Saturday, 10 September 2016

Manfaat Memiliki Laporan Keuangan Bulanan Blogger

‘Terbiasa mencatat hal kecil akan memudahkan kita saat mencatat yang besar’
Ungkapan ini kudapat dari sebuah buku enterpreneurship, yang ditulis oleh seorang pengusaha sukses. Yeah, redaksinya tidak persis seperti itu karena bukunya pun kucari entah kemana. Mungkin terpaksa mengendap di kontainer paling bawah saat banjir melanda perumahan kami dua tahun silam.
Pernyataan tersebut jelas sekali menohok saya yang sedang belajar dan membuka online shop. Awalnya saya rajin untuk mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan sampai sekecil-kecilnya. Lama-kelamaan, disebabkan berbagai aktivitas yang menguras tenaga dan pikiran akhirnya tidak konsisten setiap hari mencatat pengeluaran dan pemasukan.
Padahal seharusnya, baik menjadi ibu rumah tangga maupun menjadi fulltime blogger dan aktivitas lainnya, penting sekali untuk membuat laporan keuangan bulanan. Apalagi menjadi seorang blogpreneur, aktivitas ini menjadi wajib sekali bukan? Untuk melihat sejauh mana perkembangan kita dari waktu ke waktu.

Gara-gara menulis ini saya pun merasa diingatkan kembali untuk mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan baik untuk urusan rumah tangga, online shop, maupun blogging. Iya, saya belum lama menjadi blogger, tapi kalau ditanya sudah pernah menghasilkan dari blogging? saya dengan bangga akan menjawab ‘sudah’ meskipun jika dibandingkan dengan blogger yang lain, pasti penghasilan saya masih jauh di bawahnya.
Pertama kali saya merasakan ‘dapat duit’ dari blogging adalah setelah mengikuti lomba blog PKPU Semarang bertema Anak Yatim pada tahun 2015. Awalnya mengikuti lomba itu sekedang having fun dan senang dengan tema yang diangkat. Terlebih saya punya pengalaman dengan anak yatim yang membuat trenyuh. Kisah tersebut dituangkan dalam cerpen duet bersama Mba Anita Kurniawati (Nitha Ayesha) yang awalnya digunakan untuk suatu lomba di dunia maya tetapi PJ lombanya ‘melarikan diri’. Oia, kisah ini hanya sebagai tambahan saja, karena yang kuikutkan lomba adalah sebuah tulisan yang menyoroti stigma masyarakat tentang anak yatim yang nakal.
Baca:
Rupanya, saya menjadi juara (benar-benar tidak menyangka) dan mendapatkan hadiah berupa uang, Al-Qur’an tajwid, dan selembar piagam penghargaan. Wow! Rasanya benar-benar membuncah kala itu. sangat berterimakasih kepada suami yang selalu mendukung saya. dan itu pun menjadi lecutan agar saya terus belajar menulis agar bermanfaat untuk orang lain.
Pencapaian ini saya ingat benar-benar dan saya simpan piagamnya. Bukan untuk menyombongkan diri tetapi lebih kepada berjaga jika suatu saat dibituhkan.
Setelah itu, lambat laun mendapat tawaran kerjasama dengan imbalan mulai dari Rp. 25.000 berupa pulsa atau uang tunai, hingga tawaran bernilai ratusan ribu. Ya, masih kecil. Tapi bukankah jika terbiasa mencatat hal kecil maka kita akan lebih mudah saat mencatat yang besar?
Duh, malah muter-muter ya bahasnya (Piss. Jadi nostalgia :P). Kembali lagi tentang pentingnya membuat laporan keuangan bulanan bagi blogpreneur, maka inilaah beberapa manfaatnya menurut saya:

Sebagai Porto Folio
Ketika mengikuti workshop Fun Blogging #9 di Semarang, kami mendapat materi mengenai monetizing blog. Salah satunya adalah tips membuat rate card untuk diajukan kepada agency saat mereka menawarkan kerjasama. Besar/kecilnya nominal yang tertera di rate card adalah tergantung kualitas blog dan faktor pendukung seperti media sosial. Tak kalah penting adalah brand/agency yang telah bekerja sama dengan kita.
Besaran yang kita dapatkan dari para agency/brand tersebut adalah murni urusan kita dengan mereka dan tak perlu dijelaskan secara gamblang kepada orang lain. kenapa bisa menjadi porto folio? Bisa saja kita lupa brand mana yang telah melakukan kerjasama dengan kita. Nah, jika kita punya back-up laporan keuangan yang detail, kita bisa menjadikannya sebagai acuan pribadi dan mencantumkan logo/nama brand/perusahaan dalam rate card kita.

Menyiapkan Diri untuk Mendapat yang Besar
Ehm! Bahasanya seperti motivator saja (:D). Iya, saya sedang memotivasi diri sendiri juga, bahwa jika sekarang saya rajin mencatat ini itu  manfaatnya akan ada di masa depan.
Malu juga sih, karena sejak beberapa bulan terakhir bahkan catatan keuangan online shop pun tidak rutin kulaporkan kepada ‘Pak Boss’ (habis ini harus beres-beres lagi nih, nyatat stock opname dan laporan lain-lainnya. Semangaaat!!)
Ribet ah, pemasukan masih sedikit...
Hm.. saya juga pernah membuat pernyataan seperti itu, tapi akhirnya memaksakan diri untuk membuatnya meskipun sederhana dan beberapa bulan tidak ada pemasukan.
Lagi-lagi, kalau sudah terbiasa mencatat hal yang kecil, artinya kita tengah menyiapkan diri untuk hal besar yang akan datang. Bayangkan nanti kalau banyak kerjasama dengan brand, mana yang sudah dibayar, mana yang belum lunas, mana yang belum laporan, dll.
Supaya tidak memusingkan, membuat laporannya fleksibel saja. Tidak harus dengan buku kas tapi bisa memakai aplikasi, catatan di smartphone, atau excel di komputer. Kalau saya memilih menggunakan excel, karena banyak data tersimpan di komputer.
Saya buat folder khusus blogging, yang isinya mulai dari draft, gambar, bank ide, dll. Di dalam folder tersebut juga terdapat folder khusus untuk kerjasama mulai dari content placement, job review, liputan acara, dll. Nah, cashflow saya masukkan dalam folder khusus kerjasama tersebut. Isinya juga sederhana ko, hanya nomor, tanggal, pemasukan, pengeluaran, dan keterangan. Nama brand yang bekerjasama bisa dimasukkan ke kolom keterangan. Atau jika perlu ditambahkan rekening bank, jika menggunakan beberapa nomor rekening.
Pengeluaran terutama untuk pulsa karena masih lebih sering nebeng suami jadi tidak saya masukkan. Mungkin untuk selanjutnya harus lebih detail dan mencatat semuanya :)
Cashflow saya, meskipun masih sering kosong :D
dok. pribadi



Melatih Disiplin
Yup! Ini juga penting, kan Teman?
Kalau sudah terbiasa mengatur waktu, mengatur keuangan, dll kita akan lebih disiplin dan menghargai waktu. Hiks. Saya sebenarnya urusan time management, money management dan manage-manage yang lain masih keteteran.. *cry* tapi kudu belajar kan? iya, itu pasti.
Seperti kata Aa Gym, memulai dari yang kecil, memulai dari diri sendiri, dan mulai dari sekarang.
Urusan cashflow begini saya mah, apalah... semoga teman-teman berkenan untuk menambahkan :D 

Salam, 

No comments:

Post a Comment

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam