Friday, 10 March 2017

Mengulik Sejarah Roti Gandjel Rel Khas Semarang

Bismillahirrahmanirrahim,
Halo Temans, saya belum bisa move on dari keseruan mencoba baking Gandjel Rel waktu itu nih.. benar banget ya jika pengalaman pertama itu selalu tak terlupakan.
Oia, barangkali ada yang penasaran dengan roti legendaris yang khas banget di Semarang, saya bagi deh informasi seputar Gandjel Rel buat Teman semua. Informasi ini hasil interview dengan owner sekaligus penyedia ribuan Gandjel Rel saat dugderan, Mas Faishal Aushafy (tapi biasanya saya panggil ‘Pak’ meskipun usia beliau masih terbilang muda). Oia, nama bekennya kan Bang Sofi, jadi next kita panggil ‘Bang Sofi saja.




Bagaimana sejarah Gandjel Rel dari waktu ke waktu?
Kalau sejarah kapan mulai ada roti Ganjelrel, saya kurang tahu. Sejauh yang saya tahu, adik dari nenek saya sudah sering membuatnya, kalau diruntut berdasarkan usia, kira-kira akhir 1940-an.
Pada zaman ibu saya dulu, sekitar tahun 80-an, Ganjel rel masih menjadi salah satu opsi bekal untuk berangkat sekolah, disamping tidak repot untuk membawanya, Ganjelrel juga mengenyangkan. Memasuki tahun 1990 - 2000, Ganjelrel punya julukan baru, 'roti ospek' namanya, alasan kenapa julukan itu melekat pada Ganjelrel mungkin karena ambigu Ganjelrel yang memiliki berbagai penafsiran atau mungkin karena memang pada saat itu Ganjelrel sudah sulit ditemukan.
Tahun 2010, atas usulan Pak Soemarmo yang kemudian dimusyawarahkan bersama sesepuh Kauman (Nama daerah di Semarang tempat berdirinya Masjid Agung Semarang/Kauman_red), Ganjelrel mulai diperkenalkan lagi kepada masyarakat Semarang dengan cara dibagikan pada saat puncak acara dugderan di depan masjid agung kauman Semarang. Kebetulan Abah saya yang diberi amanat dari sesepuh Kauman untuk membuat roti Ganjelrel.
Sejak saat itu keluar komentar-komentar positif, salah satunya budayawan Jawahir Muhammad. Berawal dari 5000 potong Ganjelrel, jumlah Ganjel rel yang dibagikan meningkat di setiap tahunnya, hingga perayaan tahun lalu (tahun 2016, red) mencapai 10.000 potong Ganjel rel dibagikan kepada masyarakat pada saat dugderan.

Jadi, kapan tepatnya orangtua Anda mulai memproduksi Gandjel rel untuk dugderan?
Mereka mulai membuat Gandjel rel sejak tahun 2005 sampai sekarang. Namun baru dikenal kembali oleh masyarakat sejak tahun 2010.

Roti Gandjel rel selalu digunakan dalam kirab dugderan setiap tahunnya. Apa sih filosofinya?
Menurut Gus Min (Ketua Panitia dugderan), ganjelrel mempunyai makna ganjelan rel o, yang berarti doa agar semua ganjalan-ganjalan dalam menyambut bulan Ramadhan hilang serta berganti dengan kerelaan.

Pembagian Gandjel rel saat acara dugderan
sumber gambar rumahumkm.net


Bagaimana cara Anda agar Gandjel Rel terus diminati masyarakat?
Saya punya kedai kopi kecil-kecilan, tahun lalu (2016) masih sering saya bagikan gratis setiap hari jumat, tapi karena memang masih kurang peminatnya, sekarang berhenti. Insya Allah April besok inovasi Ganjel rel saya sudah dapat dinikmati.
Harus ada inovasi yang dilakukan para pembuat ganjel rel, semisal, topping, variant, dll. Insya allah Ganjel rel saya akan saya beri varian baru, april besok.
Inovasi  untuk Ganjelrel tentunya tidak menghilangkan sisi "khas" dari Ganjel rel, jangan sampai, alih-alih inovasi, malah hilang 'ruh' ganjelrelnya.


Begitulah sekelumit wawancara singkat dengan Bang Sofi. Semoga usaha toko bahan roti sekaligus mengenalkan kembali Gandjel rel ke masyarakat Semarang khususnya terus meningkat hingga kelak Gandjel rel dikenal oleh wisatawan sebagai oleh-oleh yang wajib dibawa pulang saat berkunjung ke Semarang. Semoga usaha kedai kopi-nya pun sukses seiring dengan usaha lainnya. aamiin..
Kita tunggu inovasi Roti Gandjel rel dari Bang Sofi ya Temans. Saya sudah penasaran sejak sekarang.
Oia, premix bahan Gandjel rel itu menurut saya sudah luar biasa inovasinya lho. Sangat memudahkan orang yang ingin mencoba membuat Gandjel Rel tetapi kesulitan menemukan bahan-bahannya. Ini juga bisa menjadi alternatif oleh-oleh juga bukan?
Mmm.... saya mendadak lapar kalau ngomongin Gandjel rel nih.. udah dulu aja deh.
Semoga bermanfaat ya,
Salam,



18 comments:

  1. Kalau bikin sendiri, susah nggak ya? hehehe.. uenak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak susah Mba, gampil banget! kapan-kapan coba beli premix-nya :)

      Delete
  2. Kok penasaran sama rasa rotinya ya? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk Mba, main Semarang trus icip-icip Gandjel Rel :)

      Delete
  3. Udah jarang banget nemu roti ini, jadi pengen juga. Bang Sofi bagi satuu..hehe

    ReplyDelete
  4. Pengen juga aku mencoba kue ganjel rel, mba. Legendaris banget :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ke Semarang harus nyoba Mba, dijual di toko oleh-oleh ko :)

      Delete
  5. namanya yang unik itu bikin gampang diingat
    aku ikir nama itu karena bentuknya kayak bantalan rel kereta mbak ha.. ha..

    kalau acara dugderan itu apa mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba... namanya Gandjel Rel memang karena bentuknya mirip bantalan rel kereta api :)

      Gudgeran itu tradisi masyarakat Semarang untuk menyambut Ramadhan Mba, ada acara kirab, tahlilan, shalawatan, dll

      Delete
  6. Y ampun unik banget ya nama kuenya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rasanya pun tak kalah unik dengan namanya Mba :)

      Delete
  7. Enak ini aq suka roti ga djel rel, ada wijen2nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huum Mba, wijennya bikin makin gurih ya :)

      Delete
  8. Baru tau nih tentang Roti Ganjelrel ini. Pengen nyobain kapan ada kesempatan.^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba, kalau mau nitip premix-nya juga bisa Mba... nanti aku bantu pesan sama kirimkan. cara buatnya bisa dipandu :)

      Delete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam