Saturday, 9 April 2016

Cerita Horor Bertemu Siti Ongki

Credit pexels.com
Assalamu'alaikum, Temans.
Punya pengalaman horor? Ehm! Nggak melulu seputar dunia mistis ya. Saya juga rasa-rasanya nggak pernah ngalamin hal-hal aneh semacam melihat penampakan dari dunia lain itu. Duh.. amit-amit deh jangan sampai melihat wujud mereka. Hii.. 
Ngeri sih sewaktu mendengar cerita ada kakak sepupu yang pernah melihat genderuwo yang besar dan tingginya melebihi atap rumah. Ada juga teman yang saat acara jurit malam diganggu mereka. Ceritanya si teman ini aktif di pramuka, waktu kemah ada challenge untuk melintasi kuburan. Rupanya si teman ini diikuti bayangan yang berbeda dengan bayangan dirinya, tapi sampai berkali-bali dia menengok tidak ada sesuatupun yang terlihat. Puncaknya, tiba-tiba ia melihat tubuh tanpa kepala tak jauh dari pos yang harus dia datangi. Setelah kejadian itu berkali-kali ia melihat penampakan dimana-mana dan akhirnya diruqyah.
Saat kuliah dan tinggal di sebuah kos, ada teman akrabnya roomate yang bisa melihat penampakan-penampakan itu. Ia mengaku seringkali didatangi dan dengan santainya dia menyapa 'orang' tak terlihat itu. Tentu saja tingkahnya yang kadang sedikit aneh itu membuat teman-temannya ketakutan.
Jika ia mampir ke kos dan melihat sesuatu, otomatis ekspresi wajahnya berubah. Begitu menyadari ada yang aneh dengan dirinya, kami pun tak berani bertanya macam-macam, hanya menyingkir pelan-pelan.
Suatu hari ia datang ke kos dengan wajah ceria. "Mbak! Aku sudah nggak lihat penampakan lagi."
"Oia? Gimana ceritanya?"
Lalu ia pun bercerita bahwa baru saja is diruqyah dan terbukti ada jin di dalam tubuhnya. Setelah jin itu diusir paksa ia pun tak bisa melihat lagi wajah-wajah dari dunia lain.
"Aku penasaran deh dulu kamu lihat apa di rumah ini,"
"Itu Mba.. ada mbak-mbak suka duduk deket magic com sama mbah-mbah di dekat pintu belakang."
Glekh! Untunglah tinggal menunggu hari kontrakan habis jadi kami akan segera pergi dari rumah kos berhantu itu.
Ternyata memang benar jika ada yang bisa melihat penampakan itu salah satu indikasi seseorang dirasuki jin juga. Ngeri ih. Semoga bisa membentengi diri dan nggak perlu berurusan sama makhluk halus meskipun sangat percaya mereka ada.
Terus.. Siti Ongki itu siapa? Kuntilanak cantik? Atau sundel bolong?!
Hush! Bukan! Simak dulu ceritanya ya,
Si Mbak Siti Ongki ini adalah seorang perempuan gila yang sering berkeliaran di Desa Kalibeber. Saat aku bersekolah SMP di MTsN Kalibeber Wonosobo, mau tidak mau aku harus melewati 'daerah jajahan' Ongki. Oia, kata senior yang sudah lebih dulu 'mengenal' sih, nama sebenarnya Siti tapi entah kenapa tambahan Ongki itu menjadi nama bekennya.
Jika pagi-pagi kami berangkat sekolah, Ongki pasti sudah bersiap patroli dipinggir jalan. Sesekali dia hanya diam memandangi kami tapi tak jarang mengganggu dengan menarik-narik tas atau mengejar-ngejar. Untungnya bukan tipe orgil yang kekeuh mengejar buruannya. Begitu kami agak jauh dia cuek. Meski begitu tetap saja bertemu dengannya selalu menjadi olahraga jantung.
Biasanya kami berangkat bersama-sama, khususnya aku dengan keempat temanku yang semuanya laki-laki. Bayangkan aku harus menjajari mereka yang langkahnya panjang sementara aku memakai seragam rok span panjang, heu! Jika dari jauh sudah terlihat Ongki, otomatis aku mlipir mencari perlindungan dari mereka. Tas punggung kukencangkan lalu dua tangan siap-siap menarik rok jika keadaan memaksa kami berlari. Jangan bayangkan lucunya aku lari-larian nyincing rok ya, hehe. Yah, waktu itu kan belum baligh dan belum paham soal hijab. Pakai jilbab aja masih pas ke sekolah sama pergi jauh aja.
Kejadian itu berlangsung sampai sekian lama, hingga suatu hari aku pulang sekolah sendirian karena ada ekskul. Sepanjang jalan merapal do’a memohon keselamatan dari Allah. Jangan ditanya jalannya secepat apa, oh ya secepat yang aku bisa. Mendekati ujung perkampungan yang biasanya Ongki berada, jantungku berdegup makin kencang.
‘Aduh... jangan sampai ketemu Siti Ongki..!’ jeritku dalam hati. Tak lupa, menyiapkan langkah seribu. Benar saja! Baru menghela nafas lega karena tidak menemuinya sampai ujung kampung tiba-tiba ia muncul dari balik perdu yang menutupi pinggir jalan. Alamak! Dari jauh matanya sudah menghunjam ke arahku seperti seekor singa yang ingin segera menelan mangsanya mentah-mentah.
Keringat sebesar biji jagung pun menetes di dahi. Badan gemetaran untungnya tidak sampai pee di jalan. Begitu kami berpapasan tiba-tiba ia mengusapkan telapak tangannya ke hidung lalu menyeka ingusnya yang meler. Serta merta ia mengangsurkan tangannya ke arahku. Nooooo!!! Aku menutup mata lalu menjerit keras, eh maksudnya lari. Untung tangannya meleset persekian senti sehingga baju seragamku tetap bersih dari jamahan tangannya. Hiiii! Bergidik membayangkan jika yang terjadi sebaliknya. Uweeek!
Fyuuh... setelah agak jauh dan tak terlihat Ongki mengejar, aku pun memperlambat langkah sembari mengatur nafas. Nasib sekolah jauh dan jalanan cukup sepi, jadinya sering ada orang gila berkeliaran atau sekedar lewat.
Setelah kejadian itu aku menjadi lebih awas di jalan khususnya saat melewati daerah itu. Tetapi karena hampir setiap hari bertemu dengannya, lama-kelamaan kami pun mengetahui kelemahannya. Ya, kami harus menggertaknya terlebih dahulu sebelum ia berbuat sesuatu. Jika kena gertak biasanya ia akan diam atau berlalu sambil mamandangi kami.
Alhamdulillah, Ongki oh Ongki.

22 comments:

  1. Ongki...ongki..emang suka ada aja yaa orang kasih nama orang gila, saya takut sekaligus kasihan kalau lihat orang gila mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sama Mba.. kasihan sebenarnya, apalagi yang terlantar di jalan gitu..

      Delete
  2. Hihihihi, jadi inget saudara yang juga bisa ngeliat makhluk halus. Dulu di Jogja juga ada teman yang begitu. Bepergiaan dengan dia jadi nggak enak, karena selalu bilang, "di sana ada apa, di situ apa, di belakang apa." Ngeri malahan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, iya Pak, nggak enak banget pergi sama orang yang bisa 'lihat'. bawaannya jadi ikut serem

      Delete
  3. Di kampung saya dulu juga suka kedatangan wanita yang kurang waras. Dandanannya menor dengan aksesoris yang begitu banyak, menari, sambil matanya plerak-plerok. Saya takut bukan main.
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam. Pakdhe..

      Hehe. mantan artis mungkin itu Pakdhe..

      Delete
  4. Kalo saya dulu waktu SMA ada foto band di kamar seakan kedip-kedip, dan semua sepupu pun merasakan hal yang sama. Sampe akhirnya semua tidur dalam satu kamar saking takutnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hiii! mengerikan juga,
      mirip kisah mistis yang lukisan dilihat dari berbagai sisi terlihat seolah matanya memandang kita, padahal kalau dilihat dr depan jelas2 matanya menatap ke depan

      Delete
  5. Ealah itu Mba Siti kok ganas amat sampai hobi ngejar-ngejar orang lewat. Alamat olahraga kalau ketemu tiap hari.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget Mba, padahal itu sudah lumayan jalan cepat hampir 2KM lho sebelum ketemu Ongki

      Delete
  6. Aku juag takut ketemu orang gila, mbaa. Soalnya kuatir mereka nekat melakukan sesuatu. Aku pernah ke kantor trs diteriakin ama orgil. Aku ampe ketakutan. Trs dibantu abang2 ojek di dekat kantor. Seremm ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba, mereka kan nggak kaya orang waras yang umumnya kalau diingetin denger

      Delete
  7. Walah mbak Siti-nya nyari temen itu mbak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha. Mba Ririt mau nemenin? Ups :P

      Delete
  8. haha...kok kelakuan orang waras sama ya? di tempat saya dulu ada orang kurang waras dikasih nama beken 'Madonna'. entah nama aslinya siapa.

    kalo di sini ada beberapa orang dengan gangguan kejiwaan yang aneh-aneh mbak. ada yang sukanya manggil orang sambil mukul-mukul benda (untuk bikin bunyi-bunyian bukan menyakiti orang), ada yang sukanya minta duit seribu untuk beli rokok atau kopi, ada yang kerjaannya lari-lari entah pagi entah siang pokoknya lari.

    dan yang terakhir mbak-mbak yang suka dandan dan bawa tas serta nenteng HP. mbak ini tiap hari bajunya ganti. kadang pake rok mini dan celana ketat. kadang nongkrong di depan ATM ikut ngantri. kadang duduk di indom*ret sambil pura-pura nelpon. kalau kata suami saya sih mbak ini bisa jadi intel. bisa juga sih. wong tiap hari jajan dan dandan lho dia.

    atau jangan-jangan kesemua yang saya sebutin tadi adalah intel?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi. intel yang lagi nyamar.. boleh juga sih, biar kitanya ga takut sama orgil :D

      Delete
  9. Aduh mbakkk aku sampe deg2an loh.
    Aku mah lebih takut dikejar2 org Gila dibandingin sama mahluk halus.
    Oiya katanya org Pinter sih kalo bisa ngeliat yg halus2 biasanya bakat, bisa kok ditutup mata batinnya.
    Hihihihi
    Untungnya aku ga bs liat

    ReplyDelete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam