Friday, 22 January 2016

Happy Ber-Clodi

Jauh sebelum clodi (cloth diaper) populer seperti saat ini, aku bersama sahabatku berjualan popok kain washable produksi seorang Ibu rumah tangga (eh, ibu pengusaha ding!) kenalan kami. Merk clodinya ‘Sajida’; persis seperti clodi yang beredar saat ini hanya saja inner pocketnya menggunakan bahan katun dan outernya bahan katun yang dilapisi kain semacam perlak. Harganya cukup mahal menurut kami, di tahun 2007 dengan modal Rp.500.000 kami hanya mendapatkan clodi sekitar 30pcs. Rasanya sangat berat menawarkannya kepada calon customer kami. Harga jualnya untuk ukuran paing kecil (S) Rp. 18.000 dan waktu itu belum ada inovasi clodi one size 

Kami ingat hanya ada beberapa Pcs yang terjual meskipun mulut kami berbusa-busa menawarkan kepada para ibu. Harganya mahal dan belum teruji kualitasnya, kata mereka. Meskipun telah berbekal hasil penelitian bahaya pospak sekaligus kampanye go green, tetap saja masih sedikit yang berminat membeli. Sebagian lagi yang mencoba akhirnya protes karena pemakaian clodi selama 3 jam sudah lembab. Ya, ekspektasi mereka melangit! Berharap daya serap clodi sama dengan pospak.

Sempat down dan menyesal jualan clodi tapi tetap berlanjut semangatnya meskipun belum banyak yang beli. Dalam hati kami niatkan untuk ikut berkampanye cinta lingkungan, minimal orang-orang tahu ada alternatif penggunaan pospak agar lingkungan tetap bersih. Reuse, reduce, recycle kuncinya.

Saat kami semakin sibuk, beberapa jualan terbengkalai. Waktu itu hanya bisa menghandle jualan jilbab karena konsumennya adalah mahasiswa teman-teman kami sendiri sehingga tidak perlu mencari pasar lebih jauh. Clodi yang masih banyak itu pun akhirnya mangkrak dan sebagian kami jadikan kado saat ada teman kami yang melahirkan, sebagian lagi kami simpan barangkali bermanfaat saat punya baby kelak.

Setelah tinggal di Wonosobo pasca lulus S1, seorang ummahat yang cukup akrab denganku membagi pengalamannya seputar clodi dan ASIP. Ilmu yang sangat bermanfaat bagiku yang belum menikah. Dalam hati waktu itu bertekad untuk memakai clodi jika kelak punya anak sendiri.

Setelah menikah, ternyata persiapan persalinan menguras dana yang tak sedikit. Bayangan untuk membeli clodi yang harga persatuannya rata-rata tujuh puluh ribu perlahan lenyap. Saat tiba-tiba ‘clodi’ terlintas di pikiran dan meminta suami membelinya, dijawabnya dengan kalimat yang membuatku hamper menangis. Nanti ya, sayang… kalau kita punya rejeki berlebih; toh masih cukup pakai popok kain biasa dulu. Kasihan juga kan bayi baru lahir dipakein clodi?. Dan aku pun terdiam tak berani lagi meminta.

Suatu hari seorang sahabat menengok baby hasna yang berumur tiga pecan. Betapa terkejut-gembira-riang-senang saat kado dari sahabat itu berisi 1 set clodi pocket dengan 1 insert. Wah, Alhamdulillah rejeki. Hehehe. *mak irits
Setelah itu, lebih rajin lagi ngomporin ayah Hasna buat beli clodi. Hihihi. *kedipkedip.

Oia, pertama kalinya clodi kado itu dipakai waktu Hasna ikut pengajian bersama setelah sekian lama Arin izin. Suami sudah mulai tergoda beli clodi karena harga psopak jauh lebih mahal meskipun kelihatannya kecil.

Tiap ada kesmpatan nyoba browsing harga clodi berkualitas tapi harga miring. Untungnya waktu masih hamil sempat tanya ke tamn-teman yang sudah lebih dulu punya anak dan beberapa merekomendasikan belanja clodi di tempat yang sama. Jadilah Arin ngintip profil FB sellernya, chattingbuat kenalan dulu, lalu ngelobi lagi tapi belum diacc lagi.

Tahu-tahu sewaktu online, mba nya penjual clodi apload promo clodi import merk babyland 1 set pocket dengan 2 insert microfiber. Hm… nyoba ngebandingin sama harga clodi yang sebelumnya pernah arin jadi reseller bedanya cukup banyak. Ngelobi ayah Hasna lagi dan Alhamdulillah kali ini disetujui. Jadinya beli 3pcs clodi babyland (3 atau 4 deh). Pilih motif-transfer-dan nggak sabar nunggu clodinya datang. Hehehe.


babyland

Alhamdulillah, setelah sampai rumah senangnya bukan main. Tapi memang jarang makaikan Hasna clodi. Di rumah selalu dipakaikan celana biasa. Pakai clodi/pospak saat bepergian saja. Alhamdulillah, ternyata ini jadi jalan juga buat Arin bisa jualan clodi. Kulakan sedikit demi sedikit dari mbaknya. Lama kelamaan, si Ayah pun semakin ‘menyadari’ enaknya dan pentingnya pakai clodi (selain lebih hemat tentunya). Memang sih, untuk beli pertama kalinya terlihat sangat mahal; jadinya harus berniat untuk investasi dan menjaga lingkungan. Daripada beli pospak yang sekali pakai tapi merusak lingkungan lebih baik beli clodi dengan pengeluaran awal lebih besar tapi bisa dipakai berkali-kali (bahkan ada yang bilang bisa sampai lebih dari dua tahun dengan perawatan yang tepat) dan tidak perlu beli pospak lagi atau hanya beli pospak untuk kondisi darurat seperti mudik ke wonosobo yang jarang matahari dan clodi nya tiak cepat kering.

Setelah nyoba beberapa merk clodi, akhirnya nemu yang fit buat Hasna. (yang ngga fit ada pumpkins sama baby oz cover). Tapi perlu dicatat ya moms, clodi tidak fit bagi seorang bayi bisa jadi fit buat bayi yang lain. Jadi buat tahu fit atau tidak memang harus nyoba beberapa merk; karena secara umum bahan yang digunakan untuk membuat clodi adalah bahan berkualitas tinggi yang aman untuk bayi dan lingkungan.

GG
Beberapa merk clodi yang fit buat Hasna: Babyland (yang ini enak dan murmer karena 1 set ada 2 insert), GG B-Dipe, Pempem, Cluebebe, Pumpkin, Klodiz.

Tentunya masih banyak sekali merk dan varian clodi. Mulai dari yang bahan outernya beludru, ada tutu nya yang bikin baby girl tambah unyu, corak dan warna beragam, pants, dll. Sebenarnya sih pengen juga nyoba semua merk clodi sehingga bisa lebih enak buat ngasih saran kalau ada customer yang Tanya-tanya. Tapi, cukuplah beberapa merk itu. Intinya sih sudah tahu dasar bahan dan spec nya.

Oia, ada teman yang pernah bercerita katanya merk clodi yang paling bagus itu merk X. Hm… sedikit tidak setuju sih karena dengan begitu dia menjudge merk clodi yang lain kualitasnya kurang baik. Katany karena yang paling laris di tempatnya merk sobi. Hehe. Cuma bisa tertawa dengarnya, dan akhirnya menjelaskan kembali ke teman yang satu ini kalau semua merk clodi bagus hanya saja tidak semua bayi cocok dengan merk clodi yang sama. Hampir sama kaya orang deawasa mau beli baju/sandal/sepatu atau apapun; kita cocok dengan merk itu tapi banyak orang yang tidak cocok.

Kalau sekarang, clodi local juga banyak bermunculan. Clodi local ini harganya bersaing lho, info dari salah satu grup seputar clodi di facebook katanya kualitasnya juga cukup bagus, tapi ada juga sih beberapa orang di grup itu yang menyesal membeli. Semua kembali ke pilihan masing-masing sih, kalau ingin yang harganya murah banget bisa jadi kualitasnya juga berbeda dengan standar. J


minikinizz

Oia, Arin bagi tips milih clodi nih buat bunda:
  1. Cari info sebanyak-banyaknya tentang clodi sebelum memutuskan untuk membeli satu merk tertentu (lebih baik cari dari spec produknya, karena testimony setiap orang bisa berbeda karena belum tentu fit), tapi memang harus mencoba beberapa merk sampai tahu mana yang fit untuk anak kita sendiri.
  2. Hitung keperluan pemakaian clodi. Caranya, jika anak akan memakai clodi selama 24 jam (sebaiknya sih tidak) hitung pemakaian clodi antara 3-4 jam sehingga selama sehari butuh sekitar 6-8pcs clodi, maka butuh sedikitnya 12pcs clodi. Satu lusin clodi ini pun dengan asumsi kita rajin mencuci clodi setelah pemakaian. Bisa juga stok lebih sedikit tapi dengan resiko sesekali bayi tidak dipakaikan clodi dan tidak hujan sehingga setiap hari bisa kering. Sebaiknya memang tidak memakaikan clodi selama 24 jam terlebih untuk bayi yang memiliki riwayat ruam popok/kulitnya sensitive.
  3. Sesuaikan dengan kantong dan siasati. Harga rata-rata clodi sekitar Rp.70.000, jika terlalu berat untuk membeli sekaligus 1 lusin tentu lebih baik membeli beberapa pcs terlebih dahulu. Jika memungkinkan, sebelum kelahiran si dedek bayi sudah punya beberapa pcs clodi sehingga tinggal menambah sedikit demi sedikit. Contohnya bisa dianggarkan dalam pengeluaran bulanan misalkan setiap bulan beli 2-3pcs. Jika seperti saya yang ibu rumah tangga, bayi saya sampai bisa merangkak hanya saya pakaikan clodi ketika bepergian, jalan-jalan sore, dan kadang malam hari. Selebihnya hanya pakai celana. Setelah bisa merangkak, lebih banyak dipakaikan clodi untuk mengantisipasi pipis di sembarang tempat dan repot ngepel lantai untuk ngilangin najisnya.
  4. Sesuaikan dengan kondisi lingkungan. Maksudnya, sesuaikan dengan cuaca daerah sekitar. Bagi yang tinggal di daerah panas memilih semua merk dan model clodi akan lebih mudah karena akan cepat kering. Bagi yang di daerah dingin dan lembab, model insert yang bentuknya lembaran akan lebih nyaman dan cepat kering. Insert yang berbentuk lembaran contohnya insert litty pempem! dan insert eucalyptus cluebebe
  5. Membeli insert tambahan. Insert lebih lama waktu pengeringannya dibandingkan pocket/cover clodi. Untuk itu sangat perlu menambah koleksi insert. Insert tambahan juga bisa dipakaikan dobel buat bayi yang heavy wetties alias pipisnya banyak agar tidak cepat bocor. Untuk merk clodi made in china seperti babyland, sobi, bamboola, minikinizz dll biasanya dijual satu paket dengan dua insert sehingga tak perlu membeli insert tambahan dan bisa sedikit lebih hemat
  6. Membeli item tambahan (jika perlu) seperti: *Liner (untuk melapisi inner pocket agar saat terkena pup, yang bernoda adalah linernya bukan innernya sehingga lebih mudah saat mencuci. *Laundry bag (bagi mommies yang mencuci dengan mesin cuci, laundry bag akan membantu clodi tetap aman saat dicuci)
  7. Pilih motif dan warna yang sesuai. Banyak sekali macam motif dan warna clodi dari berbagai merk, kalau saya sendiri lebih suka memilih warna dan motif netral sehingga bisa dipakai untuk babyboy/girl (meskipun saya juga punya yang warna dan motif girly untuk babygirl Hasna). Tapi ada juga yang lebih suka mengkhususkan untuk anak cewek/cowoknya. Ini berkaitan dengan budget juga lho,,, kalau mau mengkhususkan tentu butuh dana lebih banyak untuk membeli clodi. Lebih baik lagi yang tidak usah memperhatikan motif/warna karena setelah memakai clodi, juga dipakaikan celana agar pahanya tidak terlihat (mengajari anak untuk menjaga daerah itu dari pandangan orang lain juga).

Kurang lebih itu moms, buat yang mau happy happy cloth diapering. Asyik juga ko pakai clodi, selain warna dan motifnya lucu-lucu, seneng juga kan kalau kita bisa dapat pahala karena ikut menjaga lingkungan?. Yukyuk!

6 comments:

  1. Noted, kalau punya bayi lagi mau pakai clody aja.

    ReplyDelete
  2. Untuk anak kedua ini, aku memang menganjurkankan untuk pakai clody aja. Lebih hemat sih daripada pampers. Tapi enak pampers kalo keluar rumah, sekali pakai bisa langsung buang. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba, insyaAllah lebih hemat :)
      aku kalo pergi juga pakein pospak mba, biar lebih simpel aja..

      Delete
  3. Yang selalu saya perhitungkan tiap kali mau pakai clodi adalah susah keringnya mbak. Ghifa kalau musim hujan gini pipisnya nggak ketulungan deresnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. biar lebih awet memang dikeringkan alami Mba, tapi aku pernah tanya2 katanya ga apa2 dikeringkan d mesin cuci sebentar biar lbh cepat kering ;)

      Delete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam