Thursday, 31 March 2016

Jika Waktuku Tersisa 8 Hari Menuju Ajal


Bismillahirrahmanirrahim,
Teman-teman, apa kabar? Semoga selalu dalam lindungan Allah dalam setiap aktivitas kita. Aamiin.
"Kematian yg paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yg menancap di selembar kain sutera.
Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yg tersobek ?" (HR Bukhori)
Berbicara tentang kematian, apa yang terlintas dalam pikiran? Kalau saya yang pertama adalah sakitnya sakaratul maut seperti dalam hadits di atas. Dalam riayat lain mengatakan rasanya seperti tusukan 300 pedang. Bisa terbayangkan betapa sakitnya? Sangat jauh melebihi nyeri di perut pasca operasi caesar.
Lalu pertanyaan selanjutnya pun muncul: sudahkah kamu siap menghadapinya bila saatnya tiba?! Mau tak mau kita harus siap dengan apapun yang terjadi.  Yakin sudah siap? Apa saja yang sudah kamu siapkan untuk bekal menuju hari itu dan hari-hari panjang setelahnya?!
Astaghfirullah, hanya bisa merenung dan menangis dalam hati. Bayangan kematian beberapa keluarga dan sahabat pun terlintas. Mbah kakung yang berpulang setelah bermimpi beliau dalam perjalanan menunaikan ibadah haji. Sampai wafatnya impian beliau untuk menunaikan ibadah haji belum terlaksana. Lalu Mbah putri yang meninggal di pangkuan anak kesayangannya, belum genap sehari setelah kuantarkan beliau menuju rumah bulik. Ada pula teman yang meninggal pada malam menjelang akad nikahnya. Teman yang lain dipanggil Allah hanya sebulan pasca melahirkan anak pertama yang telah dinanti selama tiga tahun lamanya. Rahasia kematian, siapa yang tahu?.

Merajut Mimpi Bersama Bapak

Mengingat masa kecil, bagiku sama dengan membuka kembali luka lama yang telah mengering tapi bekasnya tak bisa disembunyikan. Ada masa getir bersama ketiga adikku yang masih kecil. Ada masa haru biru saat keluarga kecil kami sangat tidak dianggap oleh keluarga besar, hanya bully-an meraka yang selalu ada untuk kami. Ada masa pemberontakan di dalam hati tapi tidak bisa mengungkapkan sehingga yang terjadi adalah sikap tak acuh dengan wajah garang dan cemberut.
Siapa mau disalahkan?! Tidak ada. Cukup menjadi pelajaran buatku bahwa korban bully itu tak pernah lupa dengan apa yang dialaminya di masa lalu, dan ada efek psikologis yang sangat besar semacam penyakit yang tidak terdiagnosa oleh dokter tapi sebenarnya ia menyerang dengan ganas. Ah, sudahlah semoga penyakit itu akan hilang dengan sendirinya terhapus oleh keikhlasan meskipun rasanya seperti terluka tanpa darah. Aku belajar untuk tidak mem-bullly agar tak ada lagi korban masa lalu.
Ya, cukuplah masa lalu menjadi pelajaran berharga dan biarlah kukenang moment-moment bersama bapak dan keluarga kami, tak perlu memikirkan orang-orang di luar itu yang kadang begitu mudahnya men-judge tanpa mengetahui latar belakang setiap masalah. Ups. Malah kembali ke topik ini lagi.. hihi. Sudah-sudah! Cut! Ganti screen! Hehe.

Wednesday, 30 March 2016

Silaturrahim Mengundang Rejeki

Apakah Teman-teman setuju dengan pernyataan bahwa dengan silaturrahim akan mendatangkan rejeki? Saya sih yes! Ada cerita yang selalu kuingat terkait kalimat itu.
Waktu masih mahasiswa dulu, biasalah saat akhir bulan kena kanker alias kantong kering padahal kiriman dari orang tua entah masih kapan datangnya. “Bapak belum ada uang buat bulanan, mungkin 2 minggu lagi” kalimat bapak lewat SMS itu terngiang di kepala dan bikin nyut-nyut. Bahkan setelah membayangkan adegan di film ‘Kiamat Sudah Dekat’ “Peace! Dua minggu lagi! Suer!” _sambil mengacungkan jua jari membentuk ‘V’_pun, hanya cengiran masam yang keluar. Mau bagaimana lagi? Solusinya kudu nyari pemasukan lain padahal gaji les privat pun belum tahu kapan dibayar. Maklum, les-nya personal tidak lewat lembaga sehingga urusan gaji adalah terserah si ibunya anak les. Yasudahlah..
“Rin, silaturrahim yuk, lanjutin rencana kita buat jadi agen asuransi,” ajak sahabat kentalku begitu datang ke kos. Ya, beberapa waktu terakhir memang kami sedang getol mencari uang tambahan mulai dari jualan buah segar di Simpang Lima, jualan kerupuk dan donat dari kos ke kos, dan terakhir dapat tawaran menjadi agen salah satu asuransi syariah dengan iming-iming bonus yang menggiurkan.
“Yaudah, yuk! Semoga jadi rejeki kita. Lagi cetek nih!”
Kami pun berboncengan menuju rumah kenalan sahabatku yang juga seorang manager marketing perusahaan asuransi itu. Kami mendapati penjual kelengkeng berjejer di pinggir jalan hampir di semua tempat.
“Enak kali ya, panas-panas gini makan kelengkeng sambil ngadem di bawah pohon itu,” gumamku.
“Aku yo pengen kelengkeng ik, sama sate lontong juga, tapi samalah kita lagi nggak cukup duitnya,”
Kami sama-sama terdiam lalu sesaat berikutnya meledaklah tawa kami. Menertawakan kekonyolan dan kantong kering dan ternyata hari itu kami sedang puasa, sampai hampir lupa kan?!. Hehe.
Sampai di tempat tujuan kami disambut dengan ramah lalu setelah berbasa basi dan membahas tetek bengek asuransi kami pun bersiap pamit. Rupanya tuan rumah meminta kami menunggu maghrib dan berbuka bersama mereka.

Tuesday, 29 March 2016

Atasi Sakit Mata Hingga Stress dengan Berkebun Tanaman Obat Keluarga

Assalamu’alaikum, teman-teman khususnya yang perempuan dan lebih khusus lagi kaum ibu, pasti mengenal istilah KRPL atau Kawasan Rumah Pangan Lestari yang merupakan salah satu program PKK. Program ini merupakan perwujudan dari grand design ketahanan pangan dari kementerian pertanian.
Sejak sebelum menikah dulu, karena sering ‘gaul’ dengan ibu-ibu aku pun mengenal istilah KRPL itu dan sangat tertarik dengan program-programnya. Inti programnya adalah bagaimana seorang ibu rumah tangga atau keluarga bisa memberdayakan lahan di rumahnya baik berupa pekarangan luas maupun teras kecil di perumahan. Konsep sederhana yang bisa dilakukan oleh setiap orang yaitu menanam tanaman yang diperlukan oleh rumah tangga sepeti sayur mayur, tanaman obat keluarga, atau juga merambah tanaman hias.
Dengan KRPL diharapkan para ibu di rumah bisa menghasilkan baik untuk konsumsi rumah tangga sendiri maupun hasil ‘kebun’ nya dijual dengan sistem koperasi.
Menarik sekali saat berkunjung dan melihat di sebuah desa, dalam satu RW kompak menanam di halaman rumahnya. Ide-ide kreatif pun bermunculan mulai dari memanfaatkan plastik kemasan untuk mengganti polybag, sampai membuat pot dari batok kepala, membuat kanopi dari anyaman untuk tanaman merambat, dsb.

Monday, 28 March 2016

Hadapi MEA dengan MEA

Hadapi MEA dengan MEA. credit sundanestech.co.id
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah dimulai sejak tahun 2015 dan sampai sekarang masih menjadi topik hangat yang dibicarakan banyak orang.  MEA yang dalam bahasa mudahnya adalah perdagangan bebas antar negara anggota Asean tentu akan mempunyai imbas besar dalam perekonomian Indonesia.
Menghadapi berbagai tantangan MEA ke depan, masyarakat Indonesia dituntut untuk meningkatkan kualitas diri masing-masing. Selain itu, pada pelaku usaha seperti UKM pun harus siap untuk meningkatkan mutu produknya demi bersaing dengan produk dari negara lain.
Bagi saya sendiri, terkadang merasa was-was dengan adanya MEA ini. Ditengah banyaknya masyarakat yang tidak bekerja (baca: pengangguran) mereka harus bersaing dengan tenaga kerja dari negara ASEAN lainnya. padahal jika melihat di sekeliling terutama di tempat kelahiranku di pelosok Wonosobo sana, masyarakat umumnya masih belum melek pendidikan. Bagi mereka, hidup adalah sekolah cukup sampai kelas 6 SD lalu merantau ke ibu kota dan kota besar lainnya. sebagian lainnya memilih untuk menjadi kuli bangunan, kuli angkut di pasar, atau menikah sebelum usia matang.
Hm... bisa jadi kondisi ini tidak hanya terjadi di kampung halaman saya, tapi juga di berbagai wilayah di Indonesia terutama daerah terluar. Sanggupkah kita menghadapi MEA? Terutama bagi Ibu rumah tangga seperti saya yang tengah merintis bisnis? Bagaimana dengan mereka di pelosok? Bagaimana dengan ini dan itu? Ah, sudahlah... pusingnya lebih dari rutinitas awal bulan membagi jatah belanja bulanan dalam pos-pos yang sudah tersedia.
Bagaimana kita menghadapai MEA?

Saturday, 26 March 2016

Berbagi Semangat Womanpreneur Lewat Paket Training Bisnis Serba 100ribu

Assalamu’alaikum,
Teman-teman pasti sudah sering mendengar nama Indari Mastuti kan?! Betul sekali beliau adalah seorang womanpreneur yang aktif mengajak kaum perempuan di seluruh Indonesia untuk mengikuti jejaknya menjadi seorang pengusaha sukses. Tahun 2007 beliau membangun Indscript Creative yang hingga sekarang terus berkembang. Pengalamannya selama bertahun-tahun berkecimpung dalam dunia usaha termasuk pengalaman untuk bangkit ingin ditularkannya kepada para pebisnis perempuan.
“Menjadi pelaku usaha tidak hanya mencari keuntungan sebanyak-banyaknya,” kata beliau. Untuk itulah ia selalu berbagi mengajak kaum perempuan untuk bangkit dan terus mengembangkan dirinya.
Tahukah jika satu-satunya yang akan menyelamatkan Anda dari semakin sulitnya kondisi saat ini adalah dengan meningkatkan SKILL. Bukan lagi modal uang. Bukan lagi sekedar barang yang bagus untuk dijual. Bukan lagi tempat usaha yang strategis. Karena uang, produk bagus, lokasi usaha tidak akan mampu membuat Anda memenangkan persaingan yang sengit dan iklim yang buruk. Anda hanya bisa bertahan, berkembang, dan melesat hanya dengan ILMU Jadi, perbesar Belanja ILMU Anda!” jelasnya.
Indari Mastuti, Writer and Bussiness Coach
Pada akhir Febuari 2016 lalu, Indscript meluncurkan inovasi baru yaitu paket training serba 100ribu. Ada 16 tema training yang bisa kita pilih hanya dengan investasi Rp100.000,-/training. Antara lain Memulai bisnis dari nol, Get 100 reseller, Status jadi duit, Satu kali nyetatus langsung closing, Memprospek langsung deal, Copywriting for direct selling, Complain langsung closing, Sales plan, Busy nggak bikin keki (tentang manajemen waktu), Omzet pulahan juta/bulan bagaimana? Cepat balik modal, BC langsung closing, Time management IRT, 7 kesalahan dalam mengelola keuangan, Berani jualan online, dan 1 bulan naik omzet. Hingga awal Maret 2016 saja sudah mencapai lebih dari 100 peserta yang siap mengikuti trainingnya.

Friday, 25 March 2016

Sudahkah Anda Melunasi Kewajiban Pajak Tahunan Pribadi?

Assalamu’alaikum, Teman,
sudah memasuki akhir bulan Maret, ada kewajiban yang harus segera terpenuhi oleh masyarakat Indonesia. Tepat sekali, MELUNASI PAJAK PRIBADI yang dilaporkan paling lambat setiap tanggal 31 Maret. Zeti Arina, seorang konsultan pajak terus memberi edukasi kepada masyarakat agar ridak terlambat membayar pajak karena akan merugikan diri sendiri nantinya.
Wajib pajak adalah orang yang mendapatkan penghasilan, baik sebagai pemilik perusahaan, pemegang saham, komisaris, pegawai di tingkat apapun (menengah maupun bawah), hingga pekerja mandiri (seperti notaris, pengacarara, dokter, dll).

Apa saja penghasilan yang harus dilaporkan dalam SPT? Simak penuturan dari Ibu Zeti berikut ini.
Pertama, penghasilan dari usaha dan penghasilan dai pekerjaan bebas serta penghasilan sebagai pegawai. Misalnya seorang yang berprofesi sebagai notaris ia juga mempunyai usaha produksi busana muslim, maka kedua sumber penghasilannya tersebut terkena pajak. Pemeriksa akan mengecek terlebih dahulu angka-angka yang tercantum dalam SPT.

Wednesday, 23 March 2016

Kandungan dan Manfaat Kurma

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum,
Ayah Bunda ada yang suka mengonsumsi buah Kurma? Toss! Dulu ah, kita samaan. Hihi.
Bagi umat islam, mengonsumsi makanan ini adalah sunnah. Rasulullah mengajarkan ummatnya untuk memakan buah kurma terutama saat berbuka puasa. Beliau pun rutin mengonsumsi buah kurma dan air putih di pagi hari.
Di Indonesia, kurma identik dengan bulan Ramadhan, saat orang-orang berpuasa dan memburu pahala dengan berbuka beberapa butir kurma. Sebenarnya, kurma tidak hanya bagus dinikmati saat puasa saja lho, setiap hari mengonsumsi kurma akan sangat bermanfaat untuk kesehatan kita.

An Owesome Birthday Bash TUM BirthClub Fabfeb 2014

Bismillahirrahmanirrahim,

Teman-teman pasti tak asing lagi dengan The Urban Mama (TUM) kan? Tempatnya mama-mama kece berkumpul dan berbagi inspirasi. Di TUM juga ada birth club yang membernya berdasarkan bulan dan tahun lahir anak-anaknya.

Awalnya tahu ada Birth Club di TUM karena seorang teman di dunia maya mengajak untuk bergabung, jadi kepo web TUM dan daftar deh. Setelah itu gabung di grup whatssApp yang isinya mama-mama yang mempunyai bayi lahir pada bulan Februari 2014.
Sekarang terbilang cukup jarang stay tune di forum TUM, hanya sesekali membaca artikel saat membutuhkan refferensi *tutupmuka* . Sedangkan di grup terkadang sangat ramai (meski tak jarang sepi saat semuanya sibuk) mulai dari sharing mengenai tumbuh kembang anak-anak sampai terkadang obrolan ringan untuk intermezzo dari rutinitas.

Bahagia itu saat kopi darat dengan teman-teman di dunia maya. Iya kan?! Lucu-lucu gimana... gitu. Saling ber ‘Oh.. ini Mba A.” “Ini kamu tho” dan ekspresi macam-macamnya. Harus kenalan lagi dan berbasa-basi lagi meski sudah sering chit-chat akrab di dunia maya.

Februari yang lalu Birthclub Febrauari 2014 mengadakan perayaan ulang tahun kedua untuk anak-anak. Sayang sekali kami sekeluarga tidak bisa datang ke Jakarta. Meski begitu, kami tidak ketinggalan cerita keseruannya karena para mama membuat live report dari TKP. Asyik sekali!
Ingin tahu bagaimana kesuruannya?! Simak yuk!

(Klik gambar untuk membaca artikel seluruhnya)

cara membuat link pada gambar

Monday, 21 March 2016

Esti Sulistyawan: Menulis Hanya Untuk Menulis



Apa yang terbayang dalam pikiran saat melihat gambar diatas?
Pasti seputar perempuan (karena warnanya soft Pink dan biru, ada gambar perempuan di depan laptop) dan kisah-kisah keseharian yang sederhana tapi inspiratif. Nah! Cocok sekali. Gambar itu adalah header blog mba Esti Sulistyawan, lifestyle blogger asal Semarang.
“Saya menulis hanya untuk menulis,” kata Esti dalam blog-nya.
“Dengan menulis saya seperti mendapat penyaluran energi yang positif. Ada sensasi tersendiri ketika bisa menuliskan sesuatu yang ada dalam pikiran. Saya punya banyak kisah, punya banyak pemikiran, punya banyak opini, hanya dengan bercerita ke keluarga atau teman saja tidak cukup bagi saya. Saya ingin menulis,” lanjutnya.
Benar sekali, ibu cantik dengan pipi chubby imut-imut ini memang tak pernah jauh dari dunia kata terlebih ia menempuh pendidikan tinggi di jurusan Sastra Inggris. “Tak ada pikiran untuk menjadi penulis dan menerbitkan buku best seller dan sebagainya,” tambahnya.

Friday, 18 March 2016

Di Balik Gurihnya Tahu Petis Yudhistira


Silaturrahim memperluas rejeki, kalimat itu diakui benar oleh Mba Wieke Anggraini, owner Tahu Petis Yudhistira saat berbincang dengan komunitas blogger Gandjel Rel di Outlet Tahu Petis Yudhistira Semarang. Perjuangannya untuk memulai bisnis tahu petis di ibu kota sangat layak untuk diapresiasi.

Mbak Wieke, sapaan akrabnya lahir dan besar di Semarang. Setelah lulus menjadi sarjana ekonomi dari sebuah Universitas swasta ternama di Semarang ia pun berkarir di Ibu kota. Bertahun-tahun bekerja di bidang marketing dan harus membelah padatnya arus Jakarta membuatnya berfikir untuk resign, berkeluarga dan memulai usaha sendiri.

Maka tahun 2006 ia memulai membuka usaha kuliner tahu petis di jakarta. Dimulai dengan sebuah gerobak sederhana dan modal kurang lebih 3 juta rupiah. ia memilih berjualan di pasar agar low cost untuk operasional sembari test pasar. Tak lupa ia menyebar brosur iklan gerai tahu petisnya kepada masyarakat.

Kenapa tahu petis?

Thursday, 17 March 2016

MetamorfoSelf: Sekelumit Kisah Si Ulat Kecil

Episode Ulat Kecil

Menjelang dini hari, diriak gerimis bulan Juni. Pasangan muda itu tengah menanti kelahiran buah hati pertamanya. Hanya di dalam rumah diatas dipan usang berkasur tipis si ibu yang masih belia menahan sakit tak terkira. 
Rintihannya diselingi takbir dan istighfar. Dukun bayi yang akan membantu persalinan ikut mengurut perutnya dan membimbing mengejan.
‘Ah, padahal belumlah 8 bulan sudah tak sabarkah kau di dalam sana, Nak? Semoga kau baik-baik saja...’ batin si Ibu.
Calon bapaknya pun tak kalah jeri menyaksikan perjuangan istrinya bergulat dengan waktu dan rasa sakit. Detik demi detik berlalu seperti waktu yang terhenti, tak ada pergerakan. Saat tangisan pertama itu pecah ucapan syukur terlantun dari bibir-bibir mereka, gema adzan syahdu mengalir di telinga kanan si bayi dan iqamat melengkapi telinga kirinya.

Tunjukkanlah kepada kami perbuatan yang baik,

Wednesday, 16 March 2016

Teman Nge-Blog Bikin Hepi



Assalamu’alaikum, 
Teman - teman mungkin sering mendengar banyak ungkapan mengenai dahsyatnya kebersamaan dan kerjasama. Together we are the best, together we are one, Bersama Kita Bisa, Bersama lebih baik, dan banyak lagi ungkapan serupa tentang togetherness.
Yuk, simak video dari youtube ini


Terbukti, kerjasama yang baik dalam sebuah tim akan melahirkan karya yang go extra miles dan menciptakan individu yang berkualitas.
Ah, sepertinya prolognya terlalu serius untuk sebuah ungkapan ‘saya butuh teman, saya butuh komunitas’.
Ehm! Sudah dapat teman dan komunitasnya?

Monday, 14 March 2016

BISNIS BERKAH REJEKI MELIMPAH : 5 Jurus Penghapus Masalah Pengundang Rejeki

Kenal dengan Pak Saptuari? Ehm.. saya juga nggak kenal kok! Pertama tahu nama beliau dari facebook. Iya, beliau ini 'selebriti' medsos yang gencar sekali mengedukasi masyarakat terkait riba.
Mungkin banyak diantara teman-teman yang bergabung dalam grup 'Belajar Wirausaha Bareng Saptuaari?' Memang dari sanalah beliau menyebarkan semangat menghindari riba itu.
Riba, satu hal yang diharamkan oleh Allah tetapi banyak orang yang tidak sadar jika ternyata termasuk dalam hal ini. Ah, bukan kapasitas saya untuk membahas masalah riba, hanya ingin menyampaikan kembali apa yang dijelaskan oleh pak Saptu, sapaan akrab beliau dalam acara yang sudah dilaksanakan kurang lebih satu bulan yang lalu di Aula Masjid Baiturrahman Semarang.
Berawal dari rasa penasaran dengan sosok inspiratif tersebut, makan aku pun membeli tiket seminar. Hari H datang cukup pagi karena bareng suami yang juga panitia acara. Tak berapa lama, peserta seminar mulai berdatangan memenuhi kursi yang telah disediakan. Pesertanya pun beragam mulai dari mahasiswa, pengusaha muda, sampai beberapa sosok yang terbilang sepuh tapi masih bersemangat untuk mencari ilmu.

Sunday, 13 March 2016

Kenangan Saat Gerhana Matahari Total, 9 Maret 2016

9 Maret 2016, menjadi hari bersejarah bagi dunia terlebih saat seluruh dunia mengalihkan perhatiannya ke Indonesia yang dilalui gerhana matahari total. Peneliti dan wisatawan asing mamupun lokal berbondong-bondong mendatangi kota-kota yang menjadi titik gerhana matahari total.
Yang terlihat di TV, gerhana matahari di Palu. perfect! sumber: tempo
Hari itu saya masih di kampung, di Wonosobo. Masyarakat tidak heboh menyambut gerhana matahari. Ah, sempat sedih juga mengingat almarhum Mbah Kakung yang dulu sangat rajin mengingatkan masyarakat untuk shalat gerhana bulan lewat pengeras suara di masjid. Beliau yang sangat detail soal kalender hijriyah dan semangat menyebarkan ilmu yang luar biasa. Semoga Allah menempatkannya di tempat terbaik. Aamiin...

Tuesday, 8 March 2016

Must Have Fashion Items For Muslimah

Assalamu’alaikum, Teman
Pernahkah mengalami kebingungan di depan lemari saat memilih pakaian untuk datang ke suatu acara? Comot satu baju, belum cocok. Ambil yang lain lagi, baru dipakai di acara sebelumnya. Tarik yang lain, kurang match dengan tema acara. Yang ini kurang nyaman, yang itu membuat penampilan terlihat tua, terlihat gemuk, dan sederet alasan lainnya yang membuat kita kembali lagi memakai baju favorit yang itu lagi-itu lagi.
Pernah?! Aku juga pernah, Teman... tapi terbilang jarang karena koleksi baju yang tak seberapa dan kebanyakan gamis, jadi tinggal memadukan warna dan jilbab untuk membedakan acara resmi dan santai. Malah terkadang pakai gamis yang sama untuk acara yang berbeda hanya dengan mengganti model jilbab dan sandal/sepatu.
Nah, supaya tidak perlu lagi galau di depan lemari dan bolak-balik ke depan cermin, kita bisa menyiapkan beberapa item dasar yang bisa di mix & match dengan berbagai gaya, warna maupun motif. Apa sajakah item itu?!

Friday, 4 March 2016

Hindari Belanja Online Murah untuk Produk ini

Assalamu’alaikum,
Sedang sibuk tapi butuh barang yang dalam waktu dekat harus digunakan? Belanja online bia jadi pilihan praktis untuk menjawab solusi. Lihat barang - Pesan - bayar- lalu barang dikirim dengan ekspedisi layanan cepat, makan sebelum hari H barang sudah sampai ditangan.
Sebagai salah satu alternatif memperoleh barang, belanja online murah memang begitu dirasakan menguntungkan dan lebih memudahkan. Bagaimana tidak, efisiensi, dan efektivitas waktu bahkan kemudahan di dalam transaksi pembayaran membuat orang semakin menggandrungi kegiatan belanja ini. Terlebih sekarang ini banyak sekali toko online yang memberikan diskon menarik seperti pengiriman barang yang secara gratis, bahkan berbagai macam promo barang yang lain. Hal ini membuat kegiatan belanja semakin banyak di minati.
Namun sayangnya, ternyata tidak semua produk bisa diperoleh dengan cara belanja online ini. Sejumlah barang memang jauh efektif jika Anda membelinya secara langsung atau dari toko. Lantas, apa saja produk tersebut?