Saturday, 28 November 2015

'Sesi Pemotretan' di Japanese Village

Habis jalan ke Desa wisata Lembah Kalipancur, enaknya makan dong ya, di pemancingan yang ada di sana. Tapi, sayangnya adikku yang paling ndut imut itu nggak doyan segala macam ikan laut dan daging. Kasihan lah, kalo ngebiarin dia momong Hasna sementara kakak adiknya makan enak. *padahal sih asyik aja yak. Hahaha *mukajahat*
Ceritanya nih, ini tour ke sekian nya d’ sisters. Eh, ini bukan grup vokal yang digawangi duo Sungkar itu ya.. kita ngasih nama 'd sisters' sebelum mereka punya debut. Awalnya sih gegara kami bertiga yang dulunya suka berantem dan jahil-jahilan ini tiba-tiba jadi kompak setelah (mungkin) ngerasa gede semua.
Welcome to Japanese Village. dok.pribadi
Pas jalan bertiga rasanya jadi makin seru, bisa saling bully  (eh?!) dan guyon sekenanya. 
Apalagi pas idul fitri, ngumpul bertiga (harusnya empat saudara tapi si bungsu cowok) pake baju yang senada, jalan keliling kampung maaf-maafan sama tegangga bareng-bareng, dan aku dikira anak ke tiga karena paling kecil dan imut itu sesuatu *biarin GR*
Dan entah setan apa yang bikin kami narsis setelah kenal sama yang namanya kamera digital

Friday, 27 November 2015

Refreshing di Desa Wisata Lembah Kalipancur

"Mba, aku mau ke Semarang buat ujian, ntar d' sisters jalan-jalan lagi ya" 
Dapet SMS gitu dari adik tercinta langsung kebingungan nyari tempat jalan yang asyik kemana. Mau ngajak ke mall males juga lagi kanker alias kantong kering lagian kelo ngemol nggak belanja ya cuma window shopping doang atau palingan makan, jd kurang berkesan kan?! 
Tiba-tiba *cring!* inget ada satu tempat yang pengen banget ke sana, dan pernah di review juga sama mbak Hapsari, Desa Wisata Lembah Kalipancur. Permah lihat iklannya juga lho di TV, yang kalipancur farm zoo nya. Iya, di tempat ini selain ada kebun binatang mini juga ada pesawat terbang dan japanese village. Penasaran?! Yuk lanjuut!
Desa Wisata Lembah Kalipancur. dok.pribadi
Kalau mau ke tempat ini, dari arah Gunung Pati lewat perumahan greenwood sekitar 2 km berada di sebelah kanan setelah jembatan kalipancur. Kalo yang dari arah simpang lima, lewat Sam Poo Kong cari aja arah ke Goa Kreo. Tempatnya ada di sebelah kiri setelah turunan. 
Ada dua pintu masuk lho, satu pintu khusus untuk wisata dan pintu masuk lainnya untuk warung makan dan pemancingan. Keduanya terhubung sih, jadi masuk lewat pintu mana aja bisa.
Kami memilih masuk ke tempat wisata, karena nggak pengen makan di situ. Masuknya cuma bayar parkir aja Rp.4.000 dan nggak bayar tiket per orang. Kami pikir karena bukan weekend jadi nggak bayar, tapi pas udah masuk baru nyadar kalo kesananya hari sabtu. Hehe
Konsep tempat wisata di sini bisa diakses dengan kendaraan, jadi nggak perlu jalan kaki sampai jauh. Trus tempatnya juga memutar, so nggak harus lewat jalur yang sama pas pulangnya. 

Tuesday, 24 November 2015

Profesi Utama Dunia Akhirat

Hari ahad, 22 November kemarin adalah hari yang super sibuk *gaya* yup! Hari itu ada agenda sarasehan guru TPQ se Kecamatan Pedurungan, Gayamsari dan Genuk. Dua minggu sebelumnya, panitia baru rapat dan menentukan tema acara, undangan, pembicara dan tetek bengek lainnya.
Konsep acara yang digagas adalah silaturrahim guru TPQ di wilayah tiga kecamatan, sekaligus memberikan penghargaan terhadap mereka. Selama ini tahu dong ya, namanya guru TPQ itu sangat lebih tidak diperhatikan dibanding guru honorer. Iya, kalo guru honorer ada kemungkinan bisa naik jadi PNS, lha kalo guru TPQ jalurnya kemana?! *nangis*
Jadi inget masa-masa dulu bantu ngajar TPQ, pengelolanya hanya satu orang dan beliau masih bertahan sampai sekarang meskipun hanya mendapat sedikit perhatian dari takmir masjid. Pernah sih, sesekali mendapat THR dari pemkot, tapi jumlahnya tak setimpal dengan tenaga dan pikiran yang sudah mereka keluarkan.
Ya, ngajar ngaji kan urusan akhirat, harusnya nggak usah mikirin dapat ‘sesuatu’ dong..! ups. Ada yang punya pikiran gitu?! Hm... memang jadi guru TPQ itu urusan akhirat, kalo nggak mana mungkin mereka betah tiap hari kudu ngeladenin puluhan kepala dengan beda sifat dan karakter, ratusan keinginan anak didiknya dan segala tingkah polah mereka, juga harus sabar ngajarin semua huruf hijaiyyah sampai benar. Kadang gurunya sabar, eh muridnya nggak sabar gara nggak naik-naik bacaannya padahal emang belum bener trus ortunya ikutan sensi trus brenti deh ngajinya. Nahloh! Padahal mah ngaji itu emang kudu sabaaar selebar lapangan nggak berpagar.
Dan yang lebih penting, mau ngajar ngaji atau ibadah lain pun butuh materi. Busana muslimnya, pulang/pergi ke tempat ngajarnya, buku panduannya, sarana prasarana, dan yang paling penting ilmunya. Jangan dikira bisa ngajar ngaji itu gampang nyari ilmunya ya... *kalo para guru TPQ pasti tahu perjuangannya, hehe* so, semuanya harus saling mendukung dan seimbang.
Untuk itulah

Sunday, 22 November 2015

Zeti Arina, Mengedukasi Masyarakat Agar Melek Pajak

Orang bijak taat pajak. Tagline ini sering kita dengar sebagai kampanye pemerintah terhadap masyarakat untuk selalu membayar pajak. Ya, pajak adalah kewajiban yang harus dibayarkan oleh masyarakat (wajib pajak) kepada pemerintah, dana pajak ini merupakan salah satu pendapatan negara yang vital karena digunakan untuk menunjang berbagai sektor pembangunan.
Sayangnya, masyarakat seringkali tidak aware dengan permasalahan pajak dengan alasan rumit dan detail. Atau bisa jadi sebagian masyarakat hanya memahami pajak yang umum hampir semua orang punya seperti pajak kendaraan bermotor, rumah, tanah, dll. Padahal saat kita berbelanja atau makan di warung makan pun sejatinya ada pajak yang dikeluarkan yaitu PPN sebesar 10% yang biasanya sudah termasuk dalam harga. Belum lagi jika menjadi seorang pengusaha, maka  wajib melaporkan dan membayar pajak sesuai dengan usaha yang dijalankan.
Seorang pengusaha khususnya dan masyarakat umumnya membutuhkan seorang konsultan pajak agar pajak yang dibayarkan sesuai. Zeti Arina, adalah seorang konsultan pajak yang berusaha mengedukasi masyarakat agar melek pajak. Tugas seorang konsultan pajak bukanlah membantu klien untuk curang dengan pajak yang harus dibayarkan, melainkan memberikan solusi pembayaran pajak yang tepat dan efisien tanpa menyalahi undang-undang. Tugas lainnya yaitu mengedukasi klien tentang pelaporan pajak yang benar, menekan hingga nol kesalahan hitung, juga mendampingi ketika ada pemeriksaan. Pemilik usaha yang menggunakan jasa seorang konsultan pajak akan lebih tenang karena jika ada sengketa terkait pajak bisa dipercayakan kepada ahlinya.

Saturday, 21 November 2015

ASUS Zenfone 2 Laser, Bantu Anak Tumbuh Cerdas

Apa yang paling diharapkan orangtua terhadap anaknya? Tentu anak yang sehat, cerdas, ceria dan menjadi kebanggaan hati mereka. Ibu adalah tempat anak pertama kali belajar mulai dari saat masih di dalam kandungan hingga dalam masa tumbuh kembangnya.
Salah satu hal yang mendukung kecerdasan ibu dan anak dalam era multimedia saat ini adalah smartphone, gadget yang menjadi barang wajib dipunya oleh hampir semua orang.
Baru-baru ini ASUS me-launching produk baru smartphone yaitu ASUS Zenfon 2 Laser yang memadukan antara gadget mahal berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Tipe ini merupakan varian baru ASUS Zenfone 2 yang mana harganya masih cukup tinggi dan belum terjangkau banyak kalangan. Jika Asus Zenfone 2 tersedia dalam layar ukuran 5,5 inci maka ASUS Zenfone 2 Laser tersedia dalam tiga ukuran yakni layar 5 inci, 5,5, inci dan 6 inci.
Smartphone 4G LTE ini telah dilengkapi dengan kamera utama dengan resolusi 13MP dengan lensa f/2.0 aperture yang mampu mengambil foto dengan resolusi 4128 x 3096pixel. Dengan dukungan zero shutter lag, kita tidak perlu khawatir akan kehilangan momen berharga yang umumnya berlangsung sangat cepat. Yang menarik, kamera tersebut diperkuat fitur Laser Auto Focus. Teknologi terbaru ini memungkinkan pengguna untuk lebih cepat mendapatkan fokus objek yang akan dibidiknya baik dalam jarak dekat maupun jauh, termasuk juga membantu dalam kondisi kurang cahaya.

ASUS Zenfone 2 Laser

Untuk melengkapi, kamera depan yang disediakan juga memiliki resolusi yang cukup tinggi yakni 5MP serta dengan aperture f/2.0. Tak hanya resolusi yang tinggi, kamera ini juga mendukung autofocus untuk mendapatkan hasil foto yang lebih baik. Selain itu, kamera depannya juga disediakan dengan sudut yang lega hingga 85o. Artinya, akan lebih banyak obyek yang bisa ditangkap dalam foto. Mendukung banget nih buat berselfie ria dan mengabadikan momen kebersamaan.

Monday, 16 November 2015

Copywriting, Strategi Jitu Soft Selling

Suatu hari saya tertarik dengan informasi di Media sosial Facebook yang berisi penawaran untuk mengikuti training online meningkatkan omzet dan pelanggan dengan strategi soft selling bersama coach Indari Mastuti. Serta merta saya mendaftar dan menunggu pelaksanaan dengan rasa penasaran tinggi. Karena training ini bentuknya online, saya tidak perlu lagi meminta izin suami dan mencocokkan jadwal agar bisa mengantar jemput atau mencari rute yang pas dilewati kendaraan umum. Selain itu, bisa juga kuikuti sembari mencuci pakaian, atau aktivitas rumah tangga lainnya. Enaknya jika bisa training sambil leyeh-leyeh.
Indari Mastuti, writer business specialist
Pendaftar yang jumlahnya mencapai ratusan itu lalu dimasukkan ke dalam sebuah grup facebook khusus untuk training. Indari memulai dengan memaparkan pertanyaan-pertanyaan menggelitik seputar bisnis dan iklan, tentang keberhasilannya berbisnis dengan copywriting, setelah itu memberikan penjelasan tentang strategi soft selling. Cukup mudah dan hampir semua orang bisa melakukannya.

Wednesday, 11 November 2015

Home Sweet Home, Rumah Idaman

Seperti apa rumah idaman kamu?

Kalau aku,  Sejak sebelum menikah dulu, sudah punya rumah impian *ciee* yang kupajang dalam buku harian dan selalu kubawa kemana-mana. Awal mula kenapa kupajang gambar mimpi-mimpiku itu adalah setelah mengikuti sebuah training motivasi bisnis. Trainer memaparkan tentang mimpi yang harus diafirmasikan sehingga menjadi sesuatu yang melekat dalam alam bawah sadar kita dan menjadi semacam do’a, agar terbuka pintu langit untuk menyampaikan keinginan kita kepada yang Maha memberi.

Awalnya, rumah idamanku adalah sebuah rumah yang luas dan bisa menampung banyak orang. Kalau perlu aku bisa membuat kos murah atau semacam pesantren muslimah dengan biaya murah dan fasilitas lengkap. Ini terinspirasi dari pengalaman waktu kuliah dan kalang kabut mencari rumah kontrakan sekaligus membayar biaya kontrakan yang makin melejit. Mencari rumah di daerah yang kondusif untuk belajar, mudah dijangkau dari kampus dan fasilitas umum lainnya, dan utamanya harga miring betul-betul membuat kepala pening.  Sejak itu lahirlah keinginan mempunyai rumah yang bisa kujadikan ladang amal untuk para pencari ilmu.

Setelah itu, berkembang keinginan yang banyak berderet seperti gerbong kereta api. Aku  Ingin rumah di daerah yang sejuk, karena di Wonosobo aku kedinginan dan di Semarang kepanasan. Ini membuat agak tersiksa apalagi saat pulang kampung, serasa keluar dari oven langsung dimasukkan freezer dan sebaliknya saat pulang ke Semarang setelah lama di kampung, badan meriang, masuk angin dan flu. Kesimpulanku, idealnya punya rumah di daerah yang tidak terlalu panas/dingin.

Baru-baru ini Flipit Indonesia  bareng LAZADA ngadain kuis tentang rumah idaman. Isinya tentang tipe rumah idaman kita seperti apa? Waktu ikut kuisnya dibikin penasaran karena berbagai pertanyaan menggoda yang bikin jadi bayangin rumah cantiknya. Sueeer!! Cantik banget rumah-rumah yang ditampilin di sana.

Kek gini nih kusinya, simpel banget. aku ceritain khusus buat kamu ya, iya. kamu :D 

Sunday, 8 November 2015

5 Menit di Pangandaran

Indahnya pantai Pangandaran. Foto diambil dari sini
Biasanya, orang akan senang berlama-lama di pantai dan tak ingin segera pulang. Tapi, kami pernah hanya berdiri dan foto-foto selama 5 menit setelah menempuh perjalanan selama 3 jam saat menuju ke sana.
Waktu itu masih hamil Hasna uk kurang lebih 6 bulan, kami berencana pulang ke Wonosobo. Tiba-tiba suami menawarkan untuk mengunjungi temannya di Cilacap. So, berangkat jam 9 malam bertiga dari Semarang, tidur di Wonsobo, lalu esoknya berangkat ke Cilacap. Sampai di sana sekitar jam 1 siang. Rencananya kami akan langsung kembali ke Wonosobo, tapi tergoda untuk jalan-jalan ke Pangandaran. Pernah sih ke pangandaran tapi sudah lama sekali, saat masih kelas 2 SMP, study tour.
Kami pikir, perjalan ke sana cukup dekat dari Jeruk Legi Cilacap, ternyata hampir tiga jam perjalanan melewati kebun karet dan hutan jati. Wow emejing dah! Apalagi jalan jelek dan sepi, sedang ada perbaikan di banyak titik. Kami sampai di pantai Pangandaran sudah menjelang maghrib. Namanya di pantai tentunya ingin main ombak dan foto sebanyak-banyaknya, tapi karena menjelang maghrib kami urung nyebur ke air. Tiba-tiba suami bilang: Pulang aja yuk, aku takut jalanan sepi, tadi aja pas berangkat sepi gitu, nanti kalo pulangnya tambah sepi gimana? Ini isinya berdua bumil semua.. “
Tuingtuing...!! kami Cuma saling berpandangan. Nggak salah nih?! Ke pangandaran Cuma 5 menit?! Padahal jalannya tadi sejauh itu?! Wohowowhowho... tapi demi keamanan para bumil kami pun bergegas kembali ke Jeruklegi. Dan ya... rasanya masih nggak percaya aja kalo di sana cuma lima menit. Seperti mimpi jalan-jalan ke pantai tapi kerasa capeknya beneran. Hehehehe.

Moga lain kali bisa beneran hang out ke sana atau ke pantai lain di Cilacap, secara belum pernah ke gitu.. Kalo perlu road show.. ekspedisi pantai selatan jalan-jalan menyususi pulau Jawa. Aamiin.. 

Thursday, 5 November 2015

Info Lomba Blog dan Fotografi

Kemarin lusa, lagi bete tiba-tiba dapat pesan WA yang menarik dari seorang adik kelas di FIB Undip. Alhamdulillah dia tahu kalo eyke akhir-akhir ini rajin ngeblog.
Yup!  Isinya tentang INFO LOMBA NULIS. Itu banget kan yang diharepin dan selalu dicari oleh kita0kita ini?! Hihi. Semacam mendapat durian runtuh tepat di dekat kaki pas lagi berdiri di bawah pohon durian ngeliat buah durian bergelantungan dan baru mbatin pengen makan durian. *untung nggak jatuhin kepala*
selain lomba blog, ada juga lomba foto. pas banget kan buat yang hobinya jeprat-jepret cantik pake kamera canggih.

Nah, info itu dari adik-adik aktivis kampus, yaitu Departemen Humas KAMMI Komsat FIB Undip. Sedikit bangga sih, dulu pernah juga dikasih tugas di bidang Humas Komisariat meskipun waktu itu kerjaan cuma dikit dan digarap rame-rame. Hehe.
Yuk ah, nggak usah kebanyakan prolog, langsung aja ane copast-in kesini gan infonya.
Sayangnya belum sempat ceki-ceki satu persatu, kalo dilihat sepintas sih ada beberapa yang sudah expired.
Rapopo wis, mugo-mugo ono manfaate. Aamiin...
semoga nanti nyusul bisa cek Deadlinenya masing-masing ya, atau kalau ada yang mau bantu silakan.. :) 

cekidot gaaan!!

Wednesday, 4 November 2015

Dibalik Nama Adik Kesayangan, Danang Ulil Absor

Nama adalah do’a; itulah yang diajarkan Rasulullah Muhammad SAW sehingga memberikan nama yang baik adalah salah satu kewajiban orang tua terhadap anaknya. Seorang anak berhak akan penggilan yang baik. Dan umumnya, orang tua memberikan nama anaknya sesuai dengan harapan dan do’a terhadap anaknya. Contohnya seseorang diberi nama Aisyah agar bisa meneladani istri nabi Muhammad, nama zahra agar secantik bunga, dan lain sebagainya.

Banyak nama yang melekat kuat dalam hatiku, diantaranya Khadijah istri pertama rasulullah, Salsabiila yang berarti mata air surga dan hanya ada satu kata dalam Al-qur’an, Luqman sebagai gambaran kebijaksanaan di dalam kisah kitab suci umat islam, dll. Namun, ada satu nama yang paling berkesan di hati karena waktu itu antusias mencari nama untuknya. Danang Ulil Absor, adik bungsu laki-laki kesayangan yang lahir bulan September tahun 2002.

Kelas tiga SMP saat tahu ibu hamil lagi, rasanya ko aneh, ntar udah gede punya adek bayi padahal adikku yang ke dua waktu itu sudah berusia sekitar 9 tahun. Mau gimana lagi, wong bapak dan ibu masih berharap punya anak laki-laki setelah ketiga anaknya cewek semua. Akupun berharap punya adik cowok, meskipun terdengar menyenangkan jika ternyata empat bersaudara cewek semua. Kebayang hebohnya juga sih.. hihi

Tuesday, 3 November 2015

Temukan Passionmu Ciptakan Peluangmu

Sudah cek Tokopedia belum?
Siapa yang nggak kenal jargon ini? Hampir semua orang yang punya TV pasti tahu gimana hebohnya iklan dengan jargon tersebut sejak awal muncul. Mulai dari jualan kipas angin, sandal jepit, raket nyamuk, dan baru-baru ini tentang ‘apa aja ada di tokopedia’ selalu dibuat dengan dramatisasi tinggi dan lebay, tapi hasilnya jadi menarik dan mudah diingat. Awalnya bikin orang penasaran lalu dikagetkan dengan akhir yang menggelikan dengan pertanyaan ‘sudah cek tokopedia belum?’
Hayoo... kamu sudah cek belum?
Ehm, nggak akan bahas iklan ko, cuma sedikit ngingetin masa-masa kuliah tentang advertising aja  hehe.  Cerita sebenarnya adalah tentang seorang nenek yang ... *lhoh! ngelantur.
Minggu awal November kemarin, Tokopedia ngadain Roadshow ke Semarang setelah beberapa kota yaitu Jakarta, Solo, dan Jogja. hurray! Patut bersyukur pake banget sih, biasanya kan kalo ada even gede Semarang sering dilewatin *nyesek.
Saking penasarannya sama acara ini, langsung daftar begitu ada info dari teman padahal waktunya juga masih dua mingguan. Sayangnya, karena nggak ada info yang jelas tentang daftar kelas workshopnya  jadi nggak tahu aturan mainnya dan kehabisan kursi di kelas kuliner *padahal mupeng banget-nget.
Minggu pagi janjian sama Mba Ika Puspitasari buat berangkat bareng. Alhamdulillah sampai tempat baru jam 08.05 tapi antrian peserta di depan sudah mengular. Untungnya buar blogger ada pintu registrasi yang beda. Ahamdulillah... nggak perlu antri.
Masalahnya, aku lupa registrasi atas nama blogger atau online shop, pede banget walau nama nggak tercantum di daftar nama blogger/media tapi bilang aja dari Komunitas blogger Gandjel Rel.