Saturday, 10 October 2015

[Jerat-jerat Iblis dalam Pakaian Muslimah]


Suatu pagi, seorang kawan mem-broadcast sebuah tulisan singkat yang membuatku merasa sangat malu. Jleb! begitu kira-kira reaksi hati sambil membaca satu-persatu kata di layar gadget.
perasaan malu yang teramat dalam karena terkadang diri ini masih sibuk memikirkan bagaimana cara mendapatkan gamis ini, jilbab itu, aksesoris di sana, dll. Padahal pakaian di lemari meskipun tak seberapa sudah cukup untuk menutup aurat dan berpakaian pantas. 

Ah, astaghfirullah... maafkan kami yang masih mementingkan urusan dunia dibandingkan bersibuk 'mengambil hati' MU Yaa Rabb...
Maafkan kami yang masih berjibaku dengan segala kenikmatan dunia 
Maafkan kami
yang kadang lalai menjadikanMu sebagai penentu pertimbangan
Maafkkan Lidah kami, tangan kami, kaki kami, bahkan mungkin jika pakaian yang kami kenakan hanya membawa keburukan bagi kami. 
Astaghfirullahan'adzim... 

Tulisan kiriman teman itu, agar tetap menjadi pengingat maka kutuliskan kembali di sini

__________________________________________________________________________________________ 

Oleh : Ustadz Kholid Syamhudi
repost : Hafizh Muhammad

Alhamdulillah, hijab syar'i kini mulai semarak dan mulai menjadi trend. Ini adalah kebaikan dan kemuliaan.
Tapi setan tak mau ketinggalan. Dia terus berusaha tetap menyesatkan. Walau hijab sudah syar'i Setan menumbuhkan semangat di hati para muslimah untuk mengoleksi hijab syar'i dengan berbagai mode serta membuatnya lupa dengan semangat memperbaiki akhlaq. Setan menjeratnya dengan senang menumpuk-numpuk pakaian dan mengurangi sedekahnya.

Setan terus menumbuhkan semangatnya untuk tampil cantik dan syar'i namun melupakan diri untuk menambah ilmu agama. Belum puas dengan itu, setan menyemangati agar para wanita yang berhijab syar'i untuk hadir di majelis ta'lim dengan tujuan memamerkan koleksi hijab syar'i
miliknya. Setan pun semakin senang karena wanita muslimah sudah melupakan ilmu tawadhu
dan kesederhanaan.

Hijabnya memang syar'i tapi mahalnya ga ketulungan.Wanita muslimah pun menabung sedikit untuk beli hijab syar'i, dan melupakan tabungan ke tanah suci.
Lupa menabung untuk qurban bahkan mudah menabung untuk beli baju daripada keluar untuk sedekah.
Ketika hijab syar'i yang baru dibelinya ada sedikit cacatnya, pikirannya resah penuh kecewa. Setan telah membuatnya lupa dengan cacat sholatnya, cacat sedekahnya dan cacatnya baca Qur'an.

Jika hijab syar'i yang dimilikinya memiliki keindahan sempurna, ia tidak siap menyedekahkannya. Hatinya telah menikah dengan dunia dan bercerai dari Rabb-Nya.
Jika sudah demikian, masihkah punya keinginan mengoleksinya?
Milikilah hijab syar'i seperlunya.
Sederhanakanlah penampilan. Belilah yang harganya tidak terlalu jauh dengan harga kain kafan...

 _______________________________________________________________________________________


No comments:

Post a Comment

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam