Monday, 29 February 2016

Lunpia Delight, Gerbang Kuliner Kota Semarang


Logo Lunpia Delight
Assalamu’alaikum,
Apa kabar teman? kalau dengar kata gerbang, apa yang ada dalam pikiran kamu? Kalau aku, membayangkan sebuah pagar megah yang menyambut setiap orang yang akan melewatinya dan ia selalu terlihat sebelum orang melihat yang lain. Bagaimana denganmu teman? punya pikiran yang sama?
Tagline menarik inilah yang dipakai oleh Lunpia delight dalam acara ulang tahun ke-2 yang diadakan di kafe tersebut pada Sabtu, 27 Februari 2016. Acara yang dimulai pada pukul 18.30 tersebut dipadati oleh para tamu undangan, yaitu kolega dan pelanggan setia lunpia delight. Hadir dalam kesempatan yang sama Bapak Aris Merdeka Sirait, Ketua KPAI beserta Istri, Bapak paulus Pangka dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid), Budayawan Semarang Prire GS, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Bapak Agung Satrio Prakoso dari Dinas Pariwisata dan kebudayaan Provisi jawa Tengah, Serta Bapak Darmanto dari Bank Jateng dan undangan dari berbagai kalangan masyarakat.
Lunpia, makanan khas yang fenomenal
(foto: web Lunpia Delight)
Saat memasuki tempat acara di halaman cafe Lunpia delight, langsung disambut oleh noni-noni cantik berbusana kebaya nan apik, juga ‘tentara belanda’ berpakaian serba putih lengkap dengan topinya. Panggung telah meriah dengan musik dan lagu keroncong yang dimainkan oleh grup keroncong Jibaku. Peserta sibuk lalu lalang mencicipi aneka hidangan yang disediakan. Ah, sayang tadi makan siang sangat terlambat jam lima sore. Haha.
Mati gaya karena belum ada teman hahahihi, pura-pura sibuk foto sana-sini, lalu memutuskan buat nyicipin ketan kinca. Dan Cik yang ramah itu melayani dengan ceria, menawarkan semua pelengkap hidangan ketannya mulai dari bubur, kering tempe, kinca, dan bubuk. Terimakasih, Cik ketannya cukup menjadi teman selama menunggu. Hehe.

Wednesday, 24 February 2016

Blogger Gathering dalam Launching Aplikasi My Bluebird

Acara launchingnya sudah tanggal 13 yang lalu, tapi baru sekarang nulis.. ehm..ehm.. *tutupmuka* sebenarnya bukan itu sih intinya mau nulis, pokoknya ada info menarik deh, baca dulu gih.. jangan dikomentari dulu pliss.. *merajuk*
Senang itu kalau ada kabar di komunitas blogger perempuan Semarang (Gandjel Rel) ngasih info acara yang ngundang blogger gitu.. *deuh... berasa jadi orang penting gitu deh.. GR banget yak! Tambah senang lagi kalau bisa datang dan melenggang kangkung sikecil ada yang jagain jadi bisa fokus ke acara dan ngariung ngegosip bareng teman-teman.
Alhamdulilah... hari itu si Ayah nawarin buat jaga Hasna tapi Bunda berangkat sendiri ke acara. Yeayy! Merdeka!! *teriaksambiljingkrakjingkrakkoprollgulingguling* apalagi sudah ada teman yang bisa berangkat bareng.
Akhirnya pagi itu berangkat deh menuju pool bluebird di Jl. Majapahit Pedurungan. Hm.. sampai sana ternyata sudah ramai, disambut oleh manajemen Blue Bird Semarang dan langsung ditodong untuk berfoto ria di wall of fame yang cantik sebelum masuk ruangan acara.
Dan, begitu masuk aula tempat acara berlangsung, disambut sama band yang kece badai dan asyiknya lagi mereka semua adalah karyawan bluebird juga. *nyambi ngamen ya mas?* hehe becanda... habis itu say hello cipika cipiki sama rekan blogger yang sudah lebih dulu datang.
Acara dipandu sama MC yang seorang penyiar  yang ngakunya ganteng, si Dicky Dacosta yang seru banget membawakan acara launching aplikasi My Bluebird. Aplikasi ini adalah sistem pemesanan taksi online melalui smartphone. Lebih mudah dan praktis tentunya kan, daripada harus telpon ke call center?!
Nah, aplikasi ini bisa dipakai di android. Untuk teman-teman yang menggunakan OS lain seperti windows phone dan iphone masih tetap bisa memakai aplikasi lama yaitu bluebirdgroup taxi mobile reservation.

