Monday, 5 October 2015

ATM Perdana Hasna




Sebagai orangtua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya, termasuk biaya masa depan khususnya biaya pendidikan. Tahu kan, biaya pendidikan sekarang selangit?! Makanya sejak Hasna lahir langsung terfikir untuk menabung minimal Rp.50.000/bulan khusus untuknya (meskipun neraca keuangan kami pun masih ambruradul). Terlihat kecil memang, tapi jika dilakukan terus menerus pasti hasilnya cukup membantu kelak.
Saat muncul ide ini, segeralah kubeli celengan plastik murah seharga 5 ribu perak sebelum idenya kebentur keperluan lain.

Setelah sekian bulan nabung di ‘gentong’ itu, mendapat inspirasi dari teman-teman di BirthClub Feb 2014 #TUM yang punya ATM untuk bayinya. lucu dan seru, itu komentar pertamaku saat melihat ATM bergambar dan bernama anaknya. Oia, beberapa bank seperti BNI menyediakan fasilitas pakai foto sendiri untuk ATM anak. Teman-teman BC punya ATM sebagian just for fun, sebagian untuk memberikan kenangan pada anaknya, sebagian lagi mengajarkan anaknya menabung, dan ada juga yang serius saving.
Nah, jadilah teringat isi gentong terlintas dalam otak kenapa nggak ditabung di Bank aja? Ini bukan soal bunga tapi soal keamanan dan kedisiplinan menyisihkan uang.  Setelah ‘merayu’ si Ayah, kami pun menggali info tentang tabungan anak ini ke BNI Syariah.


Buku tabungan & ATM perdana Hasna



Kenapa ke BNI Syariah? Karena kami ingin beralih dari Bank Konvensional ke Bank Syariah sekaligus sudah punya rekening di Bank yang sama sehingga tidak harus bolak-balik ke Bank lain.
Setelah tanya-tanya ke CS (nunggunya berjam-jam pula), akhirnya diputuskan untuk menabung di sana, nama tabungannya iB Tunas Hasanah. Syaratnya gampang banget, cukup dengan KTP Ayah/bunda, Akte kelahiran/Kartu pelajar, dan setoran awal Minimal Rp.100.000.

Keuntungannya menggunakan tabungan anak adalah ATM atas nama anak dan minimal setoran Rp.10.000, karena bertujuan melatih anak-anak untuk menabung (jadi ingat Upin-Ipin edisi saving, lho). Bisa juga menggunakan ATM seperti ATM biasa, hanya saja limitnya Cuma Rp.500.000/hari. Fungsinya juga sama dengan ATM biasa, bisa untuk pembayaran debet atau membeli pulsa, membayar tagihan listrik/telpon. Sayangnya, di BNI Syariah tidak ada layanan ATM menggunakan foto sendiri.
Bismillah, semoga kami terhindar dari riba. Aamiin...

2 comments:

  1. Lucu juga idenya, ATM buat dedek bayi, barakallah tabungannya yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin...makasih budhe...

      ini akal-akalan mbokne menyiasati ekonomi yg masih semrawut ^^

      Delete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam