Saturday, 24 October 2015

Segar Gurih Es Marem Amelia



Jika berjalan menyusuri wilayah Kota Semarang, pasti mata kita akan mendapati penjual es dengan tulisan ‘ES MAREM’. Awalnya kupikir ini es khas Semarang, mungkin terlebih saat melihat salah satu gerobak es ini berjudul ‘Es Marem Khas Semarang’.

Penasaran saya pun mendatangi sebuah kedai Es marem di daerah Jembatan III Tlogosari, Es Marem Amelia namanya. Waktu melihat menu yang tersedia, ternyata sama saja dengan es campur lainnya.
Iseng tanya ke penjualnya kenapa namanya es marem,
katanya karena dicampur-campur. Geli sebenarnya dalam hati kalau campur-campur namanya es campur, ya tho? Yowes, kita lihat saja nanti gimana esnya, pikirku.

Saya dan suami memesan es marem kombinasi plus alpukat. Saat semangkuk es itu terhidang di hadapan masing-masing kami, langsung meleleh di lidah membayangkan rasa nikmatnya.
Es kombinasi santan + alpukat _dok.pribadi_

Itadakimasu! slurp! segeeer!

Hm... begini tho, yang namany es marem? Hehe. Hampir sama dengan es campur pada umumnya hanya saja terasa lebih spesial. Oia, kata si Bapak yang es marem ada dua varian yaitu kombinasi santan dan kombinasi santan+alpukat. Isinya ada kolang-kaling, cendol, potongan buah nangka, cincau hitam, kelapa muda, kacang tanah sangrai, dodol tape kering, potongan alpukat, kuah gula dan santan, dan tak lupa es serut. Hm.. kombinasinya lengkap.
Kenyanglah makan semangkuk es ini. Setelah itu berkesimpulan bahwa es marem itu karena setelah makan rasanya ‘marem’ alias puas, kenyang. Hehe

Oia, yang menarik di sini, kelapa mudanya selalu benar-benar muda, bukan kelapa cukup tua yang diserut lalu dicampurkan. Jadi rasanya lebih lembut dan nikmat. Tapenya pun menggunakan dodol tape kering, yang kalau dulu di kampung saya menyebutnya permen tape. Aroma tapenya tidak begitu kentara dan tidak mengubah rasa es.
Hm.. yummy... santan yang digunakan pun santan kelapa asli, bukan air yang ditambah tepung atau lainnya. Rasanya gurih segar terlebih jika dinikmati saat cuaca terik.
Selain es marem kombinasi, tersedia juga aneka es teler, es kolak, dan es jeruk+selasih. Harganya pun cukup ramah di kantong yaitu mulai Rp.5.000 – 10.000/porsi. Favorit suami es kombinasi alpukat, favorit saya es teler special. 

Es Teler Spesial _dok.pribadi_
Sayangnya, pemandangan di sekitar kedai ini kurang menarik. Depannya adalah jalan raya tlogosari yang cukup ramai dan bising lalu lalang kendaraan, samping kanan-kirinya kedai juga, dan belakangnya sungai_meskipun saat duduk tidak terlihat kondisi sungainya. Meskipun begitu, kedainya cukup rapi dan bersih. Oia, sempat lho kuperhatikan tempat nyimpan es batunya juga bersih banget. Siplah!

2 comments:

  1. Waa. saya punya sauudar di Tlogo sari, tapi belum pernah mencoba es Marem, Kapan kapan mau mencoba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus dicoba Mba Een :)
      saudaranya di tlogosari mana Mba?

      Delete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam