Saturday, 3 October 2015

Ngeblog Biar Kepala Plong



Awal kenal blog dulu dari seorang teman kampus aktivis media. Sumpah waktu itu belum tahu sama sekali, apaan sih ‘blog’ itu? Makanan apa? Pikirku. Dan saat dia memamerkan blog barunya berikut sebuah postingan berisi liputan perjalanan KKL kami, aku pun langsung ngiler pengen punya blog. Yang kupahami waktu itu blog adalah semacam diary digital, yang bisa kubuat untuk nulis apa saja dan cerita apa saja.
 
Jadilah kubuat blog tanpa tahu ilmu apapun tentang ngeblog. Main login aja dan dengan nama ‘IstanArina’ akronim dari Istana, bermakna tempat tinggal yang nyaman, dan Arina namaku. Hm... sebenarnya nama ini terinpsirasi dari nama blog temanku juga sih.

Tahun 2009, setelah daftar bingung gimana mau mosting dan nyetting segala macamnya, akhirnya dibiarkan tanpa ada isinya. Tahun 2010, mendapat tantangan dari ketua rohis Undip, waktu itu aku menjadi Ketua Bidang Kemuslimahan. Dia menantangku untuk membuat tulisan dan dipublish. Bingung mau publish kemana, ya ke blog aja! Yang nggak perlu nunggu dibantai redaktur dulu, hehe. Apalagi, waktu itu jarang sekali nulis artikel, lebih banyak nulis fiksi jadi ada rasa kurang Pede.
Setelah itu nggak pernah juga buat blogpost lagi, apalagi sama sekali nggak akrab dengan medsos. Ya iyalah, dari pada ngabisin uang buat facebook-an dan ngeblog mending hemat biar bisa hidup. Haha, prinsip anak kos dengan uang saku pas-pasan nih..

Baru setelah lulus kuliah, pulang kampung lalu mengabdi di lembaga zakat aku diamanahi untuk ngurusin media juga, mulailah kulirik kembali blog itu. Mencari pinjaman buku panduan ngeblog, tanya-tanya ke teman yang sudah lebih dulu mengelola, dan gugling tutorial ini itu. Hasilnya? Masih biasa saja, ada sedikit kemajuan saya tahu apa itu laman, tahu caranya ngedit, ganti template, dll. Lagi-lagi karena kesibukan dan tidak membiasakan posting, akhirnya terbengkalai lagi. 

Mulai sedikit melirik blog lagi saat sedang booming berbagai event menulis yang diselenggarakan di dunia maya, dan sebagian mensyaratkan harus di post di blog. Inilah masalahnya, blogku yang masih begitu-begitu saja.

Beneran serius ngeblog baru sekitar setahun terakhir, setelah ikut acaranya IIDN Semarang bertajuk ‘Blogging With Heart’. Jujur, waktu itu tergoda dengan kalimat selanjutnya... blogging with heart, money will follow. Ya, masih jauh panggang dari api, tapi setidaknya ini salah satu hal yang menjadi pemantik. Semacam untuk penghasilan tambahan seorang Ibu rumah tangga, hehe.

Namun, paling utama menulis dan berbagi adalah untuk ibadah, agar bermanfaat untuk orang lain. Kenapa? Karena jika tulisan kita bermanfaat pahala akan terus mengalir, dan tak perlu galau-galau amat saat tulisan tidak masuk nominasi dalam lomba, misalnya.

Menjadi IRT yang ingin jadi writerpreneur dan traveller, tentu tidak mudah. Ini semacam mimpi yang jauuuuh sekali dari pandangan. Tapi, selalu ada jalan untuk meraih impian kan? Entah itu nanti Allah berkehendak akhirnya sesuai dengan harapan atau tidak, yang penting ada usaha untuk mewujudkan sembari tak henti berdo’a.

Setiap berjalan-jalan kemanapun selalu kupasang mata dan telinga tajam-tajam sambil nyiapin sekotak memori di otak agar setiap moment tersimpan rapi tanpa terlewat sedikitpun. Dalam perjalanan sudah terbayang apa saja yang akan ku tulis,menjadi berapa artikel, akan ada gambar apa saja, dll.

Gambar?! Seringkali harus rela dengan gambar seadanya lewat HP butut. Jika suami sedang good mood, pinjam HP’nya yang kameranya sudah HD, nitip sikecil, lalu jeprat-jepret sana-sini. Oh God! Waktunya terbatas lah... belum lagi kalo sikecil pengen ikutan foto-foto sendiri dan ngerebut HPnya. Hufft.. ini masih belum selesai, hihi. Ceritanya saya harus ngirim foto itu via messanger agar bisa kuakses lewat Facebook saat online. Maklum, laptopnya nggak ada fasilitas bluetooth. Setelah download dari facebook, barulah bisa kumasukkan ke blog. Hm.. kalo nggak punya foto ya terpaksa nyomot dari hasil gugling dengan mencantumkan sumbernya. 
Demi dapat foto di tiap perjalanan, tapi pas nggak bisa keluar dari kendaraan

Sikecil dijagain Ayah, Bunda foto-foto
Jika ada ide, biasanya kutuliskan di buku atau di tab dalam folder BANK IDE, sudah lengkap outline nya mulai dari awal sampai akhir berikut point-point penting yang harus dicetak tebal dan digaris bawahi. Hehe. Kalau belum sempat menulis dan posting, rasanya seperti ada yang mengganjal dan memaksa untuk keluar lewat ubun-ubun. Kepala terasa berat, tidur tak nyenyak, bahkan seringkali mimpi pun isinya tulisan dan blog, haha. Entahlah.. sepertinya memang karena saya masih belum bisa fokus memikirkan hal lain jika ada yang mengganjal termasuk soal tulisan ini. 
Sikecil tidur, laptop, bank ide, catatan kecil, segelas susu coklat hangat. voila! Mari kita ngeblog
Setelah beres dengan cucian si kecil dan menidurkannya sekitar pukul 10, barulah bisa sejenak online dan intip-intip blog berikut medsos lainnya. Nah, ininih racunnya.. niatnya mau nulis, mau update blog malah keasyikan stalking di fb dan twitter, tahu-tahu sikecil nangis dan bangun padahal nulis baru separagraf atau bahkan baru judulnya, kadang juga masih lembaran kosong tanpa satu huruf pun. Hm.. kalo dia bangun artinya nggak bisa lagi tenang di depan laptop. Adanya dia ingin nonton video dan ikut klak-klik mouse

Aaaarggh!!! Rasanya makin ngeganjal aja. Ada yang harus dikeluarin, tapi nggak bisa. Macam (maaf) sembelit gitu.. nggak enak banget kan rasanya?! Lalu bertekad: pokoknya nanti malam begitu dia tidur langsung ngetik!!
Tapi nyatanya, kadang dia belum tidur aku yang sudah tepar duluan. Wkwkwkwk. Derita emak-emak rempong nih. Tiba-tiba terbangun tengah malam dan sudah nggak kuat nahan kantuk. Lain waktu, nekat minum kopi menjelang maghrib biar bisa melek sampai malam. Jadinya sampai hampir dini hari belum bisa tidur dan paginya lemes bin ngantuk meskipun sudah didopping secangkir kopi lagi. Uuh.. jadi tergantung kopi lagi padahal sudah berusaha nggak jadi coffee addict lagi.
Ngopi pagi-pagi *foto ngopi pas di jalan :D
Kalo beruntung dia tidur gasik dibawah jam 21, wuiih... rasanya seperti dapat angin segar. Bisa bikin segelas susu hangat, lalu selonjoran kaki, buka laptop dan online. Hm... nikmatnya dunia, Me time yang sangat menyenangkan meskipun dagdigdug jika terkadang suara tangisnya tiba-tiba terdengar karena gigitan nyamuk dan artinya harus kembali meninabobokan. Saat bisa melanjutkan nulis dan mengeluarkan semua yang ada di kepala, rasanya plooong!! Seperti teriakan para supporter bola saat idolanya berhasil memasukkan bola ke gawang : Goooooll!!! 

Oia, sejak berniat serius ngeblog, aku punya motto: penting nggak penting yang penting posting, dengan tetap berniat ibadah dan memberi manfaat. Jadi, setiap pergi kemanapun ‘antena’ untuk mencari bahan tulisan langsung aktif. Foto ini itu, lihat sana-sini, kepoin apa aja. Parahnya kadang sampe ditegur suami karena dia ribet dengan sikecil yang kelebihan energi dan paling malas untuk foto-foto termasuk memoto. Hff... biasanya sih dengan sedikit rayuan gombal akhirnya mau motoin meskipun hasilnya kadang kurang memuaskan. 

Belum lagi, kalau banyak ide di kepala tapi hampir nggak sempat nulis karena anak rewel dan butuh lebih banyak perhatian yang otomatis menyita waktu. Apalagi sebulan kemarin tab yang biasanya bisa menemani menulis dan lebih fleksibel harus diopname

Ah! Memang menulis pun harus punya prinsip ciptakan peluangmu! Saat bisa pakai laptop, artinya lebih mudah mengakses segala hal, saat pakai tab bisa sambil ngapa-ngapain dan aman dari jangkauan sikecil, saat tak bisa pakai keduanya ada kertas dan puplen yang siap menemani, saat tak ada kertas ada HP butut yang bisa membantu menyimpan keyword ide-ide. Saat tak ada sedikitpun itu, bisa minta tolong orang terdekat untuk menuliskan ide atau merekam apa yang ada dipikiran saat ini untuk menulisnya kemudian. Kalo pas butuh referensi, atau nyoba review buku biasanya kubaca sambil masak, sambil nunggu cucian digilas mesin cuci, dan sambil tiduran nenenin Hasna. Pas ada referensi dari internet, harus kudownload dan print biar bisa kubaca dimana-mana sambil corat-coret jika perlu.

Saat menulis ini pun harus kejar-kejaran dan kucing-kucingan dengan jadwal tidur sikecil. Atau kalau sore hari si Ayah sudah pulang, bisa sedikit mengalihkan perhatiannya dengan jalan-jalan keliling komplek dan si emak bisa lebih enjoy nulis tanpa gangguan. 
Begini aksi sikecil kalo ada laptop nyala di meja

Blogpost terakhir yang bikin jungkir balik adalah saat harus membuat liputan acara, sedang santai karena masih ada waktu beberapa hari tiba-tiba diajak pulang kampung sama si Ayah. Beberes seadanya dan berangkat naik motor kehujanan plus menerjang kabut. Sampai di kampung dapat kabar deadline diajukan. Whaaat!! Langsung pontang-panting nyabotase laptop adik. Dan seperti dunia berhenti berputar saat tiba-tiba laptop mati sampai berjam-jam. Hati nggak karuan rasanya, ditambah kuota internet yang tinggal dua hari lagi habis, mau nggak mau harus segera selesai. 
Malamnya laptop bisa menyala dan bisa lancar ngetik, tapi masalah lagi saat tidak bisa mengakses internet dengan tethering. Oh My..!! Foto pun sebagian di facebook dan sebagian di camdig. Ngopy file foto dari MMC musti berkali-kali karena nggak kebaca. Sinyal makin kedap kedip, maklum sedang di pucuk gunung di Wonosobo. Aaarg!! Rasanya pengen lempar laptop dan HP aja saking geramnya. Sikecil pun rewel. Hfff.... 
Hampir tengah malam saat terfikir balik strategi, bukan internet yang disharing ke laptop, tapi file yang mau dipost yang dipindah ke HP. Alhamdulillah cara ini berhasil, memang butuh waktu lebih lama dan kesabaran ekstra. Akhirnya bisa posting meskipun tidak bisa langsung mengedit posisi foto dan memberi caption. Fyuuuuh... legaa, dan bisa tidur nyenyak akhirnya. 

Apapun kendalanya, bagaimanapun kondisinya, aku masih jauh lebih beruntung dan lebih mudah untuk menulis. Lihat saja teman-teman kita yang hidup di daerah terpencil yang bahkan listrik pun belum ada, mau ngetik pakai komputer?! Berharap ada warnet yang dekat?! Atau yang belum punya PC harus rela membayar rental dan ke warnet agar bisa ngepost tulisannya. Ada banyak penyandang cacat yang semangat berkarya, ada seorang tuna netra yang semangat menulis, dan banyak hal yang kadang membuat kita malu jika tak memiliki effort tinggi untuk melakukan sesuatu. 

Bismillah, menulis dan ngeblog. Ibadahku, passionku. Insya Allah 

Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Cerita di Balik Blog

14 comments:

  1. Seruuu...., tapi aku lebih katrok laagi mb Arina...sudah bikin blog, tapi bingung mau nulis apa...hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe. Blognya mba ika mah udah kereen!!

      Delete
  2. Waduh, saya ngacung nih ... berasal dari daerah terpencil ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masa' mba? Hihi.
      Tapi nggak tinggal d daerah terpencil lg kan mb? :D

      Saya asalnya dr desa yg ga terpencil amat sebenarnya, tp klo urusan sinyal dan transportasi, berasa terpencil banget :'(

      Delete
  3. Hihiii, suka gemes ya kalo inet kurang lancar.

    Aku sih biasanya nulis di android, pakai aplikasi blogger, gak pakai inet pun bisa. Ntar tinggal update pas ketemu laptop dan fasilitas inet :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah pasang blogger apps sebenarnya.. tapi sering banget typo, jd lbh nyaman pke lepi mba.. kadang2 aja pke blogger apps nya :P

      Delete
  4. hihihi seru yaaa behind the blogmu mba, alde juga musuhan sama lappy nih kalau liat aku buka laptop protes mama ni kerja teruuus....semangaaat....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi. jealous sama lepi...

      emak rempong banget ya mba dirikuh... kudu perbaiki time managament bangetbanget nih.. biar jadi emak blogger ketjeh kaya mba dedew :)

      Delete
  5. Bener juga yaaa.. harusnya punya bank ide biar ide gak gampang bubar jalan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba,, kalo pas sdh ada waktu nulis bisa digalilagi idenya :)

      Delete
  6. Seru ya cerita ngejar deadline saat di kampung halaman. Mirip sama cerita saya dulu.. Kalau sekarang tiap mau pulang kampung udah dikondisikan ga terima kerjaan, jadi bener-bener cuti ngeblog dan online. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi. pengennya juga pas pulang ga usah pegang2 laptop dll mba, tapi ini mendadak banget pulkamnya jadi ya kudu siap begitu. hehehe.
      daerahku emang sinyal susahnya minta ampun, makanya kalau pulang berasa 'mengasingkan diri' krn cuma bisa SMS/Telp itupun nggak masuk2 :P

      Delete
  7. Blogging with heart, money will follow... hehehee.... inget banget ini petuah Mba Indah Juli :)
    Terus semangat utk ngeblog ya mba... Terima kasih sudah ikuan GAku, good luck :)

    ReplyDelete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam