Saturday, 30 April 2016

Buat Apa Traveling?

Beberapa tahun terakhir, travelling menjadi kebutuhan manusia, menjadi sebuah lifestyle yang wajib dianggarkan oleh banyak orang.
Teman-teman juga suka trevaling? Apa sih sebenarnya tujuannya? Sekedar mengikuti trend, atau malah hanya untuk pamer-pamer di medos ‘ini lho aku habis kesini, baru ngetrip ke negara tetangga’ dll?!
Ish! Kalau teman-temanku yang baik hati dan tidak sombong pasti traveling nggak sekedar itu, ya kan, ya kan?! sayang lah ya usaha ngumpulin dana dan nyiapin jadwal kalau hanya untuk hal-hal remeh temeh. Ada banyak nikmat dan manfaat yang bisa kita dapatkan dari jalan-jalan.
Tapi sayang uangnya, pasti mahal makanya nggak semua orang bisa traveling kan?
Hm.. siapa bilang?

Friday, 29 April 2016

AADC: Seni Meracik Kopi ala Strada Coffee

Tanggal 28 April, pasti sangat dinanti-nanti sama pecinta AADC karena sekuel kedua film yang ngehits 14 tahun yang lalu itu bakal tayang *sudah nonton belum, Teman?*. Tapi bagiku, ada yang lebih special karena hari itu adalah 3rd wedding anniversary kami. Ehm. Abaikan yang ini, Temans. Doakan saja semoga kami bisa terus bergandeng tangan saling melengkapi dalam mengarungi bahtera rumah tangga hingga kelak di jannah-Nya. 
Tuh, kan malah jadi panjang bahas yang satu itu? Yuk ah kembali lagi ke AADC. Apa hubungannya AADC  sama Strada coffee? Hihi. Yang ini beda, Temans. AADC yang ini adalah Ada Apa Dengan Coffee, yang ternyata seseru menantikan kabar selanjutnya si Cinta dan Rangga.

Mba Van, owner Strada Coffee dalam AADC
Senang sekali bisa datang ke sana dan ikut kelas AADC meskipun ada insiden hujan deras - nggak bisa dianterin naik motor karena Hasna nggak mau ditinggal daripada resiko dia kehujanan dan kena angin di jalan ya kan?! Pesan taksi pakai aplikasi nggak ada yang nyambung, tunggu punya tunggu telpon ke call center. 15 menit belum datang juga, telepon lagi buat cancel dan mau sedikit 'memaksa' Hasna buat tinggal dirumah sama Mbah Uti sementara ayah nganterin bunda. Tahu-tahu ada yang ngetuk pintu, taxi datang! Ow! Rupanya karena tidak ada taksi available di dekat rumah jadi yang datang taksi dari jauh. Dan lagi biasanya ada SMS masuk dari operator kalau taksi sudah meluncur, ternyata nggak ada juga. Yasudahlah, kasihan bapaknya sudah datang.
Jelas sampai Strada Coffee sudah telat, untung masih ditunggu sama temen-temen blogger Gandjel Rel dan Mba Evani Jesslyn, owner Strada Coffee yang akrab disapa Vani. Yuk, lanjut ada apa saja di AADC ini.

Tuesday, 26 April 2016

Mandi Kembang ‘Ritual Buang Sial’ ala Meriska PW

“Mandi kembang tengah malam... jangan kau lakukan... “ crik.icrik.dungdung.tektek.dungdungdung.
Ups! Stop nyanyi lagu dangdut mandi kembang-nya Caca Handika. Entah kenapa ngomongin tentang mandi kembang yang keingat justru lagu dangdut yang waktu aku kecil dulu sering kudengar dari radio atau di kendaraan umum. Hihi.
Eh,ngapain tiba-tiba ngomongin si-mandi kembang coba?! Sssttt! Mandi kembang yang ini beda. Iya, beda! Karena ini nama blognya mahmud abas (mamah muda anak baru satu) yang cantik kinclong, Mba Meriska PW.    
Mba Meriska ini lahir di Blitar Jawa Timur lalu belasan tahun hidup di Lombok. Sejak tahun 2016 kembali lagi ke jatim tepatnya di Kota Sidoarjo setelah sebelumnya tinggal di Malang. Btw tempat tinggalnya Mba Meriska ini bikin mupeng semua deh, tempat asyik buat jalan-jalan ini mah.


Meriska PW and Her Family
credit Mandi Kembang

Kembali lagi ke ‘Mandi Kembang’, sempat menggelitik waktu pertama kali dengar nama ini.

Sunday, 24 April 2016

‘Kres-kres’ Mie Ayam & Bakso Jamur SS

Assalamu’alaikum, Teman-teman kalau pergi ke daerah di Kabupaten Semarang seperti Bandungan dan sekitarnya pasti mencari makanan khas daerah setempat kan? Tapi (setahu saya) yang berlimpah adalah makanan khas yang cocok untuk oleh-oleh. Sedangkan makanan khas seperti tahu gimbal di Semarang atau Mie ongklok di Wonosobo tidak ada. Paling terkenal mungkin beberapa pemancingan yang menyuguhkan berbagai menu olahan ikan. Oia, ada juga sate kelinci, tapi memang di tempat wisata pegunungan banyak yang menjual sate kelinci seperti di Baturraden Purwokerto dan Grojogan Sewu Tawangmangu.
Jika berkunjung ke Bandungan, sekali-kali berjalanlah lebih jauh sampai wilayah Sumowono. Tidak terlalu khas memang, tapi unik. Ada bakso Jamur SS yang terletak di pinggir jalan raya Bandungan – Sumowono tepatnya di KM 5. Berseberangan dengan sebuah kuburan.

Thursday, 21 April 2016

Chocolate Lover, Kamu Harus ke Sini: Chocomory Bawen Semarang


Assalamu’alaikum,
Teman-teman, Chocomory sekarang ada di Semarang, lho..! ooh.. sudah tahu? Alhamdulillah kalau gitu. Hihi. Buat yang belum tahu, barangkali  butuh informasi yes!
Chocomory adalah toko coklat dibawah manajemen Cimory Cisarua Bogor. Tahun 2015 hadir di Semarang. Chocomory berada di lokasi Cimory on The Valley Bawen. Jika jalan-jalan ke sana, sayang sekali kalau melewatkannya. Ada banyak sekali koleksi cokelat dan aneka merchandise seputar coklat yang unyu punya.
Di depan toko ini, pengunjung akan di sambut oleh embak-embak cantik dan mas ganteng yang ramah pakai banget. Gayanya juga lucu, khas Jepang gitu... makanya dulu aku tahunya Chocomory itu produk Jepang karena melihat iklan di baliho-nya yang menurutku bernuansa Japanese. Ternyata lokal asli Indonesia.

Friday, 15 April 2016

7 Alasan Menggunakan Aplikasi My Blue Bird


Transportasi merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting baik untuk pendistribusian barang maupun mobilitas manusia sendiri. Berbagai sarana transportasi umum telah disediakan oleh pemerintah maupun swasta, namun tak sedikit permasalahan masih sering terjadi.
Kondisi transportasi di Indonesia masih jauh dari ekspektasi. Karena itu harus ada perbaikan agar berbagai masalah di jalan raya bisa teratasi. Untuk pelayanan transportasi darat selain kereta api, sering mengalami masalah kemacetan. Di Ibu Kota dan beberapa kota besar lainnya, macet menjadi menu sehari-hari para pengguna jalan. Di kota Semarang meskipun belum separah ibu kota, kemacetan di beberapa titik sering tak terelakkan.
Bagaimana mengatasi masalah ini? Tentunya harus ada kerjasama yang baik antara pemerintah dengan masyarakat. Seperti di beberapa negara tetangga sebutlah Singapura dan Jepang. Fasilitas transportasi umum sangat memadai di kedua negara tersebut. Masyarakat dimanjakan dengan mudahnya akses kendaraan umum dari dan ke berbagai tempat. Masyarakat pun berusaha disiplin dan menjaga fasilitas yang ada sehingga kenyamanan dan keamanan bisa dinikmati bersama.
Bagi saya yang tinggal di Semarang, kemacetan bukan menjadi masalah pelik karena biasanya macet hanya pada jam-jam dan ruas jalan tertentu. Selain dibonceng naik motor oleh suami, saya pun akrab dengan angkutan umum terutama angkot. Jarang naik trans Semarang atau BRT karena rempong bawa anak apalagi saat penuh dan berdesakan kecuali sangat terpaksa. Alternatif selain angkot adalah taksi karena lebih nyaman, mudah dan aman meski dalam kondisi hujan atau panas terik.
Beberapa waktu yang lalu saya menghadiri acara Gathering dan Launching Aplikasi Pemesanan Taksi Online My Bluebird. Beberapa hari menjelang acara itu saya sudah download dan regostrasi aplikasi ‘My Bluebird’ di smartphone. Waktu itu belum tahu bagaimana cara menggunakannya, untungnya saat acara kami mencoba aplikasi ini secara langsung. Ternyata mudah sekali, lebih simple dari pada memesan lewat call center.  
Ehm!. Sorry to say ya.. bukannya tarif Bluebird itu lebih mahal dibanding taksi lainnya?! iya memang benar, Temans... tapi dengan selisih sekian ribu itu lebih banyak manfaat yang kita dapatkan, kenapa tidak?! Apalagi dengan adanya aplikasi ini sangat membantu kita para customer lho, nggak percaya? Simak dulu yuk alasan saya menggunakan taksi Bluebird dan aplikasi ‘My Bluebird’.

Monday, 11 April 2016

Tips Edit Video untuk Hasil yang Maksimal

credit pexels.com 
Asslamu’alaikum, Teman-teman.
Bagaimana trik teman-teman agar pembaca blog tidak bosan dengan blogpost kita? Selain konten yang menarik, pembaca pastinya sangat senang dimanjakan dengan foto dan video yang oke kan?. Yup! Inilah yang masih menjadi perbincangan di kalangan blogger yaitu terkait infografis untuk mempercantik tampilan blogpost dan menampilkan data-data yang diperlukan.
Bagi yang sudah pandai bermain dengan desain grafis atau minimal edit-edit foto, hal ini tidak menjadi soal. Tapi bagi emak-emak seperti saya yang bahkan sudah lupa bagaimana menggunakan photoshop basic adalah sebuah PR berat. Tapi namanya belajar tak mengenal usia dan profesi, maka kami (eh, saya) pun harus belajar seputar infografis. Apalagi banyak lomba yang menjadikan infografis sebagai salah satu penilaian yang menentukan. Hm, tidak muluk-muluk sih, yang penting bisa membuat tampilan blogpost lebih menarik dulu.

Sunday, 10 April 2016

Aktivitas Seru Saat Liburan di Rumah


Assalamu’alaikum, Temans.
Bosan jalan-jalan? Stay di rumah aja yuk! Eh, kebalik ya?! Hehe.
Agak gimana gitu ya ngomongin tentang liburan di rumah secara saya ini full time mother kebanyakan gaya. Aktivitas saya setiap hari di rumah bersama si-Kecil kecuali jika ada agenda kopdar ceria bersama emak-emak sosialita. Liburan itu artinya saat suami tidak masuk kerja meskipun bukan hari libur. Ko bisa?! Iya, karena mengabdi di lembaga sosial dan jadwal kerjanya sering tak menentu.
Saat liburan kami jarang sekali mengagendakan berwisata ke suatu tempat. Seperti beberapa waktu yang lalu saat long weekend saya mengajaknya pergi ke Cimory Bawen dan Umbul Sidomukti _yang sudah lama sekali kuidamkan_ rupanya dia pun menolak karena ada agenda kantornya. Apalagi libur akhir pekan biasanya tempat wisata penuh sehingga tidak bisa menikmati dengan leluasa, dan saya mengiyakan alasan yang satu ini.
Sabtu malam Minggu tiba-tiba dia bilang ingin mengajakku pergi di hari Senin. Nggak salah tuh weekdays jalan-jalan? Ternyata dia berniat ambil cuti sehari. Alhamdulillah... sejak rencana itu ia utarakan si-Kecil Hasna sudah kusiapkan untuk mbolang. Mulai ku-sounding bahwa kami akan berjalan-jalan naik motor ke tempat yang agak jauh. Bekal perjalanan sudah siap, bahkan sampai kaos tangan dan masker pun sudah kumasukkan ke dalam tas agar tidak ketinggalan.
Senin pagi kami siap berangkat, tiba-tiba Mbah kakungnya yang sedang pulang tertarik untuk ikut. Ada Mbah kakung tidak bersama Mbah Uti tentu kurang lengkap, bukan? Akhirnya beliau mengajak pergi naik mobil saja. Alhamdulillah... rejeki nomplok ini mah namanya.
Ish!. Ko malah bahas ini sih?! Eheheh *piss
Saat hari libur tapi hanya bisa jadi DRS alias di rumah saja, bagaimana perasaanmu?

Saturday, 9 April 2016

Cerita Horor Bertemu Siti Ongki

Credit pexels.com
Assalamu'alaikum, Temans.
Punya pengalaman horor? Ehm! Nggak melulu seputar dunia mistis ya. Saya juga rasa-rasanya nggak pernah ngalamin hal-hal aneh semacam melihat penampakan dari dunia lain itu. Duh.. amit-amit deh jangan sampai melihat wujud mereka. Hii.. 
Ngeri sih sewaktu mendengar cerita ada kakak sepupu yang pernah melihat genderuwo yang besar dan tingginya melebihi atap rumah. Ada juga teman yang saat acara jurit malam diganggu mereka. Ceritanya si teman ini aktif di pramuka, waktu kemah ada challenge untuk melintasi kuburan. Rupanya si teman ini diikuti bayangan yang berbeda dengan bayangan dirinya, tapi sampai berkali-bali dia menengok tidak ada sesuatupun yang terlihat. Puncaknya, tiba-tiba ia melihat tubuh tanpa kepala tak jauh dari pos yang harus dia datangi. Setelah kejadian itu berkali-kali ia melihat penampakan dimana-mana dan akhirnya diruqyah.
Saat kuliah dan tinggal di sebuah kos, ada teman akrabnya roomate yang bisa melihat penampakan-penampakan itu. Ia mengaku seringkali didatangi dan dengan santainya dia menyapa 'orang' tak terlihat itu. Tentu saja tingkahnya yang kadang sedikit aneh itu membuat teman-temannya ketakutan.
Jika ia mampir ke kos dan melihat sesuatu, otomatis ekspresi wajahnya berubah. Begitu menyadari ada yang aneh dengan dirinya, kami pun tak berani bertanya macam-macam, hanya menyingkir pelan-pelan.
Suatu hari ia datang ke kos dengan wajah ceria. "Mbak! Aku sudah nggak lihat penampakan lagi."
"Oia? Gimana ceritanya?"

Friday, 8 April 2016

Liza P Arjanto, Penulis Produktif yang Rajin Blogging

Liza P Arjanto. Mungkin banyak diantara Teman-teman yang akrab dengan nama tersebut? Ya, itu adalah nama pena dari Liza Permasih. Saya pun sudah sering mendengar namanya dan mungkin pernah membaca karyanya si media cetak tapi belum ngeh kalau itu adalah Mba Liza, sapaan akrabnya.
Mengenal beliau di komunitas Blogger Perempuan adalah sebuah kebahagiaan tersendiri. Jujur, saya sangat senang berkenalan dengan banyak penulis dan blogger karena artinya semakin banyak orang yang bisa menjadi inspirasi sekaligus menjadi tempat mencari ilmu.
Saat pertama kali blog walking ke blog beliau yang bertajuk MomaLiza, langsung terkagum dengan sosok ibu yang satu ini. Anaknya ada 6 orang lho, yang paling besar sudah kuliah dan yang paling kecil masih balita. Entahlah, meskipun di sekeliling saya juga banyak teman/kenalan yang mempunyai anak 5 ke atas tetapi selalu ada kekaguman tersendiri dengan orang yang diberi amanah banyak anak oleh Allah.

Thursday, 7 April 2016

Internet Cepat dan Paket Freedom Combo Membuat Banyak Hal Menjadi Mudah


Bisa berselancar di dunia maya tanpa hambatan yang berarti adalah anugerah yang sangat nikmat dan harus disyukuri. Kenapa? Karena banyak orang di luar sana yang sehari-harinya kesulitan untuk mengakses internet. Jangankan internet, bisa lancar berkomunikasi lewat telepon dan SMS pun sudah menjadi nikmat yang luar biasa.
Kalau di luar Jawa sih mungkin, tapi di Jawa masa ada sih daerah yang seperti itu? Aduh.. nggak usah jauh-jauh, Teman. saya pernah mengalaminya sendiri bukan bertahun-tahun yang lalu tapi sampai sekarang pun nyaris sama. Ndesit (baca: desa terpencil) banget kah desa kelahiranku itu? Sebenarnya tidak juga, hanya kurang lebih 15 menit dengan mengendarai sepeda motor dan tak sampai 30 menit ditempuh dengan roda empat.
Lalu, bagaimana bisa sinyalnya jelek? Entahlah, mungkin berkaitan dengan kontur geografis desa yang berada di balik bukit. Untuk mencapai sana, harus melewati jalan turun dan berkelok lalu naik setelah itu melewati jalan menurun yang landai, dan di seberang bukit itulah wilayah home sweet home ku.
Sewaktu bekerja di salah satu lembaga sosial, pekerjaan menjadi admin dan keuangan memaksaku untuk menghabiskan banyak waktu di depan komputer dan harus akrab dengan internet. Setiap hari harus melaporkan dana masuk/keluar dan rencana program berikut program yang sudah berjalan dalam beberapa periode. Otomatis, setiap hari harus online untuk laporan ke pusat. Sejak itulah drama-drama berinternet kenyang kuhadapi.

Pengalaman Memalukan, Ngomong sama Tembok

Awal aku memasuki dunia kampus menjadi jejak pertama aku mengenal tarbiyah. Tinggal di kos muslimah dan menjadi anggota rohis adalah pengalaman seru dan menjadi segurat kenangan indah masa lalu.
“Assalamu’alaikum, Mba saya mau tanya” Ikhwan itu berdiri dalam jarak yang masih bisa kudengar suaranya namun tak bisa dibilang dekat.
“Wa’alaikumsalam, ya, ada apa Mas?” aku tengah berjalan di lobi kampus bersama seorang teman sekelas. Kutarik tangannya dan memaksanya menemaniku sejenak. Ikhwan itu, sebutlah ia Fulan  berdiri di dekat tembok dan mengahadap ke arah lain. Aku pun demikian, sibuk menekuri lukisan yang tergambar di lantai dan mengamati sepatu serta apa saja yang bisa kupandangi di bawah sana.
“Kalian tuh kalo ngomong aneh banget, deh! Masa Fulan ngeliat ke arah mana, kamu juga ngeliatin sepatu…mulu! Takut sepatunya lari ndiri?” kata temanku sewot setelah pembicaraan kami selesai. Aku tersenyum menanggapinya.
“Hm… itu sih untuk menjaga saja, biar interaksinya nggak kebablasan”
“Tapi kalau sama yang bukan anggota Rohis kamu kaya’ gitu juga?”
“Iya,”
“Kalo kamu dianggap aneh gitu gimana?”
“InsyaAllah nggak, masih wajar aja ko, Cuma lebih jaga jarak saja. insyaAllah teman-teman juga memahami, buktinya mereka juga biasa aja kalau aku nggak mau salaman”
Temanku itu hanya mengangguk-angguk mendengar penjelasanku.
***
“Mba, untuk acara gebyar Muharram besok, apa saja yang masih belum beres?”
Lagi-lagi harus koordinasi dadakan di lobi kampus, saat berpapasan dengan ikhwan yang menjadi ketua panitia. Waktu itu aku masih belum mempunyai HP, komunikasi selama ini hanya lewat syuro di basecamp rohis atau via telpon rumah saat aku di kos.
Meski sebenarnya ada rasa tidak enak saat harus berbicara di tempat umum seperti itu, toh aku tetap menanggapinya dengan berdalih itu darurat dan kasihan si ikhwan jika harus terus-terusan menelpon ke kos sementara jadwal kuliah sangat padat dan waktu luang kebanyakan hanya malam hari. 

Wednesday, 6 April 2016

Mading Sekolah yang Dilupakan



Ngomong-ngomong tentang mading di SMA-ku dulu, rasa-saranya tidak ada yang istimewa. Semuanya serba biasa meskipun sudah kukulik semua kenangan di masa SMA ku.
Aku bersekolah di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kalibeber. Lokasi sekolah kami berada di pinggiran kota dan masih masuk wilayah kecamatan Mojotengah tepatnya di Desa Krasak. Kalau Teman-teman pernah pergi ke Wonosobo, menuju arah Dieng akan menemui pom bensin terakhir. Nah, di seberang pom bensin itu ada gerbang warna hijau bertuliskan ‘MAN KALIBEBER WONOSOBO’ gedung sekolahku berdiri sekitar 50m dari jalan raya.
MAN IDOLAKU
Kebanyakan teman-teman sekolahku berasal dari wilayah Wonosobo bagian utara dan didominasi oleh anak-anak dari atas (Dieng) termasuk yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara. Selain itu, tak sedikit juga siswa dari kota lain yang masuk pesantren di wilayah kecamatan Mojotengah lalu bersekolah di sana.
Bagi kami pada waktu itu, kegiatan yang paling aktif hanya Pramuka dan OSIS. Sebenarnya mading berada di wilayah kekuasaan OSIS di bidang minat dan bakat. Tapi, sayangnya tidak semua kelas antusias dengan program ini.
Pengurus OSIS membuat jadwal setiap dua pekan sekali bergiliran setiap kelas. Ada kelas yang aktif mengirim bahan untuk mading, tapi tak sedikit yang membiarkannya tanpa merasa bersalah. Akibatnya, seringkali mading terbengkalai dan isinya itu-itu saja sampai lebih dari satu bulan.
Kalau ingin tahu penampakan mading kami, jangan harapkan sebuah mading yang indah berisi kreasi dari para siswa atau ekskul jurnaslistik. Tidak ada semua itu. Yang ada hanyalah sebuah papan display ukuran 1x2m mirip lemari kaca yang menempel di dinding. Sebuah gembok terpasang di tengah, sehingga saat dibuka bentuknya seperti dua daun pintu.

Tuesday, 5 April 2016

Resep Donat Menul-menul Kesukaan Keluarga


Assalamu’alaikum, Teman-teman. Terimakasih telah berkunjung ke rumahku ini *siapin teh hangat sama brownies*.
Kalau Teman-teman ditanya tentang masakan kesukaan keluarga, pasti jawabannya beragam kan? Ada yang suka semur, rendang, nasi goreng, gulai, sop ikan, dll. Bagaimana denganku? Eh, keluarga kami?.
Duh.. sering merasa malu gimana gitu karena kami hampir nggak punya masakan special. Setiap hari masak sayur tumis dengan bumbu standar duo bawang dan cabai, sayur bening, sop, sayur asam, lodeh, dan muter-muter diantara itu. Kalau masak ikan atau daging-dagingan tinggal tambahkan jahe, daun salam, daun jeruk, kunyit. Terus, kalau ingin makan yang beda dari biasanya gimana? Ya Beli. Hihi. Kebetulan makanan kesukaan kami semua adalah bakso. Kalau di Semarang ada warung bakso favorit yaitu Bakso Do’a Ibu di daerah Sompok dan Bakso Mawardi. Selain bakso, paling sekali-kali beli bebek goreng atau ayam goreng.
Tapi, ada satu camilan simpel yang disukai sekali sama suami dan sikecil. Kalau Ibu dan Bapak mertua sih memang kurang begitu suka ngemil, jadi kalau buat camilan yang menghabiskan ya kami bertiga, eh bedua.

Monday, 4 April 2016

Lakukan Hal Berikut Saat Jenuh Menulis/Blogging



Assalamu’alaikum,
Teman-teman, pernahkan mengalami kebosanan dan ide tiba-tiba lenyap dari kepala? Iya, istilah kerennya writer’s block. Saya sih iyes! Pede banget ya ngakunya. Habis gimana lagi, memang begitu kenyataannya. Harap maklum, emak-emak punya balita itu waktunya kadang longgar minta ampun kadang untuk buang hajat ke kamar mandi saja harus diiringi alunan musik (baca: gedoran) pintu hasil karya si kecil.
Tapi memang saat mengalami writer’s block itu rasanya tersiksa sekali. Ingin menulis dan terburu waktu untuk menyelesaikan artikel tapi hanya bisa diam memandangi layar komputer, dan berjam-jam berikutnya hanya satu kalimat yang tertulis: Judul. Itupun terkadang judul yang sudah tertulis sejak kemarin. Tak jarang berjam-jam pun masih menyisakan lembar putih tanpa tulisan sama sekali. Rasanya seperti saat sedang kehausan di siang terik dan tidak ada air sama sekali tiba-tiba melihat gambar es teller. Tengorokan makin kering tapi tidak bisa menikmati es nya.
Bagi saya, saat sedang buntu artinya harus sejenak mengambil nafas dalam-dalam, meregangkan otot tangan dan kepala, lalu menutup komputer dan gadget. Then?  Segera mungkin lakukan aktivitas lain. Tidur sebentar misalnya atau hal menarik lainnya. hal-hal berikut bisa menjadi ‘pelarian’ saat merasa jenuh atau tidak ada ide di kepala.

Saturday, 2 April 2016

Blogger Ngirit, Why Not?!

Belum lama saya terjun di dunia blogger dan mendedikasikan diri menjadi seorang blogger. Dulunya, hanya mencoba-coba dan membuat blog just for fun yang akhirnya dikerubuti sarang laba-laba bin lumutan bin bulukan karena tidak pernah update blogpost.
Setelah lulus kuliah lalu pulang ke kota kelahiran Wonosobo saya bekerja di bagian administrasi sebuah lembaga sosial. Dari sanalah saya harus ngopeni media sosial kepunyaan lembaga. Saya yang dulunya paling malas bersosialisasi di facebook mau tak mau harus terjun juga. Untungnya kutemukan banyak hal bermanfaat salah satunya berbagai event perlombaan menulis di dunia maya yang diadakan oleh berbagai penerbit baik indie maupun mayor. Alhamdulillah, di sela-sela pekerjaan kantor dan waktu luang di rumah sering ‘berlari-lari’ mengejar deadline lomba. Mengasyikkan, karena akhirnya impian untuk mempunyai buku mulai terwujud meskipun masih buku antologi (Bisa dilihat di About Me) dan belum punya buku solo.
Setelah menikah aku pun ikut suami ke Semarang. Untuk sementara saat belum dapat pekerjaan hanya menganggur dirumah membantunya membuka jasa penerjemahan bahasa. Ternyata Allah langsung ngasih rejeki hamil setelah dua bulan menikah, dan sejak saat itu pun belum dapat izin bekerja di luar karena masih trauma untuk mengendarai motor sendiri dan saking sayangnya ibu mertua terhadap calon cucu pertamanya dan anak mantunya tentu saja. Eheh.
Saat itu benar-benar merasa galau dan bosan karena sebelumnya saya orang yang sangat mobile meskipun kemana-mana mengandalkan transportasi umum. Buka-buka facebook lagi dan ketemu lah sama komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis Semarang. Waktu itu masih jadi silent reader dan ngintip-ngintip grup sampai setelah usia Hasna sekian bulan ada workshop tentang blogging baru bisa ikut. Sebelumnya ada agenda IIDN yang lain sih tapi belum bisa gabung.

Friday, 1 April 2016

[REVIEW] Atasi Masalah Wajah dan Kulit dengan Sabun Bulus Aquila Herb

Assalamu’alaikum, Happy Freeday Teman-teman! selamat menikmati dan menyiapkan rencana weekend-nya ya. Hari ini mau share yang ringan-ringan aja deh, mau review a la beauty blogger *sok pede banget nih* padahal nggak pernah berakrab ria sama kosmetik wajah selain pelembab, foundy dan bedak. Eheheh. Tapi ada sabun wajah yang baru dicoba dan merasa cocok di kulit. Namanya Sabun Bulus.
Teman-teman, Ada yang penasaran kenapa namanya Sabun Bulus? Hihi saya pun, awalnya penasaran. Namanya unik banget sih, lucu. Bagi orang di daerah Jawa mungkin kenal kosakata ini. Bulus atau penyu air tawar. Yup! Sabun bulus memang dibuat dari minyak bulus dan tambahan bahan lainnya yang bermanfaat untuk kulit.
Sabun Bulus Aquila, dok pribadi
Ehm. Awalnya sih dapat sabun ini for free *emak-emak cinta gratisan* karena Aquila Herb support salah satu event emak-emak soisalita ulang tahun kedua birthclub anak-anaknya ‘An Owesome Birthday BashTUM FabFeb 2014’. Aku dan keluarga memang nggak bisa datang di hari H tapi ternyata dikirimi goodie bag yang isinya macam-macam banget sama koordinatornya. Ahamdulillah, senang akhirnya nya bisa mencoba sabun herbal yang alami.