Tuesday, 23 February 2016

Pengumuman Giveaway NOSTALGIA PUTIH ABU arinamabruroh.com


Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu'alaikum, apa kabar temans? Sudah tidak sabar menunggu pengumuman? Hihi. Maafkan, baru bisa posting jam segini. Biasalah emak-emak rempong. Harap maklum..
Seperti di postingan sebelumnya tentang peserta, saya merasa sangat terharu dengan partisipasi semua blogger sampai peserta melebihi ekspektasi saya. Ah, mungkin saya sedikit lebay karena ini GA pertama saya yang idenya sudah ada di kepala berbulan-bulan tapi baru ada keberanian untuk benar-benar merealisasikannya di awal 2016. Saya pun sangat bersyukur ada beberapa yang berbagi cerita bahwa setelah menulis nostalgia masa SMA itu, jadi tersambung lagi silatuurahim bersama teman seangkatan. Alhamdulillah... dan saya pun siang tadi baru membuat grup whatsapp menyeret teman seangkatan untuk bergabung dan silaturrahim meskipun lewat dunia maya. Well, sudah ada rencana untuk reuni bahkan sejak tahun pertama pasca kelulusan tapi baru terlaksana sekali dan kurang sukses. Dan setelah hampir 11 tahun akhirnya bertemu di WA; baru terkumpul 17 nama dari sekian banyak kepala tapi ramainya sudah bikin HP panas dan cepat lowbatt. Alhamdulillah ‘ala kulli hal.
Semoga masa-masa itu cukup menjadi kenangan, tak ada lagi dendam, sakit hati dan semacamnya apalagi CLBK *uhuk. 
Boleh ya, saya ucapkan terimakasih dulu untuk semua pihak yang sudah men-support. Untuk para peserta, Cha-Cha Shop, Aruni’s PaperQuilling, Yerrow Craft, Mba Ruli Retno, dan sponsor yang waktu itu saya lupa memberikan link (maafkan) Tutorial Craft (Silakan, sangat dianjurkan untuk follow J ).
Dari semua blogpost yang masuk, tidak ada yang tidak sesuai tema. Dan kami menilai berdasarkan isi, kesesuaian tema, gaya dan teknik penulisan. Cukup pusing dan berat untuk menentukan siapa yang berhak mendapatkan hadiah, karena semuanya bagus. Tapi sayangnya saya belum bisa memberikan apresisasi selain ucapan terimakasih kepada semua peserta. Doakan semoga kelak bisa mengadakan GA lagi dan semua peserta mendapat hadiah. Aamiin... 
Dan setelah pertimbangan yang berat itu, berikut nama-nama yang beruntung:

Monday, 22 February 2016

Persahabatan Ala Blogger di Gandjel Rel


Kapan mulai ngeblog? Ngapain ngeblog?
Fyuuh... kalau ditanya begini kudu lap keringet dulu nih, buat mengingat masa lalu dan.. ehm. Buka-buka file blog dulu.
Ternyata, pertama kali ngeblog adalah tahun 2009. Mungkin lebih tepatnya pertama kali membuat blog karena waktu itu belum mudeng apapun dan belum posting. Malu. Itu alasan utama kenapa nggak posting.
Tahun 2009, lahir blog ini
dan masih belum posting apapun waktu itu
Iseng, itu alasan membuat blog. Sampai blog itu terlantar dan baru posting lagi entah kapan.
Jadi mendapat suntikan semangat buat ngeblog setelah ikut workshop ceria bareng IIDN Semarang, tentang blogging with heart. Keluar dari tempat acara waktu itu langsung bermunculan ide-ide di kepala dan berniat untuk ngopeni lagi blog yang sempat terbengkalai. Berniat untuk rajin posting minimal seminggu sekali. Penting nggak penting yang penting posting, prinsipku.
Lalu suatu hari dicolek Mak Wuri: “sudah gabung Gandjel Rel belum?”
“Gandjel Rel apaan mba?” jawabku.
“Komunitas blogger perempuan Semarang. Siapa aja boleh ikut asal perempuan.”
Dan akhirnya gabung di grup dan like fanpage-nya. Habis itu, jadi silent reader. Hehe. Waktu itu sempat bingung kenapa namanya unik banget ya? Gandjel Rel apaan sih? baja yang ada di rel kereta api itu kah? tapi apa hubungannya sama blogger? begitulah kira-kira yang ada di kepalaku. Akhirnya googling tentang gandjel rel dan ternyata itu adalah makanan khas Semarang, kue sejak zaman penjajahan Belanda dulu yang sampai sekarang masih ada dan selalu menjadi khas acara dugderan. Apa pula ini? hihi silakan googling aja yak, temans.
Pertama kali ikut kopdar dan ketemu teman-teman GR entah kapan, lupa tepatnya (kalau nggak salah pas acara di Sriboga). Rasanya minder banget. Iyalah, sebagai seorang newbie yang belum banyak tahu segala sesuatu tentang blogging, bertemu para master rasanya seperti mau ketemu pejabat teras. Ehm. Sedeikit lebay sih, habisnya susah mau menggambarkan bagaimana perasaanku waktu itu.
Tapi, alhamdulillah semuanya welkam, bahkan bisa langsung nyambung ngobrolin ini-itu. Meskipun kadang ada yang nggak mudeng semacam DA, PA, PR alexa rank apalah-apalah waktu itu cuma bisa melongo. Hehehe. Pulangnya langsung googling dan tanya ke teman blogger yang lain. Sejak saat itu selalu merasa tersemangati melihat perjuangan mereka.
Emak-emak dengan buntut sekian sekian (hihi) dan dengan pekerjaan kantor seabrek tapi selalu semangat dan mengalokasikan waktu khusus untuk bloggingTerkadang malu juga dengan anak-anak kekinian yang masih kinyis-kinyis tapi blognya keren abis.
Merasa jadi pupuk bawang nggak?! Hihi. Iya banget, dulu. Tapi cuma merasa aja, karena kenyataannya setelah bertemu tidak ada istilah senior-junior atau sejenisnya. Beberapa kali mengikuti agenda Gandjel Rel memenuhi undangan dari pihak ke-3, yang paling berkesan adalah waktu acara Danco* Ranch Adventure di ADA Setiabudi. Bertemu dengan member dan keluarganya, hora-hore bareng keluarga sendiri (baca: momong anak di mall), dengerin materi seputar tumbuh kembang anak plus bonus ketemu artis.
Seseruan di ADA Setiabudi
Alhamdulillah dengan ikut komunitas seperti ini ada ikatan yang tak hanya sekedar ikatan sesama blogger tapi ada transfer ilmu, ada kisah haru biru dan yang paling sering kisah suka cita heboh ceria ala emak-emak rumpi.
Blogger, sekarang ini menjadi media partner yang banyak dilirik oleh instansi atau brand sebagai media promosi. Karena mereka biasanya dengan suka rela menulis apa yang mereka alami dan rasakan ke dalam blogpost dan tentu saja akan tersimpan dalam memori mbah google yang akan muncul melalui sistem pencarian.

Sunday, 21 February 2016

Kurangi Plastik, Sayangi Bumi

Sampah plastik menggunung di salah satu sungai di Jakarta
21 Februari, dinobatkan menjadi Hari Peduli Sampah Nasional.
Begitu kompleksnya permasalahan sampah di Indonesia sehingga keseimbangan lingkungan menjadi rusak. Banjir, longsor, polusi, dll sebagian besar dikarenakan ulah manusia sendiri. Contoh kecilnya adalah ketidakpedulian terhadap sekitar dan membuang sampah sembarangan. Aliran sungai yang harusnya terjaga berikut ekosistemnya malah menjadi lahan empuk untuk membuang sampah. Akibatnya apa? Ketika hujan lebat terjadi penumpukan air, saluran tersumbat karena banyaknya sampah dan jadilah banjir, yang mendapat dampaknya tentu bukan hanya orang yang membuang sampah sembarangan tetapi juga masyarakat luas di sekitarnya.
“Udah, buang di situ aja, dari dulu kita nggak punya tempat sampah,” kalimat yang diucapkan oleh salah seorang saudara ini membuatku tertegun. Waktu itu aku tengah berkunjung dan mengganti pospak Hasna bermaksud membuang sampah bekas pakai pospak.
“Ko bisa? Nanti jadi banjir, dong” kilahku
“Nggak apa-apa, emang tiap tahun langganan banjir”
Pikiran seperti inilah yang sebaiknya dihilangkan. Masa bodoh dan menganggap banjir adalah hal yang biasa saja padahal dampak dari banjir pun tak sedikit, selain perekonomian juga psikis dan fisik masyarakat yang terkena.
Bagaimana solusinya? Paling mudah adalah dengan memulai dari diri sendiri: STOP mambuang sampah di sungai. Usahakan memisahkan sampah organik dan anorganik, dan berusaha mengelola sampah. Jika kesulitan, setidaknya cukup MEMBUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA. Geram rasanya saat melihat orang dengan santainya membuang bekas minuman atau bungkus makanan di sembarang tempat terlebih di tempat wisata atau di jalan.

Menimba Ilmu di Workshop Bukalapak Semarang

Bismillahirrahmanirrahim, 
Assalamu'alaikum, Temans, kali ini mau berbagi oleh-oleh dari ikut acara Workshop Bukalapak yang diadakan di kantor IBC IKITAS Semarang di daerah Sampangan, tanggal 15 Februari 2016
Seru banget lho, ada kurang lebih 20 orang yang ikut workshop, mulai dari emak-emak sampai pengusaha muda yang keren-keren. 
Awalnya tahu bulalapak dari internet, sering muncul iklan saat buka facebook atau blogging. Masih cuek bebek sambil bilang dalam hati ‘paling sama aja tuh kek marketplace lain, kan lagi booming sekarang’ dan sama sekali nggak pernah buka web ataupun belanja di sana. Maklum, jarang belanja juga. Haha.
Suatu hari melihat tayangan di TV (sayangnya aku lupa acaranya apa) bertema enterpreneur muda yang menghadirkan salah duanya penggagas ojek online dan Om Achmad Zaky, CEO bukapalak. Dari situ mataku terbuka dan sangat bangga melihat prestasi mereka yang tidak hanya berfikir untuk diri sendiri tetapi bagaimana agar bisa maju bersama-sama, sukses bersama-sama. Yang paling bikin terkesan selain kisahnya merintis BL dari awal adalah kisah Om Zaky yang membuat iklan di TV hanya karena ibunya di kampung sering tanya bukapalak ki opo tho? (buka lapak itu apa sih?) maka beliau ngiklan meskipun awanya tidak ingin membuat iklan di TV. Iya, iklan hanya untuk bilang krang lebih: “niki lho Bu.. bukalapak kados mekaten” (ini lho Bu, buka lapak seperti ini).
Alhamdulillah hari itu bisa datang setelah bernegosiasi dengan suami seputar jaga Hasna tentunya, karena acara itu diadakan hari Senin. taraaa..!! eh Alhamdulillah,,, kalau sudah rejeki memang nggak kemana. yang biasanya lobi-lobi alot tiba-tiba langsung dapat angin segar karena dijawab dengan santai si ayah mau ambil cuti biar bunda bisa ikut workshop. 
Datang kesana sudah ada beberapa teman yang dikenal, ada Mba Norma dan Mba Dian Nafi. Setelah itu menyusul pula Mba Sari, semua member komunitas Gandjel Rel. yuhuu..!! seneng deh kalo banyak teman. 

Thursday, 18 February 2016

Setitik Cahaya Harapan: I’M HOPE

Credit of IAmHopeTheMovie.com
Hilang rasa. Pupus. Waktu seolah terhenti dan tak ada lagi rotasi tiap detiknya. Mungkin itulah yang dirasakan oleh seseorang saat mendapati dirinya terjangkit penyakit mematikan yang paling banyak menelan korban: kanker. Apakah teman-teman punya pengalaman yang sama? Saat melihat orang terdekat terkasih tiba-tiba mengidap penyakit itu?!
Tak terbayangkan, pasti. Bahkan terkadang orang yang sehat dan tak pernah mengalami sakit parah tiba-tiba harus mendengar bahwa ada kanker dalam tubuhnya.
Ya, begitu juga aku saat mengetahui bahwa (calon) ibu mertuaku terserang kanker payudara stadium 3. Terkejut, pasti. Dan selanjutnya hanya bisa bengong tak mampu berkata-kata. Membayangkan saja rasanya sangat menyakitkan, apalagi ini nyata dan kudengar langsung dari anak laki-laki kesayangannya.
Ah, ya. Dulu aku belum pernah bertemu dengan Ibu, karena statusnya masih calon. Suamiku (eh calon) sudah datang ke rumah dan ‘meminta’ ku kepada Bapakku. Waktu itu dia bilang maksimal enam bulan lagi insyaAllah menikah. Ya, aku bahkan belum pernah berkunjung ke rumahnya di Semarang meskipun sudah menjawab ‘ya’ untuk pinangannya.
Lalu tiba-tiba kabar itu datang, lewat SMS ia bilang rencana pernikahan pasti akan mundur karena Ibu baru selesai operasi pengangkatan dan akan menjalani kemoterapi. Aku?! Hanya bisa pasrah dan berdoa jika memang dia jodohku, pasti akan dimudahkan; jika bukan tentu akan ada rencana Allah yang lain yang lebih baik.
Ah, membayangkan seorang ibu yang harus mengalami masa-masa sulit itu rasanya sungguh mengerikan. Operasi, lalu kemoterapi seminggu sekali. Terbayang rasanya saat obat itu mengalir lewat darahnya dan membuatnya drop sekian jam. Makan terasa pahit, terkadang perut pun menolak apa yang ia makan.
Suatu saat aku menyempatkan diri berkunjung kerumahnya ditemani kakak sepupu. Terlihat beliau sangat menyembunyikan sakitnya, bahkan menyambut kami dengan wajah ceria dan sesekali bercanda saat mengobrol. Tapi tubuh yang kurus dan wajah yang tirus tak bisa menyembunyikan sepenuhnya, terlebih hari itu beliau baru menjalani kemoterapi terakhir.
Alhamdulillah, rasanya seperti anugerah saat akhirnya kami menikah dan ibu mendampingi. Iya, Ibu dinyatakan sembuh setelah menjalani kemoterapi selama 16 kali. Tak usah dihitung berapa biaya yang dikeluarkan, karena kehadirannya tentu tak ternilai dengan harta.
Sekarang beliau menjalani hidup normal meskipun masih harus kontrol rutin dan menjaga pola makan. Rambutnya yang dulu seperti shaolin sekarang tumbuh seperti sebelumnya, tubuhnya yang sempat ringkih kini berangsur sehat meskipun tetap tidak boleh bekerja terlalu berat.
Bagaimana dengan yang lain? Diluar sana, banyak yang kalah melawan kanker. Ah, bukan kalah mungkin; hanya takdir sudah sampai padanya. Bukan berarti saat seeorang mengidap penyakit tertentu maka ia telah divonis sekian bulan atau sekian tahun lagi hidupnya, tak ada yang menjamin. Bahkan orang yang sehat dan prima pun bisa saja meninggal tanpa mengalami sakit atau kecelakaan.
Gelang Harapan
Setiap penyakit ada obatnya, itulah yang dijamin oleh Allah. Hanya saja manusia terkadang punya keterbatasan untuk mengusahakannya. Ya, takdir itu adanya di ujung usaha. Saat segala usaha telah dilakukan, maka sisanya tinggallah pasrah kepada yang kuasa.

Tuesday, 16 February 2016

Serunya Liburan Berkeliling Bandung Naik Bandros

Assalamu’alaikum,
Teman - teman,  masih bingung buat rencana weekend pekan depan mau kemana? Ke Bandung aja yuk... Sudah tau dong ya, kalo kota kembang ini lagi naik daun dan banyak banget wisata yang ditawarkan. Mulai dari kuliner yang serba unik ada dan mau cari apa aja ada sampai tempat wisata yang makin bertambah dan tak kalah menarik. Menggoda sekali kan untuk dikunjungi?.
Nah, buat teman yang di Jabodetabek, empat liburan yang paling dekat tentu saja Bandung. Kalau ke Bandung, kita juga bisa mengunjungi beragam tempat wisata yang seru dan menarik. Ke Bandung sekarang makin menyenangkan karena ada bandros, bus tingkat khusus wisata keliling Bandung. Jalan-jalan di Bandung sambil naik bandros pasti seru banget, deh.
Bandros?! Makanan apa sih?! Hihi. BANDROS itu akronim dari Bandung Tour On Bus, kendaraan double decker yang disediakan oleh pemerintah kota Bandung sebagai penunjang pariwisata. Seperti di Semarang dulu ada bustram Semarjawi (Semarang Jalan-Jalan Wisata).
Bandung Tour On Bus siap mengantar city tour. credit of Soloraya.com
Bagaimana Sih Cara Naik Bandros?

Friday, 12 February 2016

Peserta Giveaway #NostalgiaPutihAbu

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum.. Semangat pagi...!!
Alhamdulillah, Tanggal 9 februari pukul 23.59 GA #NostalgiaPutihAbu telah resmi ditutup (yeaaa!) maaf ya, saya baru bisa upload rekapan peserta sekarang (hiks).
Alhamdulillah rekan-rekan blogger yang berpartisipasi melebihi target saya dan ini membuat saya sangat terharu.. hu..hu..
Seperti yang saya sampaikan di status facebook, insyaAllah penilaian selama dua pekan bersama seorang juri yang tidak mau disebut namanya. Jika dalam waktu dua pekan sudah selesai akan diumumkan segera, namun jika dua pekan belum kelar juga kami mohon maaf dan akan kami infokan juga secepatnya.
Dan inilah rekap peserta Giveaway yang telah share blogpostnya di medsos dan mention saya. Untuk syarat-syarat lainnya seperti like/follow sponsor saya tidak bisa cek satu-persatu, tapi saya percaya teman-teman selalu mematuhi game role.
Terimakasih banyak, sembari menunggu hasilnya, kita saling blog walking, yuk..

1.       Nama : Nuniek Kharisma Rosalina
URL :
http://nuniekkr.blogspot.com/2016/01/cinta-bertepuk-sebelah-tangan-waktu.html
Twitter : @onlykharisma
2.       Nama: Ika Hardiyan Aksari
Judul: Rindu Sosok Bu Erte
URL:
http://www.diyanika.com/2016/01/rindu-sosok-bu-erte.html
Twitter: @diyanika
4.       Nama : Noer Ima Kaltsum
URL :
http://kahfinoer.blogspot.co.id/2016/01/mencuri-nangka-kala-abu-abu-putih.html
twitter : @kahfinoer

Friday, 5 February 2016

Hati-Hati! Malu Bertanya Bisa Bikin Malu

Malu bertanya sesat di jalan 

Peribahasa ini agaknya memang tepat sekali menggambarkan keumuman masyarakat Indonesia. Ehm. Aku termasuk dari sebagian orang yang sering main selonong boy. Malu bertanya dan takut dikibulin karena dulu sering tanya jurusan ke sopir angkot/kernet dan hasilnya diberhentikan di jalan disuruh ganti angkot lagi padahal ada angkot yang bisa langsung menuju ke tempat tujuan tanpa berganti. Fyuuh! Apa kamu pernah mengalami kejadian begini juga? Mengesalkan sekali, bukan?.
Tapi ada kejadian selain berkali-kali tersesat di jalan karena malas bertanya. Kejadian yang menohok dan sangat membuat malu.
Tahun 2009, masa-masa menjadi mahasiswa tingkat akhir aku menjadi lebih sering ikut organisasi karena keleluasaan waktu. Terkadang ikut meramaikan acara komunitas atau menjadi volunteer di lembaga sosial.
Suatu hari seorang teman meminta bantuan untuk menjadi pembaca Al-Qur’an dalam sebuah acara launching komunitas peduli lingkungan yang akan mengenalkan biopori. Tilawah sedikit, insyaAllah bisa, batinku.
Maka setelah mencari ayat Al-qur’an yang tepat dan berkaitan dengan lingkungan dan mempelajari sebentar aku pun telah siap untuk melaksanakan tugas dua hari lagi . Hari H-aku berangkat ke sana bersama seorang teman kos. Sayangnya, tidak bertemu dengan teman yang meminta tolong. Jadilah kami celingak-celinguk kebingungan karena tidak ada satu pun panitia yang kami kenal.
“Hubungi Bu Intan saja,” Jawabnya saat ia kutanya lewat telepon. (Nama Ibu yang disebut lupa, kalau tidak salah namanya Intan).
“Bu Intan siapa?” 
“Pokonya di sana ada satu panitia yang namanya Bu Intan, nggak ada lainnya”.
Waduh, gimana nih?! Mana panitia sibuk semua, dan antara panitia dengan peserta hampit tidak terlihat bedanya. Sama-sama memakai jilbab putih dan slayer hitam-putih yang dikalungkan di leher. Saat mengedarkan mata mencari sosok yang dikenal diantara panitia dan peserta, tiba-tiba bertemu dengan seorang kenalan. Alhamdulillah... seolah mendapat setetes air saat berjalan di tengah gurun pasir (lebay dikit).
“Mba, tahu Bu Intan yang mana nggak?” tanyaku setelah berbasa-basi sebentar.
“Kalau nggak salah sih yang pakai jilbab putih di depan itu, Dek” katanya sambil menunjuk deretan ibu-ibu di kursi depan. Deretan depan berarti kursi VIP dong, batinku. Duuh.. yang mana nih? Semuanya pakai jilbab putih, mana tadi main ngeloyor aja, nggak memastikan yang mana Bu Intan.
Bismillah... semoga ibu yang ini, batinku seraya mendekati seorang Ibu yang tampak sibuk.
“Assalamu’alaikum, Maaf Bu, saya Arina kemarin dihubungi untuk membantu acara,” sapaku sok kenal sok dekat.
“Wa’alaikumussalam, Oh iya Mba, silakan..” jawab beliau ramah. Tapi aku masih melihat mimik beliau yang agak kaget dan mungkin heran melihat kelakuanku yang tiba-tiba tanpa basa-basi. Beliau pun melanjutkan lagi aktivitasnya, sementara aku berdiri tak jauh dari kursi paling depan, di luar tenda sambil mengamatinya.
‘Duh... ini beliau siapa sih?! Ko hampir setiap yang datang dan duduk di kursi depan selalu menyalami beliau dengan penuh penghormatan, dan beliau pun terlihat memberi instruksi sana-sini. Jangan-jangan beliau ketuanya? Duuh.. malunya diriku tadi’ batinku tak karuan.
“Bu, nanti sambutannya dikurangi satu, karena bla..bla..bla..”.
Seseorang datang mengahampiri beliau dan aku memasang telinga lebar-lebar. Matilah! Memang beliau ketua organisasi perempuan ini, tingkat Jawa Tengah! Bukan hanya tingkat Semarang.
Aduh, mau ditaruh dimana mukaku ini?! Sepanjang acara benar-benar tidak bisa konsentrasi, menahan malu dan sangat menyesal tentu saja. Terlebih saat namaku dipanggil untuk naik ke panggung membaca Al-Qur’an, panas dingin seluruh tubuh; meskipun Ibu Ketua itu tidak lagi memandangku dengan pandangan seolah berkata ‘siapa lu?!’

KMGP The Movie, Ruh Baru Perfilman Indonesia

Klise. Itulah kesan pertamaku (saat ini) jika membaca kisah tentang manusia yang berubah dari buruk menjadi baik. Seseorang yang awalnya sangat membenci islam dan cenderung dicap buruk tiba-tiba mendapat tituk balik lalu menjadi seorang muslim yang sangat taat. Ribuan kisah tentang ini telah ditulis oleh banyak orang; baik kisah seorang muslimah hingga menemukan jati dirinya dan berhijab maupun kisah muslim yang awalnya getol menjadi pembangkang tiba-tiba menjadi seorang muslim yang taat.
Ya, klise.
Tapi tidak bagiku saat membaca kisah Ketika Mas Gagah Pergi tahun 2000 silam. Kisah yang ditulis oleh Bunda Helvy Tiana Rosa pada tahun 1992 itu memang benar menjadi titik balik buatku untuk memulai belajar berhijab secara benar, karena sebelumnya hanya berjilbab sekedar memenuhi tuntutan sekolah dan sering lepas-pakai.
KMGP pun menjadi karya fenomenal terutama bagi para aktivis dakwah kampus kala itu. Ide untuk membuatnya menjadi film pernah digarap beberapa tahun silam meski entah kenapa tiba-tiba terhenti dan tidak lagi muncul pemberitaannya di majalah islam Annida.
Tahun 2015 akhirnya mimpi itu terwujud, dengan perjuangan Bunda HTR dan tim FLP (Forum Lingkar Pena) untuk bergerilya ke daerah-daerah dalam rangka sosialisasi pembuatan filmya, termasuk penggalangan dana yang membatku makin memahami bahwa untuk membuat perubahan massal memang harus dimulai secara berjamaah pula.

Wednesday, 3 February 2016

Lazada Wishlist ala Emak-emak

Januari sudah lewat tapi masih mikirin wishlist ini itu?!
Ah! Biarin aja! Namanya orang punya mimpi tentu ingin diwujudkan, baik mimpi jangka pendek maupun impian utama jangka panjang.
Mimpi jangka pendek semacam wihtlist bulanan atau apalah-apalah ini biasanya kan barang-barang yang bisa didapat dalam target sekian bulan dengan menambah jumlah saving atau mengambil jatah alokasi lain sekian persen. Teknisnya semua tergantung masing-masing individu.
Kebanyakan wanita *hayo ngaku* bisa saving ketika ada keinginan kuat untuk mendapatkan sesuatu. Ehm! Sepertinya saya termasuk ke dalam golongan ini. Hihi.
Tidak salah sih, karena seseorang punya impian besar ia akan punya effort lebih untuk meraih mimpi-mimpinya. Sayangnya, yang tipe begini kebanyakan manajemen keluangannya kurang baik, cenderung ingin menghabiskan uang sesegera mungkin ketika sudah terkumpul. 
Apalagi yang namanya belanja. Wuiih! Setujukah kalau dibilang obat penyakit yang diderita kaum perempuan adalah SHOPPING?!
Boleh setuju boleh tidak, tapi memang ketika shopping (at least window shopping) intinya adalah jalan-jalan dan sedikit memalingkan diri dari rutinitas harian.
Jika biasanya membahas seputar harga cabe yang melejit ditemani anak-anak yang heboh menjerit bareng ibu-ibu komplek, sekali-kali mencium aroma mall dan baju-baju baru yang tergantung cantik. *padahal baju baru baunya nggak enak ya? * 
Jalan-jalan, melihat pemandangan yang lain dari biasanya, bertemu sesama emak lainnya, makan di luar dan lain-lain  akan meningkatkan prosuksi hormon endorphin yang bisa menyebabkan rasa senang. Pantaslah jika setelah berbelanja mereka terlihat riang gembira dan auranya ceria.
Jadi, setuju kan kalau belanja bisa nyembuhin penyakit?! *maksa dikit* kalau kaum bapak nggak setuju jangan karena pelit yak! *piss*
Tapi, belanja dan nyenengin diri sendiri nggak harus ribet ko. Apalagi buat Emak yang punya baby atau balita dan krucil-krucil yang siap mengekor kemana pun Emak pergi. Mau hbelanja tinggal pantengin gadget- pilih sana pilih sini-geser-geser touchscreen-masukin keranjang belanja- pakai kode voucher biar dapat potongan-bayar pakai e-banking/sms banking- lalu duduk ongkang-ongkang kaki sambil menipedi *kalau sempat* atau sambil nyuapin si Tuan kecil dan barang yang dibeli akan dikirim/diantar dengan selamat sampai tujuan.
Sudah sering belanja online lalu hasilnya kebablasan dan barang nggak sesuai harapan?! Itu memang salah satu resiko belanja online. Tips dan trik nya harus

Tuesday, 2 February 2016

Rejeki Tak Akan Kemana

Tanggal muda, buat yang bekerja pasti sedang senang-senangnya habis terima gaji kan?! Barakallah... semoga berkah dan bermanfaat untuk keluarga. Yang masih jomblo tentunya bakalan bermanfaat juga dong buat keluarga entah ditabung atau gimana caranya. Hihi.
Jangan lupa, setelah menerima gaji ambil zakatnya dan hak-hak orang lain termasuk utang-utang yang belum terbayar. Nggak ada? Alhamdulillah... berarti tinggal memasukkan ke dalam pos masing-masing termasuk untuk saving.
Ngomong-ngomong soal rejeki, jadi pengen curhat sesuatu yang bikin puyeng beberapa hari terakhir. Iya ini curhat, makasih deh buat yang mau nyimak.
Akhir tahun 2015 kemarin, tepatnya tanggal 24 Desember kami berencana pulang kampung ke Wonosobo, tapi karena suami ada agenda sunatan massal di Lazisba jadilah diundur hari berikutnya, 25 Desember. Rencana sih pulang pagi-pagi menghindari kehujanan di jalan karena di Wonosobo mulai sering hujan, tapi apalah daya salah seorang peserta khitan mengalami infeksi dan panitia harus segera menangani. Walhasil pulangnya pun diundur lagi sore harinya. Dan ternyata, di tengah perjalanan suami baru menyadari HP yang belum lama ia beli telah raib. Ditelpon berkali-kali tidak ada yang merespon, dan di rumah (menurut info Ibu mertua) pun tidak ada. Fyuuh... HP itu baru dibeli menjelang idul fitri yang lalu karena HP lama sudah waktunya pensiun. Baru beberapa bulan dan harus kehilangan itu rasanya sakit kan?! Berkali-kali berusaha membantu menenangkan suami dan bilang ‘mungkin bukan rejeki kita’ meskipun dalam hati juga masih terbayang Hp itu, masih berat untuk benar-benar ikhlas.
HP itu yang selalu kupinjam untuk memfoto terutama untuk keperluan blogging, karena kameranya lebih bagus dibanding HP bututku, dan untuk chatting via Wa tentunya supaya lebih hemat pulsa. Iya, kenangan bersamanya sudah banyak.