Friday, 5 February 2016

Hati-Hati! Malu Bertanya Bisa Bikin Malu

Malu bertanya sesat di jalan 

Peribahasa ini agaknya memang tepat sekali menggambarkan keumuman masyarakat Indonesia. Ehm. Aku termasuk dari sebagian orang yang sering main selonong boy. Malu bertanya dan takut dikibulin karena dulu sering tanya jurusan ke sopir angkot/kernet dan hasilnya diberhentikan di jalan disuruh ganti angkot lagi padahal ada angkot yang bisa langsung menuju ke tempat tujuan tanpa berganti. Fyuuh! Apa kamu pernah mengalami kejadian begini juga? Mengesalkan sekali, bukan?.
Tapi ada kejadian selain berkali-kali tersesat di jalan karena malas bertanya. Kejadian yang menohok dan sangat membuat malu.
Tahun 2009, masa-masa menjadi mahasiswa tingkat akhir aku menjadi lebih sering ikut organisasi karena keleluasaan waktu. Terkadang ikut meramaikan acara komunitas atau menjadi volunteer di lembaga sosial.
Suatu hari seorang teman meminta bantuan untuk menjadi pembaca Al-Qur’an dalam sebuah acara launching komunitas peduli lingkungan yang akan mengenalkan biopori. Tilawah sedikit, insyaAllah bisa, batinku.
Maka setelah mencari ayat Al-qur’an yang tepat dan berkaitan dengan lingkungan dan mempelajari sebentar aku pun telah siap untuk melaksanakan tugas dua hari lagi . Hari H-aku berangkat ke sana bersama seorang teman kos. Sayangnya, tidak bertemu dengan teman yang meminta tolong. Jadilah kami celingak-celinguk kebingungan karena tidak ada satu pun panitia yang kami kenal.
“Hubungi Bu Intan saja,” Jawabnya saat ia kutanya lewat telepon. (Nama Ibu yang disebut lupa, kalau tidak salah namanya Intan).
“Bu Intan siapa?” 
“Pokonya di sana ada satu panitia yang namanya Bu Intan, nggak ada lainnya”.
Waduh, gimana nih?! Mana panitia sibuk semua, dan antara panitia dengan peserta hampit tidak terlihat bedanya. Sama-sama memakai jilbab putih dan slayer hitam-putih yang dikalungkan di leher. Saat mengedarkan mata mencari sosok yang dikenal diantara panitia dan peserta, tiba-tiba bertemu dengan seorang kenalan. Alhamdulillah... seolah mendapat setetes air saat berjalan di tengah gurun pasir (lebay dikit).
“Mba, tahu Bu Intan yang mana nggak?” tanyaku setelah berbasa-basi sebentar.
“Kalau nggak salah sih yang pakai jilbab putih di depan itu, Dek” katanya sambil menunjuk deretan ibu-ibu di kursi depan. Deretan depan berarti kursi VIP dong, batinku. Duuh.. yang mana nih? Semuanya pakai jilbab putih, mana tadi main ngeloyor aja, nggak memastikan yang mana Bu Intan.
Bismillah... semoga ibu yang ini, batinku seraya mendekati seorang Ibu yang tampak sibuk.
“Assalamu’alaikum, Maaf Bu, saya Arina kemarin dihubungi untuk membantu acara,” sapaku sok kenal sok dekat.
“Wa’alaikumussalam, Oh iya Mba, silakan..” jawab beliau ramah. Tapi aku masih melihat mimik beliau yang agak kaget dan mungkin heran melihat kelakuanku yang tiba-tiba tanpa basa-basi. Beliau pun melanjutkan lagi aktivitasnya, sementara aku berdiri tak jauh dari kursi paling depan, di luar tenda sambil mengamatinya.
‘Duh... ini beliau siapa sih?! Ko hampir setiap yang datang dan duduk di kursi depan selalu menyalami beliau dengan penuh penghormatan, dan beliau pun terlihat memberi instruksi sana-sini. Jangan-jangan beliau ketuanya? Duuh.. malunya diriku tadi’ batinku tak karuan.
“Bu, nanti sambutannya dikurangi satu, karena bla..bla..bla..”.
Seseorang datang mengahampiri beliau dan aku memasang telinga lebar-lebar. Matilah! Memang beliau ketua organisasi perempuan ini, tingkat Jawa Tengah! Bukan hanya tingkat Semarang.
Aduh, mau ditaruh dimana mukaku ini?! Sepanjang acara benar-benar tidak bisa konsentrasi, menahan malu dan sangat menyesal tentu saja. Terlebih saat namaku dipanggil untuk naik ke panggung membaca Al-Qur’an, panas dingin seluruh tubuh; meskipun Ibu Ketua itu tidak lagi memandangku dengan pandangan seolah berkata ‘siapa lu?!’

“Kamu ko kelihatan grogi banget, nggak biasanya gitu...,” kata temanku begitu aku turun dari panggung. Dan mengalirlah ceritaku tentang kejadian bersama Ibu Ketua tadi.
Fyuuh... meski setelah curhat perasaan jadi lebih ringan, tetap saja malu dan menyesalnya masih membeka di hati, sampai sekarang. Apalagi suaraku jadi bergetar menahan perasaan campur aduk antara malu, takut dan nggak enak hati.
Setelah kejadian itu, aku menjadi lebih rajin belajar unggah-ungguh Jawa. Bagaimana bertanya kepada orang yang lebih tua, bagaimana bersikap, dll. Yang pasti, kebiasaanku malu bertanya sejak saat itu mulai berkurang.  Sedikit-sedikit aku berani untuk bertanya rute angkutan umum kepada sesama penumpang, orang di pinggir jalan, bahkan bapak polisi di pos-nya.
Biar nggak salah dan nggak malu gimana? Ya Tanya doong..! begitulah kira-kira. Kalau ada yang bilang ‘malu bertanya sesat di jalan banyak bertanya memalukan’ cuekin aja, orang nyinyir mah biasanya cuma omdo alias omong doang.
Tepat banget lho, BNI mengeluarkan layanan berbasis internet dengan hastag #AskBNI. Tagline-nya itu lho.. ‘Mau Bertanya Nggak Sesat di Jalan#AskBNI’ setuju banget deh...!
Btw pernah juga punya pengalaman datang ke kantor BNI Syariah di waktu yang kurang tepat, saat menjelang jam pulang kantor dan ke Customer Service. bayangkan lamanya antrian di CS sambil jagain si-Kecil yang super aktif lari sana-sini. Fyiuuh... padahal waktu itu cuma mau tanya cara buka tabungan anak.
Awalnya cuma penasaran karena obrolan bareng ibu-ibu di salah satu grup, mereka heboh membuat ATM untuk bayinya yang baru berusia 1 tahun. Jadi kepo dan mupeng gitu deh... apalagi kondisi ekonomi yang masih carut-marut, rasanya jadi wajib untuk menyisihkan sebagian penghasilan khusus buat anak. Biar mantap, langsung datang ke kantor dan tanya CS, daripada googling tapi infonya kurang valid; saran suami. Mau nggak mau kudu datang ke kantornya juga, meskipun jauh dari rumah. Alhamdulillah, akhirnya punya juga tabungan khusus plus ATM perdana punya si-kecil Hasna.
Ini dia ATM perdana Hasna 
Nah, nggak mau kan antri lama di CS sekedar tanya hal sepele seperti itu?! Apalagi setelah ada layanan #AskBNI, mau tanya apa aja seputar layanan BNI langsung lewat twitter, bisa sembari beraktivitas di rumah. Hemat waktu dan hemat tenaga, tentunya.
Bagaimana cara daftarnya? Pertama, harus punya akun twitter karena layanan ini ada di twitter. Setelah itu follow akun @BNI. Untuk bisa menggunakan layanan harus registrasi dulu, caranya pun cukup mudah yaitu dengan DM (Direct message) ke akun twitter BNI dengan menyertakan nama dan Nomor handphone pakai tagar #daftar #Nama_Lengkap #Nomor Handphone
Registrasi lewat DM ke akun twitter @BNI







Tenang, jika langkah ini salah akan diberi arahan cara registrasi yang benar. Tau nggak, kalau aku sampai salah 4 kali? Hihi. Pertama karena salah belum edit nomor HP setelah printscreen ini, ke dua salah karena memasukkan nomor dengan tulisan 0856XXX. 
Salah, untungnya operator super sabar ngingetin
Ketiga kalinya merasa sudah benar semua ternyata masih dapat peringatan kalau salah. Ke empatnya jadi benar-benar cek semua tidak ada salahnya, tahunya kurang ngasih spasi di tiap tagar. Hihi. 
Yeeay! Alhamdulillah berhasiiil!!
Alhamdulillah berhasil registrasi. Setelah itu, bisa menggunakan layanan dengan hastag #AskBNI. Mudah bukan? Boleh tanya apa-saja terkait program/layanan/promo BNI lho... asyik kan?! Jangan lupa ikuti petunjuknya.
Semoga layanan-layanan yang makin memudahkan masyarakat untuk mendapatkan berbagai macam informasi yang dibutuhkan mengenai fitur atau program-program yang diberikan oleh BNI.
Once more, jangan segan bertanya kalau kita tidak tahu atau kurang paham dengan sesuatu. Nggak perlu takut diomongin orang karena sering tanya, karena dengan bertanya artinya pikiran terbuka dan otak sedang digunakan untuk mencerna informasi. Jangan sampai jadi malu-maluin (kayak kisahku) karena malu bertanya. Mau bertanya nggak sesat di jalan, setuju!  

30 comments:

  1. keren artikelnya mba..
    boleh tinggalkan jejak disini juga ya
    http://feridi.blog.upi.edu/2015/12/29/malu-bertanya-sesat-di-jalan-mau-bertanya-hanya-di-askbni-yang-menjawab/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duuh.. maaf, tadi sdh buka link-nya tapi saya kesulitan mau komentar disana

      Delete
  2. infonya sangat bermanfaat, sukses ya
    kunjungi juga punya saya disini jng lupa coment ya
    http://handini.blog.upi.edu/2016/01/01/mau-bertanya-jangan-malu-malu-askbni-akan-menjawab/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf ya, td sdh buka link anda tapi saya kesulitan meninggalkan komnetar disana ^^

      Delete
  3. Artikelnya keren....
    jangan lupa kunjung balik http://goo.gl/a35BTa

    ReplyDelete
  4. Untuk Anak ada atm nya juga ya mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada Mba, bbrp Bank malah ngasih layanan bisa pakai foto sendiri, jd bisa kreasi sesuka hati.
      pas buat untuk Hasna di BNI belum ada layanan itu, mau tanya ke #AskBNI belum jadi.. hehe

      Delete
  5. hihi.. terus akhirnya bu intan nya yang mana mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. sampai sekarang tetap jadi misteri, Mba :D

      Delete
  6. Emang enak. Kalau dpt info n solusi dr tweet. Bni nih buat pioner bank lain. Biar gampang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup! bagus Mba, menghemat waktu banget..

      Delete
  7. Setuju
    saya si ga pernah malu nanya di angkot kalo ga tahu syukurnya si supirnya pada baik baik mau babtu walopun kadang suka lupa kalo dibilang turun di ...
    Http://hatidanpikiranjernih.blogspot.com

    ReplyDelete
  8. Hahaha.. Memang, kita yang butuh dengan jawaban, kita harus nanya.. Nanya nya juga yang sopan dan sekiranya berkenan biar di jawab. Asik sama asik.. Hehehe.. Good luck ya mba..

    ReplyDelete
  9. Sukses dengan lombanya, ya? ;D Kejar-kejaran ma DL

    ReplyDelete
  10. Memang, bertanya dg cara yang santun, perlu dilestarikan

    ReplyDelete
  11. peribahasa ini melekat banget di hatiku mbak
    *halah*
    maka saya orgnya sering nanya, skrg lagi fokus untuk hal2 umum saja. saoalnya org skrg ga mau terlalu ditanya xixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, itu dia mba, kadang irang sekarang ditanya susah, jadi yg mau tanya jg jd makin pekewuh

      Delete
  12. jadi tertarik bikin tabungan anak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan Mba Aprilia... InsyaAllah nggak ada ruginya ko :)

      kalau kurang jelas syarat-syaratnya bisa langsung tanya ke #AskBNI ya.. ^^

      Delete
  13. Berbuatlah kesalahan sebanyak mungkin sewaktu muda. Dengan itu kita menjadi tahu mana yang benar. Pengalaman menjadikan diri kita menjadi lebih baik. Selama itu bukan dosa kenapa kita harus menyesal telah membuat kesalahan ???
    Jangan takut bertanya dan jangan takut untuk bertindak.
    Aku juga nasabah BNI.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul..
      tapi jika tanpa membuat kesalahan kita belajar banyak, akan lebih baik, kan?

      BNI jadi pinoneer ginian nih, saya suka saya suka :D

      Delete
  14. Hehehe, kejadian yg bikin malu tapi juga bikin mau belajar ya Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba...

      malunya itu lhoh... ekekeke

      Delete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam