Friday, 31 March 2017

Be a Good Blogger



Istilah blogger bodrex baru-baru ini menjadi viral. Tak ubahnya dengan wartawan bodrex yang mengacu pada para kuli tinta yang bekerja tidak sesuai dengan kode etik jurnalisme, blogger bodrex juga merujuk pada mereka yang mengaku sebagai blogger namun tidak mengedepankan etika saat dirinya sedang 'bertugas' sebagai seorang blogger.
Tak bisa dipungkiri, kian hari blogger kian dilirik oleh brand maupun digital agency sebagai pihak yang diajak bekerjasama untuk buzzing suatu produk/brand. Blogger menulis review dan project lain dengan imbalan yang disesuaikan dengan kualitas tulisan dan blogger tersebut.
Tak ada salahnya bukan? Sama halnya dengan mereka yang bertahan menjadi blogger sebagai sarana untuk merefleksikan diri, untuk menulis apa saja yang ada di benak mereka tanpa berharap mendapatkan materi.
Mau monetisasi blog atau tidak, itu pilihan masing-masing, terkait selera seperti makan bubur diaduk atau tidak (saya tim nggak diaduk. Aduh ga penting)

Wednesday, 29 March 2017

Masih Mau Makan Bangkai Saudara Sendiri?


Ghibah (baca: rumpi) sudah menjadi makanan sehari-hari kebanyakan orang. Tak pandang bulu baik laki-laki maupun perempuan, remaja maupun dewasa seakan lupa waktu bila sudah membicarakan orang lain. Bumbu-bumbu penyedap ditambahkan sehingga semakin berbusa mulutnya, seolah tengah mengunyah makanan lezat dan tak pernah merasa kekenyangan.
Ghibah adalah membicarakan seseorang di belakangnya dan orang yang tersebut tidak suka jika mengetahui ia dibicarakan.
Sambil menunggu tukang sayur lewat, saat arisan, mengunjungi tetangga, atau bahkan duduk di rumah di depan televisi tak luput dari godaan untuk menyantap bangkai saudara sendiri.

Friday, 24 March 2017

Berkah Silaturrahim yang Pernah Kurasakan




Pernah mengalami rasa tidak enak saat bertamu?
Saya sering *eh. Beberapa hari kemarin ‘nggak enak’ itu terjadi karena diri saya sendiri.
Saya menanyakan ke seorang teman apakah sore nanti di rumah karena saya ingin berkunjung, beliau menjawab silakan karena tidak pergi ke mana-mana. Rencana saya berangkat dari rumah ba'da ashar (begitu selesai shalat ashar langsung berangkat) perkiraan waktu maksimal pukul 15.30 sudah menuju ke sana.
Rupanya sikecil yang tidur siangnya terlambat belum bisa dibangunkan meski adzan ashar sudah berkumandang. Alhasil kami harus mundur dari waktu yang sudah direncanakan. Suami pun tiba-tiba harus mengerjakan pesanan dadakan (seperti tahu bulat aja nih digoreng dadakan).

Monday, 20 March 2017

Mencoba Ayam Geprek & Kremes Tlogosari Semarang

Assalamu'alaikum, Temans.

Akhir-akhir ini saya lagi demen banget makan pedes dan asin nih, Temans. Meskipun tetap pedasnya maksimal level 4 karena perut selalu protes jika kepedasan. Sayang perut dan sakitnya itu lho yang nggak nahan, makanya meskipun mulut inginnya makan yang super pedas, tapi harus ditahan-tahan demi diri sendiri. Ya kan?!

Kemarin malam suami ngajak jalan, cari angin aja karena cuacanya sedang panas sekali. Saya pun mengiyakan apalagi si Kecil juga menagih janji motoran sama ayahnya setelah pulang kerja.

Saat melewati jalan di perumahan, tiba-tiba mata tertuju pada warung makan di ruko Parang Barong Square, Jalan Parang Barong Raya Tlogosari. Warung itu tepat berada di seberang jalan yang sedang kami lewati.

Wednesday, 15 March 2017

Mengapa Harus Menulis?


“MENULIS adalah caraku BERBAGI,
‘mengobati diri sendiri’, belajar mengerti dan memahami” (Arina Mabruroh)

Assalamu’alaikum, Temans.
Kenapa menulis? Mau nulis apa? Gimana bisa nulis? Kamu sih apa-apa ditulis.
Pertanyaan dan pernyataan ini sering sekali muncul saat bersama keluarga atau teman yang mengetahui ‘kegilaan’ saya pada dunia menulis. Pertanyaan yang seringkali bernada penasaran ingin menulis juga alasan untuk tidak menulis.
Saya menulis apakah karena tulisan saya sudah berkualitas? It’s a BIG NO! Justru karena tulisan saya masih level sangat biasa maka saya memaksa diri sendiri untuk terus berlatih mengolah kata. Bukankah setiap ahli selalu memulai dari percobaan dan kegagalan? Bukankah setiap capaian dimulai dengan langkah demi langkah?

Sunday, 12 March 2017

Mudahnya Hitung dan Bayar Zakat dengan kalkulatorzakat.com




arinamabruroh.com - Mudahnya Hitung dan Bayar Zakat dengan kalkulatorzakat.com
Assalamu’alaikum, sudah bayar zakat?
Ada apa ini, tanya-tanya seputar zakat?
Eits! Karena sebentar lagi bulan Ramadhan dimana ada salah satu kewajiban dan rukun islam yaitu membayar zakat fitrah. Tapi, selain di bulan Ramadhan pun kita juga punya kewajiban membayar zakat bagi yang sudah mencapai syarat-syaratnya.
Saya sudah harus membayar zakat belum ya? bingung ngitungnya... 
“Untuk itulah ada kalkulator zakat yang membantu menghitung zakat dari harta yang kita miliki. Kalkulatorzakat.com merupakan landing page yang digagas oleh Dompet Dhuafa (DD) Jateng, dengan tujuan untuk memberikan edukasi, penyadaran, dan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi seputar zakat dan cara menghitungnya sekaligus melakukan pembayaran zakat secara online,” tutur Imam Baihaqi, Pimpinan Cabang DD Jateng dalam kesempatan launching website kalkulatorzakat.com pada Jumat (10/3) di kafe D’Cost, Semarang.

Friday, 10 March 2017

Mengulik Sejarah Roti Gandjel Rel Khas Semarang

Bismillahirrahmanirrahim,
Halo Temans, saya belum bisa move on dari keseruan mencoba baking Gandjel Rel waktu itu nih.. benar banget ya jika pengalaman pertama itu selalu tak terlupakan.
Oia, barangkali ada yang penasaran dengan roti legendaris yang khas banget di Semarang, saya bagi deh informasi seputar Gandjel Rel buat Teman semua. Informasi ini hasil interview dengan owner sekaligus penyedia ribuan Gandjel Rel saat dugderan, Mas Faishal Aushafy (tapi biasanya saya panggil ‘Pak’ meskipun usia beliau masih terbilang muda). Oia, nama bekennya kan Bang Sofi, jadi next kita panggil ‘Bang Sofi saja.

Saturday, 4 March 2017

Legitnya Roti Gandjel Rel, Kuliner Legendaris Kota Semarang dalam Jepretan ASUS Zenfone 3 Max

Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone



GANDJEL REL
Tepung terigu, palm sugar, 25 rempah, wijen, fermipan, minyak goreng, air.
Manis, Legit, Beraroma rempah. Mengenyangkan, menyeret untuk mengenang masa lalu.