan sahabat atau keluarga. Pastikan semuanya nyaman tanpa melupakan kewajiban beribadan dan menegakkan sunnah di bulan ramadhan.
Semoga bermanfaat ya, mau lanjut packing buat mudik nih. Yang mau mudik juga semoga lancar selamat sampai tujuan. Yang nggak mudik dan masih mau bekber, selamat berkumpul dengan keluarga dan kolega juga.
Salam,


4 comments:

  1. Harga yang reasonable itu intinya hhe maklum hemat, kunbal y

    ReplyDelete
  2. tempat makan yang ada mushollanya sangat penting dipilih ya mba... karena setelah berbuka kita harus cepat2 sholat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mba.. Pas hari biasa pun kadang kan ga bisa ngepasin shalat d masjid ya

      Delete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam