Saturday, 30 January 2016

Dalam Kenangan, Keliling 'The Little Netherland' dengan Semarjawi


Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 26 Januari dikejutkan dengan sebuah berita di timeline facebook bahwa Semarjawi tidak lagi beroperasi. Entahlah, tidak ada kejelasan mengapa bis wisata itu diberhentikan.
Alhamdulillah, pernah merasakan naik bis warna merah itu bersama teman-teman HSMN Chapter Semarang.
repost lagi untuk mengenangnya, semoga kelak ada lagi bis wisata yang bisa menunjang pariwisata di Kota Semarang dan sekitarnya, aamiin..
Yuk, simak perjalanan kami waktu itu :D
Salah satu kesempatan yang membahagiaan hari ini adalah bersama teman-teman grup Home Schooling Muslim Nusantara (HSMN) Semarang mengajak anak-anak field trip keliling kota lama dengan bus Semarjawi. Apa sih Semarjawi?! Semarjawi adalah akronim dari Semarang Jalan-jalan wisata.
Bustram Semarjawi 01 adalah sebuah bus pariwisata bertingkat yang dipersembahkan oleh PT Telekomunikasi Selular kepada warga kota Semarang untuk meningkatkan kunjungan pariwisata di Kota Semarang. Bus pariwisata ini sehari-hari dikelola oleh Lembaga Sosial Masyarakat ERTIM Indonesia yang berkedudukan di Semarang yang bertujuan juga untuk memberikan pendidikan mengenai sejarah kota Semarang kepada penumpang bus ini. Bus pariwisata ini memiliki desain yang unik menyerupai sebuah tram di Eropa. Bus ini memiliki panjang 7,2 m; lebar 1,3 m; dan tinggi 3,7m. Bus yang terdiri dari dua tingkat ini kapasitas penumpang beragam dari 25 sampai 40 orang. lebih lanjut bisa lihat di sini

Bustram Semarjawi, pic by syafiq

Semarjawi tampak samping, pic by Mba fajar
Bus ini baru beroperasi di Semarang sejak tanggal 1 Maret 2015, dan bisa digunakan oleh masyarakat umum baik warga lokal maupun wisatawan. Jam operasional semarjawi mulai hari Selasa hingga Jumat dan ada layanan akhir pekan juga paket layanan khusus untuk grup.

Wednesday, 27 January 2016

Robbana, Ost KMGP The Movie



Alhamdulillah, akhirnya bisa noton KMGP The Movie bareng orang-orang di lingkaran cinta, meskipun batal nonton sama suami karena doi lebih milih jagain Hasna ketimbang di dalam bioskop jadi emosi kalau sikecil yang lagi aktif itu teriak-teriak atau ingin jalan kesana-kemari. Itung-itung me-time lah, kurang lebih dua jam menikmati film keren itu.  
Memang sih, cukup maksa (baca: merayu) suami buat dapat izin nonton KMGP The Movie, namanya film kebaikan harus didukung dong, paling tidak support menambah jumlah pengunjung karena belum berkontribusi sebelumnya.
Siangnya suami nawarin beli tiket dulu sekalian sama teman-teman, alhamdulillah jadi pembeli pertama untuk jam tayang pukul 19.00 di XXI Citra, asyik kan... jadi bisa pilih tempat duduk paling pe-we.
Rencana mau berangkat ba’da ashar biar bisa jalan-jalan di simpang lima, alhamdulillah Semarang diguyur hujan deras sampai menjelang maghrib. Ba’da shalat magrib langsung meluncur ngebut ke citraland, alhamdulillah belum terlambat.
MaasyaAllah... film nya asli keren! Seperti benar-benar menerjemahkan cerpen KMGP itu menjadi nyata. Sosok Mas Gagah, Gita, mas baju kotak-kotak, dll hanya setting saja yang dibuat mengikuti perkembangan zaman.
Yang bikin merinding banget tuh soundtrack nya, lagu ROBBANA yang dilantunkan sama INDAH NEVERTARI. Ternyata, yang menciptakan lagu wow itu adalah Rizki Awan; tahu kan AWAN VOICE yang pernah masuk TV jadi finalis di ajang X FACTOR masanya Fatin Sidqia Lubis itu?!
Yup! Rizki adalah lead vokalnya. Alhamdulillah, ikut bangga sih, nasyid makin berjaya dan dikenal masyarakat luas. Dan lagi, Rizki sama beberapa personil AWAN adalah alumni Undip yang aktif di Rohis (Insani dan fakultas) juga.
Ini lho, lagunya.. *ambil dari youtube* suara Indah Nevertari emang cetar banget sampai bikin yang dengar terbawa suasana, liriknya juga sih.. *hiks* *lap air mata*
Review film nya ntar dulu ya, mewek dulu... :( :( 

 

Monday, 25 January 2016

Pencerahan di KMGP The Book

Beberapa hari terakhir banyak broadcast mampir ke Whatss App-ku yang isinya ajakan untuk menonton KMGP The movie. Sebenarnya sejak awal tahu Bunda Helvy mau membuat proyek film KMGP langsung penasaran dan menunggu. Selalu mengikuti update beritanya baik di facebook maupun instagram mulai dari awal penggalangan dana, casting aktor dan aktris nya, sampai suasana di lokasi syuting. Memang sih, ada kendala ketika ingin datang ke agenda-agenda yang mendukung selesainya film KMGP.
Apaan sih?! Ko banyak yang heboh?!
Hm.. sebenarnya KMGP alias ‘Ketika Mas Gagah Pergi’ ini adalah judul dari salah satu kumpulan novelet karya Helvy Tiana Rosa (HTR), pertama kali terbit tahun 1997. Tahun itu aku masih duduk di bangku SD, dan belum kenal lah sama novel dan cerpen bergenre islami seperti itu.
Tahun 1999 akhir aku masuk SMP dan bertemu dengan seorang sahabat, dari dia lah aku kenal majalah Annida, dan ia pun rajin meminjamiku buku-buku islami koleksinya. Kalau tidak salah ingat, awal tahun 2000 KMGP lah novel islami pertama yang kubaca. Saat itu kubawa novel itu baik-baik di tas takut kena hujan saat pulang sekolah jalan kaki, lalu di rumah kujauhkan dari adik-adikku takut ada lembarannya yang sobek atau terlipat. Bapak yang sama-sama hobi membaca pun ikut menikmati dan menjadi diskusi panjang bersama beliau. Bahkan buku itulah yang menjadi lembar pertama di diary-ku. Waktu SD mah belum kenal apa-apa termasuk buku harian, baru tahu saat SMP, memang katrok sih, ehehe.
Cover Buku KMGP
Waktu membaca kisahnya langsung mewek sejadi-jadinya, baca di pojokan sambil ngusap-ngusap air mata. Hiks. Berkesan banget sih buku itu, sampai makin pengen punya ‘mas gagah’ juga yang setia melindungi ‘adik manis’ nya. Hm.. waktu itu aku merasakan semacam derita anak cewek pertama yang ingin punya kakak, gitu lhoh!
Setidaknya, meskipun waktu itu aku belum paham betul tentang berbagai hal mengenai apa yang Mas Gagah sebut sebagai ‘dakwah’ , ‘jihad’ dan sebagainya, tapi menjadi kesan mendalam buatku untuk mulai berjilbab dengan benar. Ya, waktu itu aku masih lepas-pakai jilbab, karena sekolah di Madrasah Tsanawiyah Negeri dan wajib berjilbab, tapi sepulang sekolah seringkali melepas jilbab di jalan jika kegerahan. Ups!
Dan, waktu ada iklan tiket pre-sale nya KMGP the movie, langsung semangat ingin daftar berdua sama ‘Mas Gagah’ eh iya, sekarang sudah punya, hihi. Tapi, namanya emak-emak akhirnya batal karena berbagai pertimbangan.
Yasudah, nonton tanggal 21 aja, semoga bisa. Ternyata sampai tanggal 21 dan sampai hari ini belum kesampaian juga buat nonton, belum klop jadwalnya. Jadi nyari-nyari deh cerita aslinya KMGP, lumayan buat ngademin ati, meskipun jadinya mewek lagi waktu baca.
Semoga pas bisa nonton pas film nya masih diputar di Citra XXI. Aamiin..

Penasaran nggak sih, sama filmnya? intip thrillernya di You-tube dulu yuk.. 


Terimakasih banyak buat Istiqomah, sahabatku dan tiga kakaknya yang shalihah nan baik hati yang selalu meminjami buku dan majalah, dan membuatku menemukan jalan ini. Semoga berkah dan bermanfaat, hanya Allah yang bisa membalasnya. *kiss*
Kamu penasaran juga cerita KMGP? Nih, ada versi aslinya

Friday, 22 January 2016

Happy Ber-Clodi

Jauh sebelum clodi (cloth diaper) populer seperti saat ini, aku bersama sahabatku berjualan popok kain washable produksi seorang Ibu rumah tangga (eh, ibu pengusaha ding!) kenalan kami. Merk clodinya ‘Sajida’; persis seperti clodi yang beredar saat ini hanya saja inner pocketnya menggunakan bahan katun dan outernya bahan katun yang dilapisi kain semacam perlak. Harganya cukup mahal menurut kami, di tahun 2007 dengan modal Rp.500.000 kami hanya mendapatkan clodi sekitar 30pcs. Rasanya sangat berat menawarkannya kepada calon customer kami. Harga jualnya untuk ukuran paing kecil (S) Rp. 18.000 dan waktu itu belum ada inovasi clodi one size 

Kami ingat hanya ada beberapa Pcs yang terjual meskipun mulut kami berbusa-busa menawarkan kepada para ibu. Harganya mahal dan belum teruji kualitasnya, kata mereka. Meskipun telah berbekal hasil penelitian bahaya pospak sekaligus kampanye go green, tetap saja masih sedikit yang berminat membeli. Sebagian lagi yang mencoba akhirnya protes karena pemakaian clodi selama 3 jam sudah lembab. Ya, ekspektasi mereka melangit! Berharap daya serap clodi sama dengan pospak.

Sempat down dan menyesal jualan clodi tapi tetap berlanjut semangatnya meskipun belum banyak yang beli. Dalam hati kami niatkan untuk ikut berkampanye cinta lingkungan, minimal orang-orang tahu ada alternatif penggunaan pospak agar lingkungan tetap bersih. Reuse, reduce, recycle kuncinya.

Saat kami semakin sibuk, beberapa jualan terbengkalai. Waktu itu hanya bisa menghandle jualan jilbab karena konsumennya adalah mahasiswa teman-teman kami sendiri sehingga tidak perlu mencari pasar lebih jauh. Clodi yang masih banyak itu pun akhirnya mangkrak dan sebagian kami jadikan kado saat ada teman kami yang melahirkan, sebagian lagi kami simpan barangkali bermanfaat saat punya baby kelak.

Setelah tinggal di Wonosobo pasca lulus S1, seorang ummahat yang cukup akrab denganku membagi pengalamannya seputar clodi dan ASIP. Ilmu yang sangat bermanfaat bagiku yang belum menikah. Dalam hati waktu itu bertekad untuk memakai clodi jika kelak punya anak sendiri.

Setelah menikah, ternyata persiapan persalinan menguras dana yang tak sedikit. Bayangan untuk membeli clodi yang harga persatuannya rata-rata tujuh puluh ribu perlahan lenyap. Saat tiba-tiba ‘clodi’ terlintas di pikiran dan meminta suami membelinya, dijawabnya dengan kalimat yang membuatku hamper menangis. Nanti ya, sayang… kalau kita punya rejeki berlebih; toh masih cukup pakai popok kain biasa dulu. Kasihan juga kan bayi baru lahir dipakein clodi?. Dan aku pun terdiam tak berani lagi meminta.

Suatu hari seorang sahabat menengok baby hasna yang berumur tiga pecan. Betapa terkejut-gembira-riang-senang saat kado dari sahabat itu berisi 1 set clodi pocket dengan 1 insert. Wah, Alhamdulillah rejeki. Hehehe. *mak irits
Setelah itu, lebih rajin lagi ngomporin ayah Hasna buat beli clodi. Hihihi. *kedipkedip.

Oia, pertama kalinya clodi kado itu dipakai waktu Hasna ikut pengajian bersama setelah sekian lama Arin izin. Suami sudah mulai tergoda beli clodi karena harga psopak jauh lebih mahal meskipun kelihatannya kecil.

Tiap ada kesmpatan nyoba browsing harga clodi berkualitas tapi harga miring. Untungnya waktu masih hamil sempat tanya ke tamn-teman yang sudah lebih dulu punya anak dan beberapa merekomendasikan belanja clodi di tempat yang sama. Jadilah Arin ngintip profil FB sellernya, chattingbuat kenalan dulu, lalu ngelobi lagi tapi belum diacc lagi.

Tahu-tahu sewaktu online, mba nya penjual clodi apload promo clodi import merk babyland 1 set pocket dengan 2 insert microfiber. Hm… nyoba ngebandingin sama harga clodi yang sebelumnya pernah arin jadi reseller bedanya cukup banyak. Ngelobi ayah Hasna lagi dan Alhamdulillah kali ini disetujui. Jadinya beli 3pcs clodi babyland (3 atau 4 deh). Pilih motif-transfer-dan nggak sabar nunggu clodinya datang. Hehehe.

Wednesday, 20 January 2016

Kata Konsultan Pajak Tentang NPWP Terpisah Suami-Istri

Sumber Gambar 
Penting atau tidak sih, punya Nomor Pokok Wajib Pajak atau yang akrab disebut NPWP? Seringkali dalam berbagai urusan harus melampirkan nomor NPWP, termasuk para blogger dan penulis saat mendapatkan honor atau hadiah. Bagi pengusaha dan pegawai juga tidak luput dari berbagai hal yang menyebutkan NPWP dalam persyaratan tertentu.
NPWP wajib dimiliki oleh Wajib Pajak yang telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.
Bagi yang belum mempunyai NPWP, bisa mendaftarkan diri dengan mudah ke Kantor Pajak terdekat atau online, berikut langkah-langkah pendaftarannya:

1.        Mengisi dan menandatangani Formulir Pendaftaran, dapat meminta di KPP atau download di www.pajak.go.id

2.        Foto Copy KTP
3.        Menyampaikan ke KPP atau KP2KP yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan atau tempat kegiatan usaha, bisa langsung, pos tercatat atau jasa kurir.
Apakah suami dan istri harus mempunyai NPWP masing-masing? Berikut hasil Interview bersama Ibu Zeti Arina, seorang konsultan pajak di Surabaya yang sangat konsen mengedukasi masyarakat agar melek pajak.
Zeti Arina
Mengenai perlu atau tidaknya mempunyai NPWP masing-masing, ternyata jawaban Bu Zeti, sapaan akrab beliau adalah tidak perlu.
“Secara aturan pajak menganut satu entitas, bila tidak ada perjanjian pisah harta sebenarnya cukup suami saja yang ber NPWP tetapi bila istri menghendaki boleh saja ber NPWP sendiri-sendiri.
Boleh saja menggunakan NPWP suami bahkan bila sama sama bekerja di suatu perusahaan akan lebih baik NPWP jadi satu karena setelah di akhir tahun melakukan penghitungan ulang bisa berakibat kurang atau lebih bayar”, papar konsultan pajak dari Surabaya ini.
Selanjutnya, Beliau mengatakan bahwa hal tersebut karena besarnya pajak penghasilan yang harus dibayar oleh masing-masing suami-istri dengan atas penghasilan suami-isteri dikenai pajak secara terpisah karena dikehendaki oleh isteri yang memilih untuk menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sendiri (MT) adalah PPh berdasarkan penggabungan penghasilan neto suami-istri dihitung secara proporsional sesuai dengan perbandingan penghasilan neto masing-masing suami dan istri.
“Maka saran saya sebaiknya NPWP jadi satu saja atas penghasilan istri dari satu pemberi kerja, penghasilan istri dilaporkan di formulir 1770 III bagian A II yaitu penghasilan istri dari satu pemberi kerja,” lanjut ibu yang sering mengedukasi masyarakat tentang pajak ini.
Bagaimana kalau sudah terlanjur ber NPWP terpisah?

Saturday, 16 January 2016

Yang Seru di Perhelatan ‘18th Grand Candi Hotel Anniversary’

“Ada undangan ultah-nya Grand Candi Hotel besok pagi, yuk yang bisa datang bisa langsung daftar”
Begitu kurang lebih informasi dari salah satu founder Komunitas Blogger Gandjel Rel Semarang. saya yang blogger amatiran ini selalu merasa ‘wah’ jika ada undangan semacam ini. Maklum, emak-emak kurang piknik. Ehm, bukan kurang piknik mungkin tepatnya, hanya butuh sedikit hiburan dan beranjak dari rutinitas. *lha sama aja*
“Pengen banget ikut, tapi kesananya gimana ya? Jauh dan susah dijangkau kendaraan umum. Paling naik taxi,” dan malam itu dibuat galau antara pengen datang tapi bingung. Alhamdulillah ada yang ngajak bareng.
“Tapi nggak boleh bawa anak ya, mohon maaf..”
Duh.. masalah baru nih, biasanya kema-mana pasti bawa Hasna yang belum disapih itu. Lha iki piye? Mosok tak tinggal? Dan pagi itu makin galau sampai akhirnya berani meminta izin  Mbah kakung dan uti nya buat ninggalin sikecil selama beberapa jam. Alhamdulillah, mbah kakung yang memang sedang rindu berat dengan cucunya itu tentu saja bersedia untuk dititipi.
Dan meluncurlah berdua bareng Mba Wati ke Grand Cabdi Hotel di Jl. Sisingamangaraja. Sepanjang jalan sambil ngobrol ngalor-ngidul dan sharing seputar blogging.
Sumpah ini pertama kalinya masuk ke Grand Candi hotel, ihihi katrok banget yak! Yah, saya kan memang nggak pernah nginap di hotel apalagi sekedar staycation gitu.. belum pernah nyoba maksudnya, takut ketagihan kan bikin kantong jebol. Ups!
Sebelum masuk sudah ‘dihadang’ satpam dan ditanya keperluannya apa. Untungnya mereka cukup ramah apalagi pas kami bilang dari komunitas blogger mau datang ke undangan ulang tahunnya Grand Candi Hotel. Kami juga harus menjalani prosedur umum yaitu pengecekan barang bawaan dengan detektor logam, lalu masuk area lobi dan foto cantik bareng Mba Ika dan Mba Muna yang sudah lebih dulu datang.
Lobi Grand Candi Hotel, foto diambil dari web Grand Candi
Ups. Malah kebanyakan cerita ngalor-ngidul nih, hihi. Yang pasti, setiap bertambah usia selau ada harapan agar ke depan menjadi lebih baik dan mencapai prestasi yang jauh lebih membanggakan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Demikian juga Grand Candi Hotel, sebagai A leading 5 star Hotel di Semarang
Acara perayaan itu dimulai sekitar pukul 11.00. dibuka oleh MC

Thursday, 14 January 2016

Mencoba Sensasi Es Kuburan

Apa yang ada di kepala saat dengar kata ‘kuburan’? pasti tempat yang sepi, menyeramkan, bikin bulu kuduk berdiri, berlumut, dst. Memang sih, kuburan itu tempatnya jin. Bahkan seorang ustadz ahli ruqyah pernah berkelekar dan mengatakan kalau mau melihat ‘penampakan’ bisa asal jepret dengan kamera resolusi tinggi, paling tidak ada yang terekam kamera. Ada yang mau mencoba? Kalau aku, membayangkan saja sudah bergidik ngeri.
Tapi es kuburan ini beda lho dengan kuburan tempatnya orang menyemayamkan orang  yang sudah meninggal; bukan juga tentang grup band yang suka lupa syair itu :D.
Es Kuburan
Es kuburan sebenarnya inovasi dari ice cream pot yang ngehits itu. Tahu kan ice pot? Yup! Eskrim yang awalnya ngehits di Kota Bandung, diciptakan oleh seorang pengusaha muda kreatif yang menciptakan kafe bernuansa garden. Jadi, bisa dibayangkan bentuknya yang mirip banget pot diisi tanah dan pupuk lengkap dengan cacing yang dibuat dari jeli coklat, dan daun mint di atasnya. Kalau melihat sekilas, mungkin jijik mau makan eskrim ini, tapi rasanya yang coklat banget saat di mulut bikin ketagihan. Unik banget kan ya? Kalau saya sih agak jijik gitu deh..

Saturday, 9 January 2016

GIVEAWAY NOSTALGIA PUTIH-ABU arinamabruroh.com

Foto lawas teman-teman SMA, tapi nggak ada akunya :D
Pasti dong, masa muda itu masa yang menyenangkan dan asyik buat dikenang. Biasanya orang lebih terkesan sama masa SMA dibanding masa kuliah apalagi SMP atau SD. Bahkan sampai ada banyak lagu, novel, film dll yang mengisahkan indahnya masa-masa itu.  Nah, berhubung tahun 2015 adalah tahun ke 10 saya melepas seragam putih-abu, jadi ingin mengapresiasi sahabat blogger untuk bernostalgia masa indah itu di Giveaway bertema Nostalgia Putih-Abu (meskipun baru bisa buat GA tahun 2016) :D 
Tulisannya boleh tentang kenangan manis, pahit, nano-nano, atau peristiwa apapun yang menarik di masa SMA.
Syaratnya cukup mudah ko, simak baik-baik ya..
  1. Giveaway Nostalgia Putih-Abu ini terbuka untuk umum (Min. Sudah lulus SMA dan maksimal tidak terbatas.
  2. Warga negara Indonesia, dan berdomisili di Indonesia, yang tinggal di luar negeri boleh ikut tapi jika menang hadiah dikirim ke alamat di Indonesia
  3. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 9 Januari 2016 sampai 9 Februari 2016 dan pengumuman pemenang sekitar 2 pekan setelah GA ditutup
  4. Tema nya adalah NOSTALGIA PUTIH-ABU
  5. Panjang tulisan bebas
  6. Follow blog ini dengan cara klik ‘join this site’ di side bar sebelah kanan blog arinamabruroh.com
  7. Peserta wajib mengirimkan URL tulisan beserta nama dan akun twitter di kolom komentar postingan blog ini
  8. Share URL blogpost ke akun facebook dan tag Arina Mabruroh dan atau twitter dan mention @arinamabruroh dengan hastag #GANostalgiaPutihAbu
  9. Like atau follow sponsor dengan backlink di bawah gambar hadiah
  10. Sertakan gambar giveaway Nostalgia Putih-Abu di awal/akhir postingan
  11. Di akhir postingan, buat kalimat bebas yang di-link ke blogpost ini

Hadiah: (Jangan lupa like/follow backlink sponsor di caption gambar hadiah  ya.. )
  1. 1 Pc blouse merk ‘MOTIF’ dipersembahkan oleh Cha-Cha Shop 
  2. 1 Pc Koko bahan katun
  3. 3 pasmina sifon by FARADISA HIJAB
  4. 1 Buku handmade oleh Yerrow Craft (warna dan model menyesuaikan stok)
  5. Bros Handmade kreasi paper quilling dari Aruni’s paper quilling
  6. Mini Bros rajut
  7. 4 eksemplar buku dan novel
  8. 1 Tote bag *magic bag* (Warna menyesuaikan stok yang ada)
  9. Pulsa 25.000 untuk 1 orang 
  10. 1 Pc Body Scrub Bali Ratih, sponsor dari Mba @RuliRetno
  11. 1 Pc Body Mist Bali Ratih sponsor dari Mba @RuliRetno 
  12. 2 Pcs Boneka felt Blogger
Blouse dari Cha-Cha Shop

https://www.facebook.com/Chacha-Shop-375940275869235/

Koko dari Cha-Cha Shop

https://www.facebook.com/Chacha-Shop-375940275869235/
Pasmina sifon By Faradisa Hijab

Buku Handmade By YerowCraft  (Hadiah sesuai persediaan)

https://www.facebook.com/yerowDIY/?fref=ts

Tote Bag yg praktis buat belanja. warna untuk hadiah sesuai persediaan

Mini Bros Rajut
Bros kreasi paper quilling by Aruni's Paper Quilling

https://www.facebook.com/Arunis-Paper-Quilling-341616902689441/ 
Produk Bali Ratih 
follow blog http://www.ruliretno.com/ dan twitter https://twitter.com/RuliRetno 

*Hadiah bisa bertambah jika ada sponsor lagi... buat yang mau ngasih sponsor langsung PM ya :D

Selamat bernostalgia dan selamat ngikutin GA salam.. :D 

Friday, 8 January 2016

Mimpi dan Afirmasi

“Bermimpilah setinggi langit, tak perlu takut rasa sakitnya jatuh. Lalu berusahalah dengan ribuan cara hingga kau yakin tak ada lagi jalan selain keajaiban. Jika ternyata pada akhirnya yang kau dapatkan tak seindah mimpimu, maka belajarlah untuk mensyukuri apa yang ada di hadapmu”
Kalimat inilah yang selalu kuucapkan pelan-pelan saat merasa berat dan lelah dan serasa jauh untuk mencapai mimpi-mimpi. Iya, mimpi yang selalu mengisi resolusi tiap tahun.
Tahun 2015, hanya 75% resolusi yang terlaksana, tapi Alhamdulillah ada beberapa hal yang tak tertulis dalam resolusi tapi menjadi kenyataan, seperti tulisan dimuat di Majalah UMMI dan punya domain pribadi di dotcom.
Awalnya, sekitar tahun 2009 punya blog sekedar iseng dan ikut-ikutan teman yang aktif di media kampus. Benar-benar tidak tahu apapun seputar blogging, untungnya bisa googling dan ada teman yang meminjami buku panduan setting blog di blogspot.
Setelah punya blog, rajin posting? Sayangnya tidak. Malu rasanya mempublish tulisan-tulisan yang apa adanya itu ke blog, meskipun blog pribadi. Baru kembali PD setelah selama setahun lebih rajin mengikuti even menuis di dunia maya dan masuk dalam antologi-antologi penerbit indie. Ah, tapi tulisanku masih begitu-begitu saja. Tulisan apa adanya dan asal nulis. Karena keterbatasan akses internet pun blog tetap terbengkalai.
Setelah menikah dan mati gaya karena hanya dirumah, apalagi LDR-an dengan suami akhirnya mencoba membuka kembali blog dan belajar lagi banyak hal tentang blogging. Puncaknya, mendapat suntikan semangat berlebih setelah mengikuti workshop ‘Blogging with Heart’ bersama Mbak Indah Julianti yang diadakan komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis Semarang. Alhamdulillah setelah itu ada juga komunitas blogger perempuan Semarang dan makin bersemangat setelah gabung disana.
Setelah gabung, rasa minder pun masih ada di hati. Setiap mau posting tulisan, maju mundur dan bingung antara mau publish atau tidak. Akhirnya sambil pejam mata, klik publish- ambil nafas dalam-dalam-tutup muka pakai tangan- berdo’a semoga tulisanku bermanfaat. Saat blog walking dan melihat tulisan teman-teman sekaligus postingannya selalu menarik, hanya bisa meringis.
Lama-kelamaan kukatakan pada diriku sendiri bahwa malu dan minder tak akan membuatku berkembang. Apalagi makin merasa nyaman blogging. Bismillah.. akhirnya perlahan mulai berani share blogpost di medsos dan beberapa grup blogger. Selalu, sharing sambil tutup mata nahan malu, toh mereka tidak tahu kan?!