Monday, 28 September 2015

Weekend Seru Bersama Dancow Ranch Adventure

Tak sabar rasanya menunggu pagi sejak Jumat malam karena hari Sabtu (26/9) ada Dancow Ranch Adventure di ADA Swalayan Setiabudi aka ADA Banyumanik. Kenapa harus nggak sabar? Ya karena si kecil pun sudah heboh dengan kata ‘kuda’ nya. Dan lagi, bakalan ketemu sama teman-teman blogger Gandjel Rel plus grup sikecilnya yang unyu-unyu dan ngangenin.
Ranch Adventure ini diselenggarakan oleh Dancow, merupakan acara pertama dan terbesar di Semarang. Berupa arena bermain berbentuk peternakan yang didesain untuk melatih semua panca idera sikecil dan mendukung keterampilan sensorik motorik, ketrampilan dalam berkomunikasi, sosial-emosional, kemandirian, kognitif dan kreativitas sikecil. 

Semarang adalah kota ke 3 penyelenggaraan acara ini, sebelumnya telah sukses dilaksanakan di Jakarta dan Yogyakarta, dan akan menyusul di Makassar, Medan dan Surabaya. Tunggu ya, teman-teman di tiga kota itu.   

Sabtu pagi, sudah heri alias heboh sendiri dengan bawaan dan bekal sikecil. Maklum, Hasna lagi sering GTM, jadi musti nyiapin beberapa alternatif makanan. So, pagi itu masak jagung serut keju kesukaannya, sup bakso sapi jagung manis, bawa bekal camilan, air putih, susu UHT, dan jeruk. Kebayang dong rempongnya bunda Hasna bawa ransel isi pakaian gantinya dan tote bag isi perbekalan. Tenang... begini sudah biasa, mau bonceng Ayah, naik BRT atau naik angkot it’s Okey Bebe!. Hehe

Berangkat sekitar pukul 10, harap-harap cemas takut telat.

Oh, Ustadzku Sayang




Oh, Ustadzku Sayang... 

Jangan-jangan yang ada di kepala saat membaca kalimat ini adalah bayangan seorang cewek gaul kece naksir guru ngajinya, atau gambaran seorang guru TPQ yang naksir sesama guru yang cakep, atau seorang santriwati naksir ustadz/Gus nya? maaf, anda salah!

Ini hanya kisah rekaan aliasn fiksi yang sebenarnya berawal dari kegemasan saya dengan seorang ustadz selebriti (istilahnya bener nggak ya? Untuk para ustadz yang sering nongol di TV dan sering menghiasi acara infotainment). 

Jujur awal melihat ustadz itu, merasa kagum karena beliau sangat fasih dan dandanannya gaul, nggak kaya ustaz pada umumnya yang musti berpakaian dan terlihat sangat ‘ustadz’. Tapi lama kelamaan jadi jengah juga terutama saat si ustadz bilang lagi ‘ta’aruf’ tapi yang terlihat seperti pacaran pada umumnya, bukan ta’aruf yang islami. Hm... sebenarnya kurang tau juga sih aslinya gimana.. ya emang hanya Allah yang tahu dan kita nggak berhak men-judge. Tapinya, namanya illfeel kan nggak bisa dirubah gitu aja? Hihi *ngeles.

Friday, 25 September 2015

Puisi di 'EMBUN' (Lagi)



Ibu, sesosok perempuan tangguh yang telah berjasa dalam kehidupan setiap manusia. Seperti apapun ia, cinta pada anak-anaknya akan selalu mengalahkan ego sendiri. Dalam suka duka yang ia utamakan adalah anaknya. Dalam sakit ia tetap memeprhatikan, dalam sedih ia tetap peduli.

Suatu sore, saat hujan deras dan terjebak di kantor, tiba-tiba ingat perjuangan Mak'e dirumah. Lahirkah puisi ini dan esoknya kukirimkan ke redaktur majalah Embun, Alhamdulillah akhirnya dimuat juga. 

Thursday, 24 September 2015

Belajar dari Ibrahim


Idul Adha, salah satu perhelatan di bulan haram saat umat islam dari seluruh dunia berkumpul menunaikan satu kewajiban, berhaji ke Baitullah.
 
Seperti tahun-tahun sebelumnya, saat musim haji selalu muncul rasa senang melihat saudara-saudara yang mendapat panggilan kesana. Ada juga rasa iri, kapan giliranku, Yaa Rabb... sembari tak henti berdo’a agar diberi kesempatan untuk menunaikan rukun islam ke lima itu. 

Idul adha kali ini, keluarga kecil kami belum bisa menunaikan ibadah qurban. Uuh.. malu rasanya dengan mereka yang bisa berqurban setiap tahun dengan berbagai usaha. Semoga pahala dari hewan qurban yang dikeluarkan adik ipar dan bapak mertua tahun ini terciprat juga untuk kami. Semoga tahun-tahun berikutnya kami bisa beribadah dengan segala keutamaannya. Aamiin.. 

Tuesday, 22 September 2015

Advan Barca M6, Mau Apa Aja Jadi Mudah dan Menyenangkan

Zaman sekarang, smartphone sudah menjadi gadget wajib yang dimiliki oleh semua kalangan. Mulai dari pebisnis ulung yang memanfaatkan semua teknologi kekinian hingga anak-anak yang hanya nge-game. Harga smartphone di Indonesia sekarang ini pun sangat bersaing. Berbagai merk HP berani membandrol harga murah dengan fitur lengkap meski tak jarang kualitasnya meragukan. 
 
Nyari gadget yang kualitasnya jempolan?! Smartphone kualitas tinggi dengan harga miring?! Advan barca M6 jawabannya. Kenapa?! Karena produk baru Advan ini dibandrol dibawah 2 juta, dan untuk periode pre-order hanya 1,7 juta. Wow fantastis kan?!  

Memangnya dengan harga segitu bisa dapet apa aja?!

5 Alasan Makan di Waroeng Steak

Steak, Western food ini menjadi makanan favorit banyak orang Indonesia, mulai dari kelas atas yang makannya steak wagyu sampai  kelas mahasiswa dengan steak belasan ribu nya. Pastinya tau dong waroeng steak yang menjamur dimana-mana?! Di Semarang sekarang ada sekitar enam lokasi: Jl. Imam Bonjol, Jl. Sriwijaya, Jl. Setia Budi, Jl. Kartini, Jl. Kelud, dan yang paling baru di Jl. Supriyadi.

Yang jadi favorit di WS ini bukan original steak, tapi steak tepung yang seperti Fried chicken tapi terbuat dari  beef. Maksudnya daging sapi khas untuk steak (sirloin/tenderloin) tapi dimasak dengan tepung a la fried chicken. Rasanya cukup enak sih untuk lidah orang indonesia, selain harganya yang jadi jauh lebih murah dibanding original steak apalagi  wagyu yang harganya jutaan *gigitjari.

Original Steak

Steak Tepung
Mencoba steak di waroeng steak n shake ini saat masih mahasiswa. Biasa lah, pakai kas kontrakan saat masa kontrakan berakhir, sisa uangnya buat makan-makan di WS. Lumayan, waktu itu masih dibawah Rp.15.000 sudah lengkap dengan segelas jus buah.
Saat itu, langsung jatuh cinta, bukan karena rasanya tapi karena salut sama ownernya yang waktu diwawancara majalah mengatakan selalu menyediakan daging halal dan segar. Selain itu, juga sangat cinta sedekah.
Kenapa makan di sini? Ini alasannya

Monday, 21 September 2015

Puisi Pertama Nongol di 'EMBUN'

Puisi di Majalah EMBUN
Gimana sih, rasanya penulis pemula trus Karyanya dimuat media?! Wowowowo... emejing lah ya... mirip kaya dapat lotre rumah impian (hihi. lebay). intinya sih seneng dan sudah diungkapkan dengan kata-kata, meskipun nggak dapat royalti asal nama udah nongol aja disitu. haha.

Hampir sama lah ya, seperti waktu pertama kali nya menang lomba dan hadiahnya tulisannya diterbitkan dalam antologi trus diterbitkan indie. Meskipun baru terbit indie dan bukunya hanya dijual online alias tidak masuk toko buku, rasa senangnya tak terkira.

Seperti yang sering kukatakan pada diriku sendiri:

Friday, 18 September 2015

Sukses dengan Restruktur Nama Ala Ni Kadek Hellen


Nama yang melekat pada diri seseorang sejatinya tidaklah sama dengan apa yang dikatakan oleh Shakespeare ‘apalah arti sebuah nama’. Nama merupakan perwujudan dari do’a dan harapan yang diberikan oleh orangtua kepada anaknya. Dengan demikian, nama seseorang menjadi melekat kuat terutama dalam alam bawah sadarnya.
 
Masyarakat dari berbagai latar belakang budaya telah mengenal restruktur nama sejak dahulu, meskipun kebanyakan orang sekarang tidak mengetahuinya. Sebagai contoh dalam budaya Jawa, ada pergantian nama ketika seorang anak sakit-sakitan dengan harapan agar sehat, adapula yang berganti nama setelah menikah atau setelah dewasa.

Ni Kadek Hellen Kristy Winatasari, yang akrab disapa Heleni, adalah seorang empowerment coach yang sekarang menggeluti bidang restruktur nama. Restruktur nama bertujuan untuk memperbaiki nama menjadi positif, memberbaiki harmoni diri dan kesuksesan hidup. Namun menurutnya, kesuksesan seseorang tidaklah hanya ditentukan oleh

Thursday, 17 September 2015

Kenangan Mbolang ke Guci, Tegal

Kelas tiga SMA, kami berencana pergi ke Tegal dan Pekalongan. Kebetulan tiga orang sahabat akrabku berasal dari sana.  Aku pun harus memutar otak supaya bisa kesampaian ke sana karena saat cerita tentang rencana itu ke Ibu, beliau cuma bilang: “Ya nggak apa-apa kalau mau pergi-pergi, tapi Ibu nggak bisa ngasih uang saku banyak-banyak”. Glekh! Musti gimana dong?! Biayanya kan nggak murah tuh perjalanan dari Wonosobo- Tegal-Pekalongan dan balik lagi Wonosobo.

Kubuat celengan khusus dengan tulisan NABUNG BUAT PERGI KE GUCI. Jangan kira isinya lembaran biru bergambar presiden Soeharto (eh, sekarang udah nggak ada ya uang itu) dan merah, isi celengan itu mulai dari cepek-an sampai paling gede cebanan.  Lumayan lah, hampir satu semester terkumpul sekitar Rp. 70.000 ditambah uang saku dari si emak totalnya masih dibawah seratus ribu. Cukup nggak ya?!

Tuesday, 15 September 2015

Hello, Jekardah!

kalo disebut kata Jakarta, apa sih yang terlintas di kepala? Ibu kota indonesia? Banjir? Atau macet?
Hihi. Ketiganya memang betuuul!!

Jakarta si Ibu Kota negara tak pernah lepas dari banjir langganan tiap tahun dan macet yang terjadi setiap hari. Sebelumnya sih Cuma menikmati macet Jakarta dari berita di TV, dan cerita teman-teman yang hidup di sana. Tapi, saat menginjakkan kaki di sana dan disambut macet, rasanya ko geram juga. Wow! Beginikah kerasnya ibukota? Yang katanya lebih garang dari ibu tiri. Hehe.

Dalam perjalanan ke Jakarta hampir tidak menemui kemacetan kecuali karena perbaikan jalan yang tak seberapa panjang, apalagi melewati tol cipali yang lurus mulus. Tapi begitu masuk tol Cikampek, mulai berasa padet tuh jalan tol.  Bahkan mau masuk pintu tol aja antrinya beuh...!! trus habis bayar tol masih juga macet karena rebutan jalur alias jalur menyempit. Hohoho.. ini baru di jalan tol. Kebetulan kami sedikit ‘tersesat’

Tuesday, 8 September 2015

Dian Nafi: 5 Buku dalam Setahun


“Menjadi penulis itu seperti dipaksa menjadi gila. Iya! Bayangkan harus menulis sesuatu yang ada di kepalanya, kalau perlu sampai nangis agar emosi keluar dan menjiwai tulisan....”

Itu yang kudengar saat memasuki Gramedia Pandanaran tempat diadakannya launching novel Matahari Mata Hati karya penulis asal Demak itu. Oh, ternyata ketinggalan info kalau acaranya diajukan agar bisa selesai sebelum maghrib. Alhamdulillah, untungnya masih belum tertinggal lama. 
Meskipun tak mendengar paparan langsung

Monday, 7 September 2015

Pertama Kali lewat Cipali

Tahu Cipali? Pasti tahu dong?! Yup! Ini nama ruas tol terpanjang di Indonesia yang baru diresmikan menjelang arus mudik kemarin.  Nama Cipali merupakan akronim dari Cikopo (nama daerah di Kab. Purwakarta Jabar) dan Palimanan. Jalan tol yang terbentang sepanjang kurang lebih 120 KM ini membuat penjalanan dari dan ke Jakarta menjadi lebih singkat. 

Ruas tol ini banyak diberitakan di media massa karena menelan korban yang tak sedikit sejak peresmiannya. Saat pergi ke Jakarta dengan perjalanan 48 jam kami, rasanya takut, khawatir, waswas ketika suami mengatakan akan mencoba lewat Cipali agar perjalanan lebih singkat. Hemat waktu dan bensin, ujarnya waktu itu. Wajar memang, karena jika lewat jalur biasa Brebes-Jakarta bisa memakan waktu kurang lebih 5 jam, tapi dengan adanya ruas tol Cipali yang menghubungkan ruas tola Palimanan dengan Cikopo yang berlanjut ke Cikampek, lalu bersambung ke Jakarta. Penjalanan Brebes-Jakarta hanya

Sunday, 6 September 2015

48 Hours On The Road

Travelling memang aktivitas yang menyenangkan sekaligus sangat melelahkan. Pantas saja jika dalam sebuah hadits dikatakan bahwa do’a orang yang dalam perjalanan (musafir) adalah salah satu do’a yang mustajab. 

Tiga waktu diijabahi (dikabulkan) do’a yang tidak diragukan lagi yaitu: (1) do’a orang yang terzholimi, (2) do’a seorang musafir, (3) do’a orang tua pada anaknya.” (HR. Ahmad 12/479 no. 7510, At Tirmidzi 4/314 no. 1905, Ibnu Majah 2/1270 no. 3862. Syaikh Al Albani menghasankan hadits ini)

Dari sini saya makin mengagumi para pencari ilmu dan pencari nafkah yang harus menempuh perjalanan jauh, terlebih sampai ke luar negeri dimana harus menggunakan pesawat berjam-jam, transit di suatu negara/kota yang tidak ada sanak saudara, membawa barang bawaan yang tak sedikit apalagi membawa serta keluarganya. Maa syaa Allah... terasa sekali perjuangannya.

Saya yang beberapa hari kemarin mengalami