Tuesday, 22 September 2015

5 Alasan Makan di Waroeng Steak

Steak, Western food ini menjadi makanan favorit banyak orang Indonesia, mulai dari kelas atas yang makannya steak wagyu sampai  kelas mahasiswa dengan steak belasan ribu nya. Pastinya tau dong waroeng steak yang menjamur dimana-mana?! Di Semarang sekarang ada sekitar enam lokasi: Jl. Imam Bonjol, Jl. Sriwijaya, Jl. Setia Budi, Jl. Kartini, Jl. Kelud, dan yang paling baru di Jl. Supriyadi.

Yang jadi favorit di WS ini bukan original steak, tapi steak tepung yang seperti Fried chicken tapi terbuat dari  beef. Maksudnya daging sapi khas untuk steak (sirloin/tenderloin) tapi dimasak dengan tepung a la fried chicken. Rasanya cukup enak sih untuk lidah orang indonesia, selain harganya yang jadi jauh lebih murah dibanding original steak apalagi  wagyu yang harganya jutaan *gigitjari.

Original Steak

Steak Tepung
Mencoba steak di waroeng steak n shake ini saat masih mahasiswa. Biasa lah, pakai kas kontrakan saat masa kontrakan berakhir, sisa uangnya buat makan-makan di WS. Lumayan, waktu itu masih dibawah Rp.15.000 sudah lengkap dengan segelas jus buah.
Saat itu, langsung jatuh cinta, bukan karena rasanya tapi karena salut sama ownernya yang waktu diwawancara majalah mengatakan selalu menyediakan daging halal dan segar. Selain itu, juga sangat cinta sedekah.
Kenapa makan di sini? Ini alasannya
(padahal saya juga jarang sebenarnya makan di luar :P )


Pertama, Menu Beragam.
Banyak pilihan menu, itu pasti yang disukai pengunjung. Yup! Di sini, selain ada original steak, steak tepung (sapi dan ayam), ada juga chicken cordon bleu, drum steak, olahan sapi-paprika, dll. Minumannya pun mulai dari es teh sampai float. Hmm... yummy..
Kedua, Hari Sedekah Nasional & Hari bebas Rokok .
Ini kegiatan rutin di WS dan grupnya, setahun sekali setiap tanggal 27 April (kenapa nggak 28 April aja pas aniv ArieNadi) ada program sedekah Nasional. Pembelian pada hari itu akan disumbangkan untuk orang yang membutuhkan.
Meskipun hanya setahun sekali pada hari tanpa tembakau nasional, cukup bagus untuk diapresiasi. Seharusnya sih, dibuat ruangan khusus untuk yang merokok biar tidak menngganggu pengunjung yang tidak merokok.
Ketiga, Ada Tips-tips cantik di meja pengunjung
Ini yang paling aku suka setelah poster di dinding-dindingnya, ada tips-tips seperti ‘tips makan steak asyik ala WS’ yang isinya tentang ajakan makan dengan tangan kanan.
Tahu kan gaya makannya western?! Yup! Garpu di sebelah kiri dan pisau di tangan kanan. Dengan tips ini, pengunjung bisa enjoy makan dengan tangan kanan
Keempat, Poster-poster pengingat kebaikan, Yang isinya antara lain: ‘Makanlah dengan tangan kanan’ ‘berdo’alah sebelum makan’ dan ‘Bersedekah akan mendapatkan pahala yang besar dari Tuhan’ dll.
Kelima, Musholanya nyaman. Ini untuk counter di Jl. Kartini (kebetulan belum pernah shalat di konter yang lain, pernah ding.. di Sriwijaya musholanya nggak nyaman).
Mushola, seringkali menjadi bagian termarginalkan dari area shopping center atau foodcourt. Seharusnya warung makan pun harus menyediakan mushola yang representatif, kamar mandi yang nyaman dan bersih, serta perlengkapan shalat yang bersih dan terawat agar pengunjung nyaman dan ketagihan kesana.

2 comments:

  1. Yah di Semarang. Hehe. Kayaknya enak lho.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waroeng Steak dimana-mana ada ko Mba.. coba searching aja Waroeng Steak mana... gitu. ini franchise keknya

      Delete

Terimakasih Telah membaca dan memberikan komentar di blog ini.

Mohon tidak menyematkan link hidup dan spam lainnya :)

Salam